Javascript must be enabled to continue!
Klasifikasi tingkat aroma daun jeruk purut menggunakan metode jaringan saraf tiruan backpropagation
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode klasifikasi tingkat aroma pada daun jeruk menggunakan citra daun sebagai input. Dataset yang digunakan terdiri dari 300 lembar daun jeruk yang dibagi menjadi tiga kelas aroma: kuat, sedang, dan rendah. Proses klasifikasi melibatkan tahap preprocessing, ekstraksi fitur, pelatihan model menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST), dan pengujian model. Tahap preprocessing mencakup ekstraksi channel warna dan segmentasi citra. Fitur-fitur warna dan tekstur diekstraksi untuk digunakan dalam pelatihan model JST. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa menggunakan fitur warna RGB memberikan akurasi pelatihan sebesar 91,25% dengan waktu komputasi 5,79 detik per citra, dan akurasi pengujian mencapai 100% dengan waktu komputasi 7,76 detik per citra. Hal ini menunjukkan bahwa metode klasifikasi yang dikembangkan mampu dengan baik dalam menentukan tingkat aroma daun jeruk. Namun, dalam penelitian ini kami menyarankan perbaikan pada proses akuisisi citra dan pengembangan metode klasifikasi tambahan untuk meningkatkan keakuratan dalam menentukan tingkat aroma daun jeruk.
Title: Klasifikasi tingkat aroma daun jeruk purut menggunakan metode jaringan saraf tiruan backpropagation
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode klasifikasi tingkat aroma pada daun jeruk menggunakan citra daun sebagai input.
Dataset yang digunakan terdiri dari 300 lembar daun jeruk yang dibagi menjadi tiga kelas aroma: kuat, sedang, dan rendah.
Proses klasifikasi melibatkan tahap preprocessing, ekstraksi fitur, pelatihan model menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST), dan pengujian model.
Tahap preprocessing mencakup ekstraksi channel warna dan segmentasi citra.
Fitur-fitur warna dan tekstur diekstraksi untuk digunakan dalam pelatihan model JST.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa menggunakan fitur warna RGB memberikan akurasi pelatihan sebesar 91,25% dengan waktu komputasi 5,79 detik per citra, dan akurasi pengujian mencapai 100% dengan waktu komputasi 7,76 detik per citra.
Hal ini menunjukkan bahwa metode klasifikasi yang dikembangkan mampu dengan baik dalam menentukan tingkat aroma daun jeruk.
Namun, dalam penelitian ini kami menyarankan perbaikan pada proses akuisisi citra dan pengembangan metode klasifikasi tambahan untuk meningkatkan keakuratan dalam menentukan tingkat aroma daun jeruk.
Related Results
Analisis Parameter Jaringan Saraf Tiruan Menggunakan Metode Backpropagation Pada Pengenalan Pola Angka
Analisis Parameter Jaringan Saraf Tiruan Menggunakan Metode Backpropagation Pada Pengenalan Pola Angka
Jaringan Saraf Tiruan merupakan suatu disiplin ilmu dalam kecerdasan buatan yang banyak digunakan saat ini. Meskipun banyak aplikasi menjanjikan yang dapat dilakukan oleh jaringan ...
Sistem Klasifikasi Jenis Jeruk Impor Menggunakan Metode Klasifikasi Logarithmic Generalized Classifier Neural Network (LGCNN)
Sistem Klasifikasi Jenis Jeruk Impor Menggunakan Metode Klasifikasi Logarithmic Generalized Classifier Neural Network (LGCNN)
Jeruk merupakan salah satu jenis buah yang sering dikonsumsi oleh manusia. Selain karena rasanya yang cukup disukai, jeruk juga dipilih sebagai buah favorit karena manfaatnya yang ...
Karakteristik Nilai Gizi dari Abon Pepaya dengan Penambahan Daun Jeruk Purut
Karakteristik Nilai Gizi dari Abon Pepaya dengan Penambahan Daun Jeruk Purut
Besarnya produksi pepaya di Indonesia tidak diimbangi dengan pemanfaatannya, buah pepaya hanya dimakan sebagai buah muda (untuk sayur) dan buah pencuci mulut (buah masak) tanpa pen...
Tinjauan Literatur: Mekanisme Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.)
Tinjauan Literatur: Mekanisme Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.)
Latar Belakang: Infeksi bakteri patogen masih menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia kesehatan, apalagi dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik yang membuat pengoba...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Kajian Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Metode Backpropagation Untuk Deteksi Bau
Kajian Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Metode Backpropagation Untuk Deteksi Bau
Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan maju sehingga berdampak terciptanya alat atau sistem yang mampu bekerja seperti jaringan manusia, salah satu contohnya adalah sistem y...
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PEMAKAIAN GIGI TIRUAN DI KECAMATAN TONDANO BARAT
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PEMAKAIAN GIGI TIRUAN DI KECAMATAN TONDANO BARAT
Abstract: Teeth are one of the important components in the mouth that has a function of speech and mastication process. Although the science and technology of dentistry allows prev...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...

