Javascript must be enabled to continue!
Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Nilai SPF (Sun Protecting Factor) Ekstrak Etanol Daun Maja (Aegle marmelos L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis
View through CrossRef
Daun maja (Aegle marmelos L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai SPF. Besar kecilnya nilai SPF dipengaruhi oleh kandungan antioksidan, ekstrak daun maja berpotensi sebagai SPF disebabkan adanya kandungan antioksidan yang berasal dari senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid. Daun maja mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, steroid, tannim, dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total dan nilai SPF yang terkandung di dalam ekstrak daun maja. Penelitian ini menggunakan metode analitik eksperimental. Serbuk simplisia daun maja sebanyak 500 gram diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, diperoleh ekstrak kental sebanyak 51 gram dan nilai rendemen 10,2% yang termasuk dalam kategori rendemen yang baik. Selanjutnya dilakukan uji penentuan kadar flavonoid total dan nilai SPF menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun maja (Aegle marmelos L.) memiliki kadar flavonoid total sebesar 154,857 mgQE/g atau 15,4857% dan memiliki nilai SPF pada konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm dan 500 ppm secara berturut-turut yakni 3,33 (proteksi minimal), 4,27 (proteksi sedang), 5,86 (proteksi sedang), 7,07 (proteksi ekstra) dan 8,5 (proteksi maksimal). Berdasarkan hasil penelitian dari sampel ekstrak daun maja sebanding dengan 154,857 mg quersetin dalam 1 gram ekstrak dan nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 500 ppm belum bisa secara maksimal memproteksi kulit dari sinar UV-B. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya diperhatikan kembali proses dalam pengambilan, pembuatan, penyimpanan dan pengukuran sampel, sehingga dapat menghindari terjadinya kerusakan kandungan metabolit sekunder sampel yang dapat mempengaruhi hasil analisis yang didapatkan.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Title: Penentuan Kadar Flavonoid Total dan Nilai SPF (Sun Protecting Factor) Ekstrak Etanol Daun Maja (Aegle marmelos L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis
Description:
Daun maja (Aegle marmelos L.
) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai SPF.
Besar kecilnya nilai SPF dipengaruhi oleh kandungan antioksidan, ekstrak daun maja berpotensi sebagai SPF disebabkan adanya kandungan antioksidan yang berasal dari senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid.
Daun maja mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, steroid, tannim, dan saponin.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total dan nilai SPF yang terkandung di dalam ekstrak daun maja.
Penelitian ini menggunakan metode analitik eksperimental.
Serbuk simplisia daun maja sebanyak 500 gram diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, diperoleh ekstrak kental sebanyak 51 gram dan nilai rendemen 10,2% yang termasuk dalam kategori rendemen yang baik.
Selanjutnya dilakukan uji penentuan kadar flavonoid total dan nilai SPF menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun maja (Aegle marmelos L.
) memiliki kadar flavonoid total sebesar 154,857 mgQE/g atau 15,4857% dan memiliki nilai SPF pada konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm dan 500 ppm secara berturut-turut yakni 3,33 (proteksi minimal), 4,27 (proteksi sedang), 5,86 (proteksi sedang), 7,07 (proteksi ekstra) dan 8,5 (proteksi maksimal).
Berdasarkan hasil penelitian dari sampel ekstrak daun maja sebanding dengan 154,857 mg quersetin dalam 1 gram ekstrak dan nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 500 ppm belum bisa secara maksimal memproteksi kulit dari sinar UV-B.
Diharapkan untuk penelitian selanjutnya diperhatikan kembali proses dalam pengambilan, pembuatan, penyimpanan dan pengukuran sampel, sehingga dapat menghindari terjadinya kerusakan kandungan metabolit sekunder sampel yang dapat mempengaruhi hasil analisis yang didapatkan.
Related Results
Antioxidant Activity, Sun Protection Factor and Phytochemical Properties of Different Parts Sawo Walanda (Pouteria Campechiana (Kunth.) B.) Extract
Antioxidant Activity, Sun Protection Factor and Phytochemical Properties of Different Parts Sawo Walanda (Pouteria Campechiana (Kunth.) B.) Extract
AbstractUV radiation can lead production of Reactive Oxygen Species (ROS) on the skin and can cause negative effects1. Sun protector and antioxidant ingredients are needed to prote...
PENENTUAN SPF( Sun Protection Factor ) EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
PENENTUAN SPF( Sun Protection Factor ) EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Ultraviolet merupakan radikal bebas yang jika berlebihan masuk kedalam kulit dapat menyebabkan kerusakan kulit. Senyawa kimia yang mengandung antioksidan tabir surya dapat melindun...
PERBANDINGAN AKTIVITAS TABIR SURYA DAN ANTIOKSIDAN : EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DARI RIMPANG BANGLE (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.,)
PERBANDINGAN AKTIVITAS TABIR SURYA DAN ANTIOKSIDAN : EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DARI RIMPANG BANGLE (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.,)
Rimpang Zingiber montanum memiliki potensi sebagai antioksidan dan tabir surya. Pelarut etanol merupakan pelarut yang diijinkan dalam pembuatan ekstrak untuk bahan obat tradisional...
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
Radikal bebas adalah senyawa tidak stabil yang merusak sel tubuh, terutama akibat paparan radiasi UV yang menyebabkan hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit. Antioksida...
Standarisasi dan Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Kakao (Theobroma cacao L.)
Standarisasi dan Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Kakao (Theobroma cacao L.)
Senyawa kimia dalam tanaman tidak dapat dijamin selalu konstan dan aman, sehingga diperlukan standarisasi, selain itu senyawa flavonoid dan fenolik diduga berpotensi sebagai tabir ...
Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Krim Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri
Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Krim Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri
Dalam aktivitas sehari-hari banyak kegiatan yang dilakukan diluar ruangan yang cenderung sering terkena paparan sinar matahari. Kulit yang sering terkena paparan sinar matahari dal...
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang digunakan dengan maksud melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan cara memantulkan, sehingga dapat mencegah terjadinya ganggu...
Studi kualitatif dan kuantitatif fitokimia ekstrak air dan ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata l.) yang tumbuh di Provinsi Bali
Studi kualitatif dan kuantitatif fitokimia ekstrak air dan ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata l.) yang tumbuh di Provinsi Bali
Background: Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) leaf as a traditional medicine is used for wound healing. Kirinyuh is easy to get because it can still grow well in less fertile areas...

