Javascript must be enabled to continue!
Pelatihan Seni Decoupage Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Kerajinan Lokal
View through CrossRef
Abstrak: Tasikmalaya terkenal dengan kerajinan, khususnya anyaman yang sudah dipasok ke berbagai wilayah sebagai souvenir. Namun produk anyaman ini masih polos atau belum banyak dimodifikasi. Apabila produk ini dikembangkan dengan seni decoupage maka estetika produk akan lebih menarik dan dapat meningkatkan nilai jual atau nilai tambah secara ekonomi. Yayasan Amal Ikhlas Mandiri (YAIM) bergerak dalam bidang pendidikan yang juga memiliki unit usaha berlokasi di Pager Ageung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Kepedulian YAIM pada potensi daerah menjadikanya sebagai agen peningkatan peningkatan potensi masyarakat sekitar. Pelatihan seni decoupage dilakukan di YAIM dengan 30 peserta yang merupakan pengurus yayasan, guru sekolah dan juga orang tua wali siswa. Implementasi motif decopage diaplikasikan pada pouch anyaman. Pelatihan dilakukan secara luring dan menggunakan metode pendampingan praktik secara langsung. Semua bahan seperti tissue motif decoupage, pouch anyaman, lem, kuas dan busa disediakan oleh tim PkM. Peserta menyatakan jika materi mudah dipahami yaitu dengan memotong pola sesuai ukuran, menempel dengan lem dengan telaten maka pouch anyaman menjadi lebih cantik.
Kata Kunci: Decoupage, kerajinan lokal, Tasikmalaya
Abstract: Tasikmalaya is famous for its crafts, especially wickerwork, which has been supplied to various regions as souvenirs. However, this woven product is still plain or has yet to be modified much. If this product is developed using decoupage art, the aesthetics of the product will be more attractive and can increase sales or add economic value. The Ikhlas Mandiri Charity Foundation (YAIM) operates in the education sector and has a business unit in Pager Ageung, Tasikmalaya Regency, West Java. YAIM's concern for regional potential makes it an agent for increasing the potential of the surrounding community. Decoupage art training was carried out at YAIM with 30 participants who were foundation administrators, school teachers, parents, and guardians of students. The implementation of the decoupage motif is applied to the woven pouch. Training is carried out offline and uses direct practical assistance methods. The PkM team provides all materials, including decoupage motif tissue, woven pouches, glue, brushes, and foam. Participants stated that the woven pouch would be more beautiful if the material were easy to understand, namely by cutting the pattern according to size and attaching it with glue painstakingly.
Keywords: Decoupage, local woven, Tasikmalaya
Politeknik Negeri Media Kreatif
Title: Pelatihan Seni Decoupage Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Kerajinan Lokal
Description:
Abstrak: Tasikmalaya terkenal dengan kerajinan, khususnya anyaman yang sudah dipasok ke berbagai wilayah sebagai souvenir.
Namun produk anyaman ini masih polos atau belum banyak dimodifikasi.
Apabila produk ini dikembangkan dengan seni decoupage maka estetika produk akan lebih menarik dan dapat meningkatkan nilai jual atau nilai tambah secara ekonomi.
Yayasan Amal Ikhlas Mandiri (YAIM) bergerak dalam bidang pendidikan yang juga memiliki unit usaha berlokasi di Pager Ageung Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.
Kepedulian YAIM pada potensi daerah menjadikanya sebagai agen peningkatan peningkatan potensi masyarakat sekitar.
Pelatihan seni decoupage dilakukan di YAIM dengan 30 peserta yang merupakan pengurus yayasan, guru sekolah dan juga orang tua wali siswa.
Implementasi motif decopage diaplikasikan pada pouch anyaman.
Pelatihan dilakukan secara luring dan menggunakan metode pendampingan praktik secara langsung.
Semua bahan seperti tissue motif decoupage, pouch anyaman, lem, kuas dan busa disediakan oleh tim PkM.
Peserta menyatakan jika materi mudah dipahami yaitu dengan memotong pola sesuai ukuran, menempel dengan lem dengan telaten maka pouch anyaman menjadi lebih cantik.
