Javascript must be enabled to continue!
Hubungan antara Kesepian dengan Nomophobia pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung
View through CrossRef
Abstract. Loneliness can happen to anyone. Loneliness is not just the absence of other people, more than that, individuals need the social relationships they desire. Individuals who experience loneliness will look for other escapes to reduce their feeling of loneliness. Using smartphones is a coping strategy used by most students to reduce their feelings of loneliness. However, excessive use of smartphones will trigger individuals to experience nomophobia (No-Mobile Phone Phobia). This research aims to find out how close the relationship is between Loneliness and Nomophobia in Bandung Islamic University Students. The sampling technique in this research is quota sampling with a research sample of 390 students. The research design used is quantitative correlational using statistical analysis of the Spearman rank test. The measuring instruments used are the UCLA Loneliness Scale Version 3 and NMP-Q (Nomophobia Questionnaire), each of which has been adapted into Indonesian. The results in this study show that there is a strong positive relationship between loneliness and Nomophobia, as shown by a correlation value of r = 0.544 and p < 0.01.
Abstrak. Kesepian dapat terjadi kepada siapapun. Kesepian tidak hanya sekedar tidak ada orang lain lebih dari itu individu memerlukan hubungan sosial yang diinginkannya. Individu yang mengalami kesepian akan mencari pelarian lain untuk mengurangi rasa kesepiannya. Penggunaan smartphone merupakan strategi coping yang digunakan oleh kebanyakan mahasiswa untuk mengurangi rasa kesepiannya. Tetapi dengan menggunakan smartphone secra berlebihan ini akan memicu individu mengalami kecenderungan nomophobia (No-Mobile Phone Phobia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara Kesepian dengan Nomophobia pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu quota sampling dengan sampel penelitian sebanyak 390 mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional dengan menggunakan analisis statistik uji rank spearman. Alat ukur yang digunakan yaitu UCLA Loneliness Scale Version 3 dan NMP-Q (Nomophobia Questionnaire) yang masing masing telah diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia. Hasil dalam penelitian ini menunjukan adanya hubungan kuat yang positif antara kesepian dengan Nomophobia ditunjukan dengan nilai korelasi sebesar r = 0.544 dan p < 0.01.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan antara Kesepian dengan Nomophobia pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung
Description:
Abstract.
Loneliness can happen to anyone.
Loneliness is not just the absence of other people, more than that, individuals need the social relationships they desire.
Individuals who experience loneliness will look for other escapes to reduce their feeling of loneliness.
Using smartphones is a coping strategy used by most students to reduce their feelings of loneliness.
However, excessive use of smartphones will trigger individuals to experience nomophobia (No-Mobile Phone Phobia).
This research aims to find out how close the relationship is between Loneliness and Nomophobia in Bandung Islamic University Students.
The sampling technique in this research is quota sampling with a research sample of 390 students.
The research design used is quantitative correlational using statistical analysis of the Spearman rank test.
The measuring instruments used are the UCLA Loneliness Scale Version 3 and NMP-Q (Nomophobia Questionnaire), each of which has been adapted into Indonesian.
The results in this study show that there is a strong positive relationship between loneliness and Nomophobia, as shown by a correlation value of r = 0.
544 and p < 0.
01.
Abstrak.
Kesepian dapat terjadi kepada siapapun.
Kesepian tidak hanya sekedar tidak ada orang lain lebih dari itu individu memerlukan hubungan sosial yang diinginkannya.
Individu yang mengalami kesepian akan mencari pelarian lain untuk mengurangi rasa kesepiannya.
Penggunaan smartphone merupakan strategi coping yang digunakan oleh kebanyakan mahasiswa untuk mengurangi rasa kesepiannya.
Tetapi dengan menggunakan smartphone secra berlebihan ini akan memicu individu mengalami kecenderungan nomophobia (No-Mobile Phone Phobia).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara Kesepian dengan Nomophobia pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu quota sampling dengan sampel penelitian sebanyak 390 mahasiswa.
Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional dengan menggunakan analisis statistik uji rank spearman.
Alat ukur yang digunakan yaitu UCLA Loneliness Scale Version 3 dan NMP-Q (Nomophobia Questionnaire) yang masing masing telah diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia.
Hasil dalam penelitian ini menunjukan adanya hubungan kuat yang positif antara kesepian dengan Nomophobia ditunjukan dengan nilai korelasi sebesar r = 0.
544 dan p < 0.
01.
Related Results
GAMBARAN NOMOPHOBIA PADA REMAJA
GAMBARAN NOMOPHOBIA PADA REMAJA
ABSTRACT
The results of a survey conducted by the Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) in 2018 said that 90% of internet users were aged 15-19 years and ...
Kesepian dan nomophobia pada siswa sekolah menengah atas
Kesepian dan nomophobia pada siswa sekolah menengah atas
Nomophobia merupakan fobia modern, dimana seseorang yang mengalami rasa takut, cemas, ketidaknyamanan bahkan ketakutan yang berlebihan jika tidak terhubung dengan smartphone. Kese...
Kesepian dan Nomophobia pada Mahasiswa Perantau
Kesepian dan Nomophobia pada Mahasiswa Perantau
Penggunaan smartphone sebagai upaya pengalihan dari rasa kesepian dapat memicu munculnya nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan nomop...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU NOMOPHOBIA DIKALANGAN MAHASISWA IAIN LHOKSEUMAWE
UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU NOMOPHOBIA DIKALANGAN MAHASISWA IAIN LHOKSEUMAWE
Nomophobia adalah kondisi kecemasan atau ketakutan yang berlebihan terhadap pemisahan atau kehilangan ponsel pintar atau smartphone. Kondisi ini semakin relevan di era digital saat...
Kesepian dan Problematic Internet Use pada Mahasiswa
Kesepian dan Problematic Internet Use pada Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan problematic internet use pada mahasiswa. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terhadap hubungan positif an...
Nomophobia Among Health Care Providers: A Prevalence and Association Study
Nomophobia Among Health Care Providers: A Prevalence and Association Study
Background smart phones devices have become utilized in our daily life and it is now a common practice especially in the medical field. Nomophobia or -No Mobile PHOBIA- which is th...
Exploring nomophobia among university students: Identifying risk factors, correlates, and predictive insights through machine learning
Exploring nomophobia among university students: Identifying risk factors, correlates, and predictive insights through machine learning
Nomophobia is a term describing a growing fear in today’s world, the fear of being without a mobile device or beyond mobile phone contact. It is the biggest non-drug addiction of t...

