Javascript must be enabled to continue!
Analisis Jurnal_ Jessica Natasha_802020039
View through CrossRef
Keunikan sebuah kearifan lokal biasanya berlaku hanya sebatas lingkungan kelahirannya. Keunikan tersebut merupakan pengaruh dari lingkungan dan cara adaptasi manusia dari sekedar bertahan hidup sampai mendapatkan kesejahteraan. Kesejahteraan dapat tercapai dari lingkungan yang aman. Aman di sini dapat berupa keamanan secara personal, komunitas dan lingkungan tempat tinggal. Keamanan yang diharapkan secara holistik adalah keamanan secara jasmani dan rohani. Tata cara dan wujud syukur manusia baik secara personal maupun komunal melebur menjadi sebuah ritual yang disepakati. Menelisik kearifan lokal di sekitaran Gunung Kemukus, nilai lokal yang ada merupakan hasil dari konsep kebudayaan setempat. Gunung Kemukus dalam konteks obyek wisata religi yang didatangi para peziarah dari berbagai tempat mempunyai keunikan didalamnya. Kearifan lokal yang ada di masyarakat, lambat laun “memaksa” dan mengkondisikan peziarah untuk dapat menyesuaikan dengan mereka. di antara kearifan lokal yang ada, para peziarah yakin bahwa dengan mematuhi nilai-nilai yang berlaku di Gunung kemukus, maka keselamatan dan kesejahteraan akan mengikuti sampai ke tempat asal mereka. Begitu pula jika tidak menghargai kearifan yang berlaku maka kemalangan, kecelakaan dan kesialan akan mengikuti kemanapun mereka berada. Kearifan lokal membentuk kepercayaan bahwa dengan mengikuti setiap nilai yang berlaku maka harmonisasi masyarakat dengan lingkungan akan tercipta. Dalam perjalanan sejarah, Gunung Kemukus menjadi simbol yang ada seperti pada kehidupan religiusitas masyarakat Jawa. Dalam kebudayaan Jawa, simbol memegang peranan penting saat menjalankan laku sehari-hari maupun dalam pelaksanaan ritual prosesi spiritualnya. Simbol terkait Makam Pangeran Samudro dan Sendang Ontrowulan menjadi daya tarik peziarah melakukan laku ritualnya. Memori kolektif tentang Pangeran Samudro yang membawa daya tarik tersendiri, untuk mengajak peziarah melakukan ritual di ritus tersebut. Memori itu terkait sumpah Pangeran Samudro tentang barangsiapa yang melakukan ritual sebanyak 7 kali dengan pasangan yang bukan muhrimnya, maka semua permintaannya akan dikabulkan. Komunikasi ritual tersebut yang membawa orang berbondong-bondong datang ke ritus Pangeran Samudro. Rahmi, dalam penelitiannya menemukan bahwa komunikasi ritual tersebut telah dikontruksi dan dikomodifikasi guna kepentingan peningkatan sosio-ekonomi masyarakat sekitar Gunung Kemukus. Puncak dari ritual di Gunung Kemukus, nampak pada tradisi larap slambu, sebagai bentuk penghormatan mengganti kain penutup makam Pangeran Samudro. Tradisi budaya ini berubah menjadi komoditas wisata yang mengundang bukan hanya peziarah, tetapi wisatawan datang ke Gunung Kemukus. Bagi masyarakat lokal, banyaknya wisatawan yang datang ke Gunung Kemukus, dapat menyejahterakan hidupnya. Ritus, simbol dan ritual yang ada di Gunung Kemukus, telah bergeser pemaknaannya, bukan lagi produk budaya, tetapi menjadi komoditas wisata. Dalam kaitan simbol, ritual, serta mitos yang beredar, sebenarnya terdapat nilai makna tentang harmonisasi manusia dan lingkungannya. Pandangan masyarakat tentang Gunung Kemukus tidak selalu berhubungan dengan ritual hubungan seks untuk mencapai kesejahteraan, namun juga mengenai lingkungan yang gemah ripah loh jinawi tata titi tentrem. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, tulisan ini hendak menelisik pelestarian lingkungan di wilayah Gunung Kemukus, melalui simbol dan ritus yang ada.
Title: Analisis Jurnal_ Jessica Natasha_802020039
Description:
Keunikan sebuah kearifan lokal biasanya berlaku hanya sebatas lingkungan kelahirannya.
Keunikan tersebut merupakan pengaruh dari lingkungan dan cara adaptasi manusia dari sekedar bertahan hidup sampai mendapatkan kesejahteraan.
Kesejahteraan dapat tercapai dari lingkungan yang aman.
Aman di sini dapat berupa keamanan secara personal, komunitas dan lingkungan tempat tinggal.
Keamanan yang diharapkan secara holistik adalah keamanan secara jasmani dan rohani.
Tata cara dan wujud syukur manusia baik secara personal maupun komunal melebur menjadi sebuah ritual yang disepakati.
Menelisik kearifan lokal di sekitaran Gunung Kemukus, nilai lokal yang ada merupakan hasil dari konsep kebudayaan setempat.
Gunung Kemukus dalam konteks obyek wisata religi yang didatangi para peziarah dari berbagai tempat mempunyai keunikan didalamnya.
