Javascript must be enabled to continue!
Klasifikasi Leksikon dan Fungsi Nilai Sosial Ornamen Tradisional Rumah Banjar
View through CrossRef
Penelitian ini menganalisis klasifikasi leksikon dan fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan klasifikasi leksikon dan fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan semantik budaya. Sumber data yang digunakan berupa data lisan dan data tertulis mengenai leksikon ornamen tradisional rumah Banjar dan fungsi nilai sosialnya. Pengambilan data dilakukan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin. Hal ini dilakukan berdasarkan nilai sejarah kedua daerah tersebut yang pernah menjadi pusat Kerajaan Banjar. Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data disajikan dengan metode penyajian informal, yakni dipaparkan dengan kata-kata serta uraian kalimat. Penelitian ini dapat mengungkap klasifikasi leksikon dan fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa leksikon ornamen tradisional rumah Banjar dapat diklasifikasikan berdasarkan sarana bangunan yang diberikan ukiran atau motif, yaitu (1) pucuk bubungan, (2) pilis atau papilis, (3) tangga, (4) palatar, (5) lawang, (6) lalungkang, (7) watun, (8) tataban, (9) tawing halat, dan (10) sampukan balok. Adapun fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar, yaitu (1) nilai silaturahmi, (2) nilai gotong royong, (3) nilai tolong-menolong, dan (4) nilai musyawarah.
Title: Klasifikasi Leksikon dan Fungsi Nilai Sosial Ornamen Tradisional Rumah Banjar
Description:
Penelitian ini menganalisis klasifikasi leksikon dan fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan klasifikasi leksikon dan fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan semantik budaya.
Sumber data yang digunakan berupa data lisan dan data tertulis mengenai leksikon ornamen tradisional rumah Banjar dan fungsi nilai sosialnya.
Pengambilan data dilakukan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.
Hal ini dilakukan berdasarkan nilai sejarah kedua daerah tersebut yang pernah menjadi pusat Kerajaan Banjar.
Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil analisis data disajikan dengan metode penyajian informal, yakni dipaparkan dengan kata-kata serta uraian kalimat.
Penelitian ini dapat mengungkap klasifikasi leksikon dan fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa leksikon ornamen tradisional rumah Banjar dapat diklasifikasikan berdasarkan sarana bangunan yang diberikan ukiran atau motif, yaitu (1) pucuk bubungan, (2) pilis atau papilis, (3) tangga, (4) palatar, (5) lawang, (6) lalungkang, (7) watun, (8) tataban, (9) tawing halat, dan (10) sampukan balok.
Adapun fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar, yaitu (1) nilai silaturahmi, (2) nilai gotong royong, (3) nilai tolong-menolong, dan (4) nilai musyawarah.
Related Results
KLASIFIKASI TABU PADA MASYARAKAT BANJAR (Taboo Classification in Banjar Society)
KLASIFIKASI TABU PADA MASYARAKAT BANJAR (Taboo Classification in Banjar Society)
Penelitian ini mengkaji klasifikasi tabu pada masyarakat Banjar. Masalah yang dikaji adalah bagaimana klasifikasi tabu perbuatan dan klasifikasi tabu kebahasaan pada masyarakat Ban...
Leksikon Nama Peralatan Rumah Tangga Masyarakat Minangkabau: Gambaran Dinamika Masyarakat
Leksikon Nama Peralatan Rumah Tangga Masyarakat Minangkabau: Gambaran Dinamika Masyarakat
Minangkabau language is not free from language contact with other languages. This language contact brought about a change in the Minangkabau language. This change also occurs in th...
Tradisi Banjar dalam Terpaan Globalisasi di Desa Keruak Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat
Tradisi Banjar dalam Terpaan Globalisasi di Desa Keruak Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Tradisi Banjar dan dampaknya terhadap masyarakat dan untuk mengungkap mengapa tradisi Banjar mampu bertahan pada masyarakat desa Ke...
IMPLIKASI INTERAKSI DESA - KOTA TERHADAP PERKEMBANGAN RUMAH TRADISIONAL MASYARAKAT SUNDA
IMPLIKASI INTERAKSI DESA - KOTA TERHADAP PERKEMBANGAN RUMAH TRADISIONAL MASYARAKAT SUNDA
Eksistensi suatu bangunan rumah telah mengalami perkembangan pada berbagai aspek akibat adanya interaksi desa-kota yang melanda hampir seluruh masyarakat Sunda di Jawa Barat. Adany...
STRATEGI PENGUASAAN MAKNA LEKSIKON MEISHI PADA ANAK BERUSIA 5 TAHUN
STRATEGI PENGUASAAN MAKNA LEKSIKON MEISHI PADA ANAK BERUSIA 5 TAHUN
Pada umumnya, jenis leksikon yang paling banyak dikuasai anak adalah leksikon jenis meishi. Dalam hal ini usia 5 tahun termasuk dalam tahap praoperasional. Pada usia tersebut, kema...
Tipologi Ornamen Pada Fasad Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok Tapanuli Selatan
Tipologi Ornamen Pada Fasad Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok Tapanuli Selatan
Tipologi bangunan dalam konteks arsitektur terkait erat dengan penelusuran melalui elemen-elemen pembentuk pada objek bangunan. Terdapat tiga proses dalam menentukan suatu tipologi...
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM PERIBAHASA BANJAR
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM PERIBAHASA BANJAR
Nilai-nilai religius banyak tersimpan dalam sastra Banjar, seperti peribahasa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai-nilai religius yang terdapat dalam peribahas...
Pengaruh Manajemen Talenta dan Manajemen Pengetahuan Terhadap Kinerja Pegawai
Pengaruh Manajemen Talenta dan Manajemen Pengetahuan Terhadap Kinerja Pegawai
The problems faced in this study include (1) How does talent management affect employee performance at the BLUD Banjar City General Hospital? (2) How does knowledge management affe...

