Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MODEL PEMILIHAN UNIT PENANGKAPAN IKAN PELAGIS BERBASIS TEKNOLOGI DAN EKONOMI DI KOTA AMBON

View through CrossRef
Penangkapan ikan pelagis di Kota Ambon oleh nelayan masih berlangsung hingga saat ini dengan menggunakan 7 (tujuh) jenis alat penangkap ikan. Pada umumnya faktor teknologi penangkapan ikan dan ekonomi perikanan merupakan kriteria yang dipertimbangkan oleh nelayan untuk memilih penggunaan unit penangkapan ikan. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memilih unit penangkapan ikan pelagis yang paling baik digunakan di Kota Ambon. Data lapangan dikumpulkan pada 16 (enam belas) lokasi dengan metode RRA dan PRA juga dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran obyek yang diteliti, serta data sekunder dari berbagai sumber terpercaya. Faktor teknologi penangkapan ikan yang dianalisis adalah daerah penangkapan ikan, alat dan metode penangkapan ikan, dan kapal penangkap ikan. Faktor ekonomi yang dianalisis adalah biaya-biaya dan kriteria investasi. Bila pemilihan unit penangkapan ikan pelagis hanya berdasarkan faktor teknologi saja, maka yang terpilih adalah huhate (pole and line) dengan nilai 0,233. Bila hanya berdasarkan faktor ekonomi saja, maka yang terpilih adalah pancing tangan (hand line) dengan nilai rasio 0,195. Hasil analisis secara keseluruhan berdasarkan faktor teknologi penangkapan ikan dan ekonomi perikanan terhadap 17 (tujuh belas) faktor penentu alternatif unit penangkapan ikan pelagis, menyatakan bahwa huhate (pole and line) adalah unit penangkapan ikan yang terpilih dengan nilai rasio 0,193
Title: MODEL PEMILIHAN UNIT PENANGKAPAN IKAN PELAGIS BERBASIS TEKNOLOGI DAN EKONOMI DI KOTA AMBON
Description:
Penangkapan ikan pelagis di Kota Ambon oleh nelayan masih berlangsung hingga saat ini dengan menggunakan 7 (tujuh) jenis alat penangkap ikan.
Pada umumnya faktor teknologi penangkapan ikan dan ekonomi perikanan merupakan kriteria yang dipertimbangkan oleh nelayan untuk memilih penggunaan unit penangkapan ikan.
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memilih unit penangkapan ikan pelagis yang paling baik digunakan di Kota Ambon.
Data lapangan dikumpulkan pada 16 (enam belas) lokasi dengan metode RRA dan PRA juga dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran obyek yang diteliti, serta data sekunder dari berbagai sumber terpercaya.
Faktor teknologi penangkapan ikan yang dianalisis adalah daerah penangkapan ikan, alat dan metode penangkapan ikan, dan kapal penangkap ikan.
Faktor ekonomi yang dianalisis adalah biaya-biaya dan kriteria investasi.
Bila pemilihan unit penangkapan ikan pelagis hanya berdasarkan faktor teknologi saja, maka yang terpilih adalah huhate (pole and line) dengan nilai 0,233.
Bila hanya berdasarkan faktor ekonomi saja, maka yang terpilih adalah pancing tangan (hand line) dengan nilai rasio 0,195.
Hasil analisis secara keseluruhan berdasarkan faktor teknologi penangkapan ikan dan ekonomi perikanan terhadap 17 (tujuh belas) faktor penentu alternatif unit penangkapan ikan pelagis, menyatakan bahwa huhate (pole and line) adalah unit penangkapan ikan yang terpilih dengan nilai rasio 0,193.

Related Results

PENENTUAN FISHING GROUND DAN ALAT TANGKAP UNGGULAN IKAN PELAGIS DI KOTA BENGKULU
PENENTUAN FISHING GROUND DAN ALAT TANGKAP UNGGULAN IKAN PELAGIS DI KOTA BENGKULU
Nelayan Kota Bengkulu dalam pencarian fishing ground (daerah penangkapan ikan) ikan pelagis masih secara konvensional. Ikan pelagis ditangkap oleh beberapa jenis alat tangkap. Untu...
Dinamika Daerah Penangkapan Ikan Pelagis di Kota Ambon
Dinamika Daerah Penangkapan Ikan Pelagis di Kota Ambon
Perairan Kota Ambon dan sekitarnya dimanfaatkan oleh nelayan sebagai daerah penangkapan ikan (DPI) pelagis. Aktifitas pemanfaatannya terindikasi dinamis sebab terjadi perubahan dan...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
Pendugaan Daerah Tangkapan Ikan Pelagis Kecil di Perairan Pesisir Utara Jawa Tengah Berdasarkan Paremater Lingkungan Laut
Pendugaan Daerah Tangkapan Ikan Pelagis Kecil di Perairan Pesisir Utara Jawa Tengah Berdasarkan Paremater Lingkungan Laut
The North Coast of Central Java is one of the potential areas for small pelagic fisheries. Estimation of fishing areas can be facilitated by utilizing geographic information techno...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pre-settlement small pelagic larvae in Ambon Bay based on length distribution
Pre-settlement small pelagic larvae in Ambon Bay based on length distribution
Larval occurrence in Ambon Bay is related to the larval settlement and indirectly affects the population of pelagic species which have nursery ground in Ambon Bay. The objective of...

Back to Top