Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Loneliness dengan Kematangan Karir Mahasiswa Fatherless di Bandung

View through CrossRef
Abstract. Career maturity is an important aspect in individual life when facing career development tasks. For fatherless students, this process is often accompanied by emotional challenges such as loneliness. This study aims to determine the level of career maturity and loneliness among fatherless students in Bandung, as well as their correlation using quantitative correlational methods with cross-sectional design on 411 respondents using convenience sampling technique. Respondents averaged 21 years old with 288 (70%) females and 123 (30%) males. Loneliness measurement used ULS-8 developed by Russel 91996) and adapted by Yildiz et al. (2014), while career maturity used career development inventory adapted by Juwita (2016). Data were collected through online questionaires and analyzed using Spearman correlation test with JASP 0.19.3. Result showed most respondents had high career maturity, while loneliness was in the high category although the average indicated moderate category. The study recommends developing integrated counseling programs prioritizing loneliness management, implementing peer support programs, providing family support, and self-development for fatherless students. Future research is recommended to use qualitative approaches to explore other factors contributing to career maturity despite loneliness feelings. Abstrak. Kematangan karir merupakan aspek penting dalam kehidupan individu yang dihadapkan dengan tugas perkembangan karir. Bagi mahasiswa fatherless, proses ini seringkali disertai dengan tantangan emosional seperti perasaan loneliness. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kematangan karir dan loneliness mahasiswa fatherless di Bandung, serta korelasi keduanya menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional pada 411 responden menggunakan teknik convenience sampling. Responden rata-rata berusia 21 tahun dengan 288 (70%) perempuan dan 123 (30%) laki-laki. Alat ukur loneliness menggunakan ULS-8 yang dikembangkan oleh Russell (1996) dan diadaptasi oleh Yildiz et al. (2014), sementara kematangan karir menggunakan career development inventory yang diadaptasi oleh Juwita (2016). Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman menggunakan JASP 0.19.3. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki kematangan karir yang tinggi, sementara loneliness berada pada kategori tinggi meskipun rata-rata meenunjukkan pada kategori sedang. Hasil penelitian merekomendasikan pengembangan program konseling terintegrasi yang memprioritaskan penanganan loneliness, implementasi peer support program, pemberian dukungan keluarga, serta pengembangan mandiri untuk mahasiswa fatherless. Penelitian selanjunya direkomendasikan untuk menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap kematangan karir meskipun diliputi perasaan loneliness.
Title: Hubungan Loneliness dengan Kematangan Karir Mahasiswa Fatherless di Bandung
Description:
Abstract.
Career maturity is an important aspect in individual life when facing career development tasks.
For fatherless students, this process is often accompanied by emotional challenges such as loneliness.
This study aims to determine the level of career maturity and loneliness among fatherless students in Bandung, as well as their correlation using quantitative correlational methods with cross-sectional design on 411 respondents using convenience sampling technique.
Respondents averaged 21 years old with 288 (70%) females and 123 (30%) males.
Loneliness measurement used ULS-8 developed by Russel 91996) and adapted by Yildiz et al.
(2014), while career maturity used career development inventory adapted by Juwita (2016).
Data were collected through online questionaires and analyzed using Spearman correlation test with JASP 0.
19.
3.
Result showed most respondents had high career maturity, while loneliness was in the high category although the average indicated moderate category.
The study recommends developing integrated counseling programs prioritizing loneliness management, implementing peer support programs, providing family support, and self-development for fatherless students.
Future research is recommended to use qualitative approaches to explore other factors contributing to career maturity despite loneliness feelings.
Abstrak.
Kematangan karir merupakan aspek penting dalam kehidupan individu yang dihadapkan dengan tugas perkembangan karir.
Bagi mahasiswa fatherless, proses ini seringkali disertai dengan tantangan emosional seperti perasaan loneliness.
Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kematangan karir dan loneliness mahasiswa fatherless di Bandung, serta korelasi keduanya menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional pada 411 responden menggunakan teknik convenience sampling.
Responden rata-rata berusia 21 tahun dengan 288 (70%) perempuan dan 123 (30%) laki-laki.
Alat ukur loneliness menggunakan ULS-8 yang dikembangkan oleh Russell (1996) dan diadaptasi oleh Yildiz et al.
(2014), sementara kematangan karir menggunakan career development inventory yang diadaptasi oleh Juwita (2016).
Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman menggunakan JASP 0.
19.
3.
Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki kematangan karir yang tinggi, sementara loneliness berada pada kategori tinggi meskipun rata-rata meenunjukkan pada kategori sedang.
Hasil penelitian merekomendasikan pengembangan program konseling terintegrasi yang memprioritaskan penanganan loneliness, implementasi peer support program, pemberian dukungan keluarga, serta pengembangan mandiri untuk mahasiswa fatherless.
Penelitian selanjunya direkomendasikan untuk menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap kematangan karir meskipun diliputi perasaan loneliness.

Related Results

HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN LONELINESS
HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN LONELINESS
Loneliness dapat terjadi pada siapa saja, terlebih pada usia dewasa mudah, termasuk mahasiswa yang memiliki masalah dalam kemampuan bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan ling...
Kematangan Karir dengan Kecemasan Karir Menghadapi Dunia Kerja pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Kematangan Karir dengan Kecemasan Karir Menghadapi Dunia Kerja pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Dampak dari Covid-19 belum memulihkan kondisi perekonomian dan industri dunia kerja, hal ini menimbulkan kecemasan karir pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini bertujuan untu...
Pengaruh Social Support terhadap Loneliness pada Mahasiswa Rantau di Kota Bandung
Pengaruh Social Support terhadap Loneliness pada Mahasiswa Rantau di Kota Bandung
Abstract. The results of research on social support show that social support has many benefits in overcoming various problems. One of the benefits of social support is to help over...
HUBUNGAN KECEMASAN KARIR TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA TINGKAT AKHIR
HUBUNGAN KECEMASAN KARIR TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Masalah kecemasan karir kerap kali dirasakan mahasiswa tingkat akhir. Dalam hal ini, mulai bermunculan amanat tanggung jawab baru yang mengharuskan untuk berpikir dan bersiap ke ta...
Examining the impact of emotional intelligence and attachment style on loneliness Alisha Azad Maldar * and Monalisa Nayak
Examining the impact of emotional intelligence and attachment style on loneliness Alisha Azad Maldar * and Monalisa Nayak
Background: Loneliness is a prevalent psychological phenomenon with significant implications for mental health and well-being. Attachment theory posits that early attachment experi...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Psychology of Loneliness
Psychology of Loneliness
Loneliness is a subjective distress arising from a perceived mismatch between desired and actual social relationships and has been consistently linked to adverse mental and physica...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...

Back to Top