Javascript must be enabled to continue!
‘PERTUNJUKAN INDAH’ DALAM NOVEL CARRIE [‘Beautiful Performace’ in Novel Carrie]
View through CrossRef
The objective of this research is to describe the gathering of all kinds of writing styles in novel Carrie. In addition, this research also describes the setting of place that can be found in almost important events in the novel and the oddity experienced by the characters in the novel. The research method used descriptivequalitative with the approach that focuses on the intrinsic element of the novel that is analyzed by using carnivalistic concept. The result of the research showed that the novel could be categorized into carnivalistic novel because in the novel, there are varous kinds of writing styles that might not be fictional writing. In addition, the fact that the novel belongs to a carnivalistic novel was supported by the setting of place (general place) and the oddity experienced by its characters. In conclusion, the carnivalistic characteristics of the novel makes the novel expose such a “beautiful performanceâ€.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai berjejalnya segala jenis tulisan dalam novel Carrie. Selain itu,dideskripsikan pula adanya latar tempat di sebagian besar peristiwa penting di dalamnya, serta keanehan-keanehan yang dialami tokoh dalam cerpen tersebut. Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan yang berfokus pada unsur intrinsik novel yang dianalisis dengan konsep karnivalistik.Hasil penelitian ini adalah novel tersebut merupakan jenis novel karnivalistik karena di dalamnya terdapat berbagai macam jenis tulisan yang bisa saja tulisan tersebut bukan tergolong tulisan fiksional.Selain itu kekarnivalistikan novel tersebut didukung dengan adanya latar tempat (tempat umum) dan keanehan yang dialami tokohnya.Simpulanya, ciri kekarnivalistikan novel tersebut membuat novel tersebut seolah menampakkan “pertunjukan indahâ€.
Title: ‘PERTUNJUKAN INDAH’ DALAM NOVEL CARRIE [‘Beautiful Performace’ in Novel Carrie]
Description:
The objective of this research is to describe the gathering of all kinds of writing styles in novel Carrie.
In addition, this research also describes the setting of place that can be found in almost important events in the novel and the oddity experienced by the characters in the novel.
The research method used descriptivequalitative with the approach that focuses on the intrinsic element of the novel that is analyzed by using carnivalistic concept.
The result of the research showed that the novel could be categorized into carnivalistic novel because in the novel, there are varous kinds of writing styles that might not be fictional writing.
In addition, the fact that the novel belongs to a carnivalistic novel was supported by the setting of place (general place) and the oddity experienced by its characters.
In conclusion, the carnivalistic characteristics of the novel makes the novel expose such a “beautiful performanceâ€.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai berjejalnya segala jenis tulisan dalam novel Carrie.
Selain itu,dideskripsikan pula adanya latar tempat di sebagian besar peristiwa penting di dalamnya, serta keanehan-keanehan yang dialami tokoh dalam cerpen tersebut.
Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan yang berfokus pada unsur intrinsik novel yang dianalisis dengan konsep karnivalistik.
Hasil penelitian ini adalah novel tersebut merupakan jenis novel karnivalistik karena di dalamnya terdapat berbagai macam jenis tulisan yang bisa saja tulisan tersebut bukan tergolong tulisan fiksional.
Selain itu kekarnivalistikan novel tersebut didukung dengan adanya latar tempat (tempat umum) dan keanehan yang dialami tokohnya.
Simpulanya, ciri kekarnivalistikan novel tersebut membuat novel tersebut seolah menampakkan “pertunjukan indahâ€.
Related Results
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK
Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye
Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye
Abstract. Kabaret Bandung is a modern art performance that is popular among young people, especially in West Java. The hallmark of Bandung Cabaret is the use of audio playback, whi...
Pertunjukan Manajemen Tirang Community dalam Pertunjukan Mahakarya Legenda Goa Kreo
Pertunjukan Manajemen Tirang Community dalam Pertunjukan Mahakarya Legenda Goa Kreo
Tirang Communtiy merupakan kelompok terdiri dari pegiat seni tari, musik maupun drama. Keberadaan Tirang Community mampu mengajak generasi muda untuk bergabung, agar lebih mencinta...
Nilai Mistis pada Bentuk Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung
Nilai Mistis pada Bentuk Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung
Bentuk pertunjukan kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung dibagi menjadi tiga yaitu pertunjukan Kuda Lumping, pertunjukan tari Bali, dan pertunjukan Leak dan Barongan Bali....
NILAI PENDIDIKAN DALAM PERTUNJUKAN SENI EBEG DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR
NILAI PENDIDIKAN DALAM PERTUNJUKAN SENI EBEG DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR
ABSTRAKPenelitian ini berjudul Nilai Pendidikan dalam Pertunjukan Seni Ebeg di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Adapun latar belakang penelitian ini yaitu minimnya bahan ajar yang...
Penyalonarangan Dalam Wayang Kulit Ramayana
Penyalonarangan Dalam Wayang Kulit Ramayana
Kesenian wayang kulit sebagai salah satu seni pertunjukan wayang kulit tradisi sempat mendapat tempat yang sangat istimewa di hati masyarakat Bali. Pertunjukan wayang kulit Bali di...
Merangkai Ingatan Mencipta Peristiwa: Sejumlah Kritik Seni Pertunjukan
Merangkai Ingatan Mencipta Peristiwa: Sejumlah Kritik Seni Pertunjukan
Menjadi seorang kritikus seni tidaklah mudah. Menurut Sal Murgiyanto, salah seorang maestro tari Indonesia, seorang kritikus harus memiliki kemampuan untuk membaca atau memahami se...
SIMBOLISASI BUNGA MAWAR DALAM PERTUNJUKAN PANTOMIM “BEAUTY AND THE BEAST” KARYA SHERLLY CINDYA FRANCISCA (TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
SIMBOLISASI BUNGA MAWAR DALAM PERTUNJUKAN PANTOMIM “BEAUTY AND THE BEAST” KARYA SHERLLY CINDYA FRANCISCA (TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
Bunga mawar sering diartikan sebagai tanda cinta begitu pula dalam cerita dongeng “Beauty and The Beast”. Banyaknya versi dari cerita “Beauty and The Beast” menjadikan pertunjukan ...

