Javascript must be enabled to continue!
TELUK MARUDU BERDASARKAN CATATAN PETA ALEXANDER DALRYMPLE
View through CrossRef
Peta Kepulauan Borneo dicatat dan dilakar seawal tahun 1525 oleh Antonio Pigaffeta dengan nama Burne yang merujuk kepada Brunei. Namun, pada tahun 1537, utara Sabah dicatatkan dalam kartografi awal oleh Caspar Viegas, orang pertama yang meletakkan kedudukan Teluk Marudu dalam peta. Hanya pada tahun 1770 sebuah peta khusus telah dihasilkan merangkumi kawasan perairan di utara Sabah termasuk Teluk Marudu oleh Alexander Dalrymple. Peta ini dihasilkan dengan kaedah pemetaan yang teliti dengan menyatakan beberapa nama tempat dan lokasi persekitaran semula jadi serta budaya. Kajian ini menjelaskan kedudukan nama tempat yang dicatat dalam kartografi masa kini tentang antikuiti tempat tersebut. Melalui kajian ini, kewujudan penempatan awal di sekitar Teluk Marudu pada abad ke-18 dapat dikenal pasti.
Universiti Malaysia Sabah (UMS)
Title: TELUK MARUDU BERDASARKAN CATATAN PETA ALEXANDER DALRYMPLE
Description:
Peta Kepulauan Borneo dicatat dan dilakar seawal tahun 1525 oleh Antonio Pigaffeta dengan nama Burne yang merujuk kepada Brunei.
Namun, pada tahun 1537, utara Sabah dicatatkan dalam kartografi awal oleh Caspar Viegas, orang pertama yang meletakkan kedudukan Teluk Marudu dalam peta.
Hanya pada tahun 1770 sebuah peta khusus telah dihasilkan merangkumi kawasan perairan di utara Sabah termasuk Teluk Marudu oleh Alexander Dalrymple.
Peta ini dihasilkan dengan kaedah pemetaan yang teliti dengan menyatakan beberapa nama tempat dan lokasi persekitaran semula jadi serta budaya.
Kajian ini menjelaskan kedudukan nama tempat yang dicatat dalam kartografi masa kini tentang antikuiti tempat tersebut.
Melalui kajian ini, kewujudan penempatan awal di sekitar Teluk Marudu pada abad ke-18 dapat dikenal pasti.
Related Results
PEMIKIRAN SISTEM PEMBAGIAN LEMBAR PETA DAN PENOMORAN LEMBAR PETA DASAR SKALA BESAR DI INDONESIA
PEMIKIRAN SISTEM PEMBAGIAN LEMBAR PETA DAN PENOMORAN LEMBAR PETA DASAR SKALA BESAR DI INDONESIA
<p>Sistem pembagian dan penomoran lembar Peta Rupabumi Indonesia dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Terstruktur karena disusun berdasarkan suatu pola tertentu yang ...
Pembuatan Peta Administrasi, Peta Risiko Bahaya Tanah Longsor, dan Peta Potensi Sumber Air Tanah pada Desa Lamatti Riaja, Sulawei Selatan
Pembuatan Peta Administrasi, Peta Risiko Bahaya Tanah Longsor, dan Peta Potensi Sumber Air Tanah pada Desa Lamatti Riaja, Sulawei Selatan
Desa Lamatti Riaja adalah salah satu dari 5 desa yang ada di Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. Pada pelasanaan pengabdian ini mengadakan penyusunan peta wilayah Desa Lamatti R...
Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur
Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur
Metode penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data deforestasi dan degradasi hutan yang dikeluarkan versi KLHK dan data deforestasi dan degrdasi hutan versi TMF dari Pusat P...
PEMBUATAN PETA TEMATIK DESA LENGKAP BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT
PEMBUATAN PETA TEMATIK DESA LENGKAP BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT
Karya tulis ilmiah ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen berupa tulisan ilmiah dan selanjutnya...
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
MARICULTURE IN KUDAT AND KOTA MARUDU, SABAH
MARICULTURE IN KUDAT AND KOTA MARUDU, SABAH
AbstractThe main aim of this study is to provide a profile of mariculture, that is, cultivation of main grouper in Kudat and Kota Marudu, Sabah using a structured questionnaire and...
TATA KELOLA PETA DI DALAM KKP (KOMPUTERISASI KEGIATAN PERTANAHAN) MENUJU TERWUJUDNYA SISTEM PETA TUNGGAL
TATA KELOLA PETA DI DALAM KKP (KOMPUTERISASI KEGIATAN PERTANAHAN) MENUJU TERWUJUDNYA SISTEM PETA TUNGGAL
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan kegiatan pedaftaran seluruh bidang tanah secara lengkap dalamsatu hamparan desa/kelurahan. Output kegiatan PTSL antara lain ad...
"Menganalisis Perbandingan Kurva Hazard Menggunakan Fungsi Atenuasi"
"Menganalisis Perbandingan Kurva Hazard Menggunakan Fungsi Atenuasi"
Papua merupakan daerah rawan gempa di Indonesia karena letaknya berada di jalur tektonik aktif sehingga menyebabkan daerah papua rawan terjadinya gempa. Upaya peningkatan mitigasi ...