Kearifan lokal yang ada di masyarakat, lambat laun “memaksa” dan mengkondisikan peziarah untuk dapat menyesuaikan dengan mereka.
di antara kearifan lokal yang ada, para peziarah yakin bahwa dengan mematuhi nilai-nilai yang berlaku di Gunung kemukus, maka keselamatan dan kesejahteraan akan mengikuti sampai ke tempat asal mereka.
Begitu pula jika tidak menghargai kearifan yang berlaku maka kemalangan, kecelakaan dan kesialan akan mengikuti kemanapun mereka berada.
Kearifan lokal membentuk kepercayaan bahwa dengan mengikuti setiap nilai yang berlaku maka harmonisasi masyarakat dengan lingkungan akan tercipta.
Dalam perjalanan sejarah, Gunung Kemukus menjadi simbol yang ada seperti pada kehidupan religiusitas masyarakat Jawa.
Dalam kebudayaan Jawa, simbol memegang peranan penting saat menjalankan laku sehari-hari maupun dalam pelaksanaan ritual prosesi spiritualnya.
Simbol terkait Makam Pangeran Samudro dan Sendang Ontrowulan menjadi daya tarik peziarah melakukan laku ritualnya.
Memori kolektif tentang Pangeran Samudro yang membawa daya tarik tersendiri, untuk mengajak peziarah melakukan ritual di ritus tersebut.
Memori itu terkait sumpah Pangeran Samudro tentang barangsiapa yang melakukan ritual sebanyak 7 kali dengan pasangan yang bukan muhrimnya, maka semua permintaannya akan dikabulkan.
Komunikasi ritual tersebut yang membawa orang berbondong-bondong datang ke ritus Pangeran Samudro.
Rahmi, dalam penelitiannya menemukan bahwa komunikasi ritual tersebut telah dikontruksi dan dikomodifikasi guna kepentingan peningkatan sosio-ekonomi masyarakat sekitar Gunung Kemukus.
Puncak dari ritual di Gunung Kemukus, nampak pada tradisi larap slambu, sebagai bentuk penghormatan mengganti kain penutup makam Pangeran Samudro.
Tradisi budaya ini berubah menjadi komoditas wisata yang mengundang bukan hanya peziarah, tetapi wisatawan datang ke Gunung Kemukus.
Bagi masyarakat lokal, banyaknya wisatawan yang datang ke Gunung Kemukus, dapat menyejahterakan hidupnya.
Ritus, simbol dan ritual yang ada di Gunung Kemukus, telah bergeser pemaknaannya, bukan lagi produk budaya, tetapi menjadi komoditas wisata.
Dalam kaitan simbol, ritual, serta mitos yang beredar, sebenarnya terdapat nilai makna tentang harmonisasi manusia dan lingkungannya.
Pandangan masyarakat tentang Gunung Kemukus tidak selalu berhubungan dengan ritual hubungan seks untuk mencapai kesejahteraan, namun juga mengenai lingkungan yang gemah ripah loh jinawi tata titi tentrem.
Dalam kaitannya dengan hal tersebut, tulisan ini hendak menelisik pelestarian lingkungan di wilayah Gunung Kemukus, melalui simbol dan ritus yang ada.
Related Results
Analisis Resepsi Citra Diri Jessica Wongso dalam Film Dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"
Analisis Resepsi Citra Diri Jessica Wongso dalam Film Dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"
Penelitian ini berjudul Analisis Resepsi Citra Diri Jessica Wongso dalam Film Dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso"yang melatar belakangi penelitian ini adalah f...
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apa tema pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (2) Mengetahui bagaimana alur pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (3) Mengetahui...
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apa tema pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (2) Mengetahui bagaimana alur pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (3) Mengetahui...
PERILAKU NONVERBAL JESSICA DALAM SIDANG PERADILAN
PERILAKU NONVERBAL JESSICA DALAM SIDANG PERADILAN
<p><em>Jessica’s nonverbal behavior has been phenomenal in recent years. Media coverage of court room hearing Live and watched by the audience. The role of language is ...
Identidad e intereses nacionales de Colombia
Identidad e intereses nacionales de Colombia
La construcción de la identidad y la de los intereses nacionales de todo Estado constituyen procesos interdependientes y complementarios que se llevan a cabo de manera intersubjeti...
Analisis Keselamatan PLTN Berbasis Probabilitas Fuzzy
Analisis Keselamatan PLTN Berbasis Probabilitas Fuzzy
Teknologi PLTN dan teknologi sistem keselamatannya senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun keandalan sistem keselamatan PLTN sema...
META ANALISIS : KATEGORI MODEL BIAYA KUALITAS DAN PROFITABILITAS
META ANALISIS : KATEGORI MODEL BIAYA KUALITAS DAN PROFITABILITAS
Penelitian mengenai kategori model biaya kualitas dan profitabilitas memiliki persamaan dalam identifikasi, pengukuran dan pelaporan biaya kualitas. Perbedaan hasil penelitian terk...
Coronal Heating as Determined by the Solar Flare Frequency Distribution Obtained by Aggregating Case Studies
Coronal Heating as Determined by the Solar Flare Frequency Distribution Obtained by Aggregating Case Studies
Abstract
Flare frequency distributions represent a key approach to addressing one of the largest problems in solar and stellar physics: determining the mechanism tha...