Kata Kunci: Decoupage, kerajinan lokal, Tasikmalaya
Abstract: Tasikmalaya is famous for its crafts, especially wickerwork, which has been supplied to various regions as souvenirs.
However, this woven product is still plain or has yet to be modified much.
If this product is developed using decoupage art, the aesthetics of the product will be more attractive and can increase sales or add economic value.
The Ikhlas Mandiri Charity Foundation (YAIM) operates in the education sector and has a business unit in Pager Ageung, Tasikmalaya Regency, West Java.
YAIM's concern for regional potential makes it an agent for increasing the potential of the surrounding community.
Decoupage art training was carried out at YAIM with 30 participants who were foundation administrators, school teachers, parents, and guardians of students.
The implementation of the decoupage motif is applied to the woven pouch.
Training is carried out offline and uses direct practical assistance methods.
The PkM team provides all materials, including decoupage motif tissue, woven pouches, glue, brushes, and foam.
Participants stated that the woven pouch would be more beautiful if the material were easy to understand, namely by cutting the pattern according to size and attaching it with glue painstakingly.
Keywords: Decoupage, local woven, Tasikmalaya.
Related Results
NILAI TAMBAH UMBI TIKE MENJADI KERIPIK TIKE PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA
NILAI TAMBAH UMBI TIKE MENJADI KERIPIK TIKE PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA
Penelitian ini dilakukan di Desa Jumbleng Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu yang mengolah umbi tike menjadi keripik tike sebanyak 4 responden. Hasil penelitian mengenai pengol...
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
Membuat seni lukis sebagai landasan berkarya yang mengikuti kaidah seni lukis dengan baik dan mampu menguasai konsep berkarya dan teknik seni lukis. Selanjutnya seni lukis menjadi ...
Pelatihan Pembuatan Hiasan Decoupage Pada Tas Anyaman Pandan Bagi Masyarakat Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi
Pelatihan Pembuatan Hiasan Decoupage Pada Tas Anyaman Pandan Bagi Masyarakat Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi
ABSTRAK Pengembangan kesejahteraan dan pengembangan potensi dari industry kreatif termasuk dalam ruang lingkup bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan yang akan dilaksa...
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
Art criticism is a process of evaluating and inputting a work of art. The purpose of doing art criticism is to provide improvements to a work of art to make it even better. The met...
KERAJINAN WAYANG KACA DAN “SAAB MOTE”
KERAJINAN WAYANG KACA DAN “SAAB MOTE”
Desa Nagasepaha merupakan pusat berbagai kerajinan seperti kerajinan perak, kayu, seruling, tenun, “saab mote”, dan lukisan kaca. Dari sejumlah kerajinan tersebut, kerajinan “saab ...
Pelatihan Kerajinan Tempurung Kelapa DI Desa Tianyar
Pelatihan Kerajinan Tempurung Kelapa DI Desa Tianyar
ABSTRAK Tujuan umum dari pengabdian ini adalah untuk memberikan peluang usaha baru bagi kelompok Sri Amerta Sari dan Karya Santhi di desa Tianyar dengan memberikan pelatihan keraji...
STRATEGI DALAM MEMAJUKAN INDUSTRI KREATIF DANPENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL(Studi Kasus Industri Kerajinan Seni Desa Tegallalang)
STRATEGI DALAM MEMAJUKAN INDUSTRI KREATIF DANPENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL(Studi Kasus Industri Kerajinan Seni Desa Tegallalang)
Penelitian ini bertujuan untuk menetukan strategi pemecahan permasalahan permodalan dan pemasaran khususnya industry kerajinan tangan di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini merupakan...
KERAJINAN SERAT DAUN PANDAN DITINJAU DARI PRINSIP KERAJINAN DI CHANTIKA HANDICRAFT
KERAJINAN SERAT DAUN PANDAN DITINJAU DARI PRINSIP KERAJINAN DI CHANTIKA HANDICRAFT
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain dan mendeskripsikan prinsip-prinsip kerajinan yang terdapat pada karya kerajinan berbahan serat daun pandan di industri chan...

