Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

UPAYA PERBAIKAN SIFAT FISIK SERAT RAYON VISKOSA SELAMA PENYIMPANAN MELALUI PENGGUNAAN HIDROGEN PEROKSIDA PADA PROSES PENYEMPURNAAN SERAT RAYON VISKOSA

View through CrossRef
Proses pengelantangan pada pembuatan serat rayon viskosa menggunakan NaOCl dapat mengakibatkan menurunnya derajat putih dan kecerahan serat selama masa penyimpanan yang disebabkan adanya sisa klor yang masih menempel pada serat, sehingga dilakukan proses menggunakan H2O2 untuk menghilangkan sisa klor dari proses pengelantangan. Dalam percobaan ini digunakan variasi konsentrasi H2O2 0; 0,2; 0,4 dan 0,6 g/l pada pH 6, suhu pengerjaan 50 ℃, kecepatan konveyor 3,75 m/menit dan panjang mesin 3,2 meter. Pengerjaan dilakukan di akhir proses penyempurnaan serat, bersamaan dengan proses pelembutan. Serat yang telah kering kemudian diuji kecerahan, derajat putih, kekuatan tarik dan mulur sebelum dan sesudah penyimpanan (0 dan 90 hari penyimpanan). Dari percobaan didapat hasil bahwa dengan meningkatnya konsentrasi H2O2, perubahan kecerahan, derajat putih, kekuatan tarik dan mulur serat rayon2 viskosa semakin berkurang. Pada konsentrasi H2O2 0,4 g/l, perubahan sifat fisik selama penyimpanan sangat kecil dan masih sesuai dengan standar, kecerahan menurun 0,11 %, derajat putih 0,43 %, kekuatan tarik kering dan basah masingmasing sebesar 0,73 % dan 0,15 % serta pertambahan mulur kering dan basah masing-masing sebesar 0,98 % dan 0,89 %.
Title: UPAYA PERBAIKAN SIFAT FISIK SERAT RAYON VISKOSA SELAMA PENYIMPANAN MELALUI PENGGUNAAN HIDROGEN PEROKSIDA PADA PROSES PENYEMPURNAAN SERAT RAYON VISKOSA
Description:
Proses pengelantangan pada pembuatan serat rayon viskosa menggunakan NaOCl dapat mengakibatkan menurunnya derajat putih dan kecerahan serat selama masa penyimpanan yang disebabkan adanya sisa klor yang masih menempel pada serat, sehingga dilakukan proses menggunakan H2O2 untuk menghilangkan sisa klor dari proses pengelantangan.
Dalam percobaan ini digunakan variasi konsentrasi H2O2 0; 0,2; 0,4 dan 0,6 g/l pada pH 6, suhu pengerjaan 50 ℃, kecepatan konveyor 3,75 m/menit dan panjang mesin 3,2 meter.
Pengerjaan dilakukan di akhir proses penyempurnaan serat, bersamaan dengan proses pelembutan.
Serat yang telah kering kemudian diuji kecerahan, derajat putih, kekuatan tarik dan mulur sebelum dan sesudah penyimpanan (0 dan 90 hari penyimpanan).
Dari percobaan didapat hasil bahwa dengan meningkatnya konsentrasi H2O2, perubahan kecerahan, derajat putih, kekuatan tarik dan mulur serat rayon2 viskosa semakin berkurang.
Pada konsentrasi H2O2 0,4 g/l, perubahan sifat fisik selama penyimpanan sangat kecil dan masih sesuai dengan standar, kecerahan menurun 0,11 %, derajat putih 0,43 %, kekuatan tarik kering dan basah masingmasing sebesar 0,73 % dan 0,15 % serta pertambahan mulur kering dan basah masing-masing sebesar 0,98 % dan 0,89 %.

Related Results

Review: Pembuatan Serat Rayon
Review: Pembuatan Serat Rayon
Serat sintetis dari minyak bumi memiliki posisi penting dalam produk tekstil. Lebih dari 50% produksi serat dunia didominasi oleh serat sintetik. Meskipun serat sintetik lebih mura...
Pengaruh Volume Serat Rayon Viskosa Terhadap Sifat Mekanik Komposit
Pengaruh Volume Serat Rayon Viskosa Terhadap Sifat Mekanik Komposit
Material komposit menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi teknik karena kemampuannya untuk mengombinasikan sifat unggul dari dua atau lebih material berbeda. Penelitian ini d...
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH
Saat ini penggunaan polimer di dunia industri semakin berkembang, salah satunya dengan dibentuk menjadi komposit polimer. Matriks yang dapat digunakan dalam pembuatan komposit sala...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...
PEMANFAATAN LIMBAH TATAL ALUMINIUM DALAM PRODUKSI GAS HIDROGEN DENGAN KATALIS NAOH
PEMANFAATAN LIMBAH TATAL ALUMINIUM DALAM PRODUKSI GAS HIDROGEN DENGAN KATALIS NAOH
<p align="center"><strong><em>Abstrak </em></strong></p><p><em>Krisis energi global dan peningkatan emisi gas rumah kaca mendorong p...
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...

Back to Top