Javascript must be enabled to continue!
ANJING DALAM BUDAYA PAPUA (Dog in the Papua Culture)
View through CrossRef
Tribes in Papua consider dogs to be animals that have important values for their lives. This paper aims to determine the function of dogs for the lives of tribes in Papua and to determine the value of these dogs for the lives of tribes in Papua. The method used in this study is an ethno-archaeological approach. The function of dogs in the lives of several tribes in Papua is as friends for hunting and also as their dema and totem. The Momuna and Korowai tribes use dog tooth fangs as payment for dowry, custom fines, and also used as body jewelry in the form of necklaces and bracelets. The sacred value of a dog for the lives of these tribes is the belief that a dog can expel subtle creatures (demons, dead spirits, evil magic, suanggi) by barking and also as dema / totems that can provide abundant hunting blessings.
ABSTRAK
Suku-suku di Papua menganggap anjing merupakan binatang yang mempunyai nilai penting bagi kehidupan mereka. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi anjing bagi kehidupan suku-suku yang berada di Papua serta untuk mengetahui nilai anjing tersebut bagi kehidupan suku-suku di Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan etnoarkeologi. Fungsi anjing dalam kehidupan beberapa suku-suku yang berada di Papua adalah sebagai sahabat untuk berburu dan juga sebagai dema dan totem mereka. Suku Momuna dan Suku Korowai menggunakan taring gigi anjing sebagai pembayaran mas kawin, denda adat, dan juga dijadikan perhiasan tubuh berupa kalung dan gelang. Nilai sakral seekor anjing bagi kehidupan suku-suku ini adalah kepercayaan bahwa seekor anjing dapat mengusir makluk halus (setan, roh-roh orang mati, sihir jahat, suanggi) dengan cara menggonggong dan juga sebagai dema/totem yang dapat memberikan berkat berburuan yang melimpah.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud
Title: ANJING DALAM BUDAYA PAPUA (Dog in the Papua Culture)
Description:
Tribes in Papua consider dogs to be animals that have important values for their lives.
This paper aims to determine the function of dogs for the lives of tribes in Papua and to determine the value of these dogs for the lives of tribes in Papua.
The method used in this study is an ethno-archaeological approach.
The function of dogs in the lives of several tribes in Papua is as friends for hunting and also as their dema and totem.
The Momuna and Korowai tribes use dog tooth fangs as payment for dowry, custom fines, and also used as body jewelry in the form of necklaces and bracelets.
The sacred value of a dog for the lives of these tribes is the belief that a dog can expel subtle creatures (demons, dead spirits, evil magic, suanggi) by barking and also as dema / totems that can provide abundant hunting blessings.
ABSTRAK
Suku-suku di Papua menganggap anjing merupakan binatang yang mempunyai nilai penting bagi kehidupan mereka.
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi anjing bagi kehidupan suku-suku yang berada di Papua serta untuk mengetahui nilai anjing tersebut bagi kehidupan suku-suku di Papua.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan etnoarkeologi.
Fungsi anjing dalam kehidupan beberapa suku-suku yang berada di Papua adalah sebagai sahabat untuk berburu dan juga sebagai dema dan totem mereka.
Suku Momuna dan Suku Korowai menggunakan taring gigi anjing sebagai pembayaran mas kawin, denda adat, dan juga dijadikan perhiasan tubuh berupa kalung dan gelang.
Nilai sakral seekor anjing bagi kehidupan suku-suku ini adalah kepercayaan bahwa seekor anjing dapat mengusir makluk halus (setan, roh-roh orang mati, sihir jahat, suanggi) dengan cara menggonggong dan juga sebagai dema/totem yang dapat memberikan berkat berburuan yang melimpah.
Related Results
Identifikasi Jenis Sel pada Saliva Anjing
Identifikasi Jenis Sel pada Saliva Anjing
Saliva adalah cairan tubuh unik yang mudah diakses, dan memiliki berbagai peran dalam menjaga kesehatan tubuh. Karena kelebihan ini, saliva memiliki potensi yang besar untuk dikemb...
Gambaran Histologi Kulit Bagian Abdomen dan Profil Total Leukosit Anjing yang Menderita Dermatitis
Gambaran Histologi Kulit Bagian Abdomen dan Profil Total Leukosit Anjing yang Menderita Dermatitis
Kulit merupakan salah satu penanda kesehatan anjing dan kerusakan/lesi pada kulit menyebabkan penampilan anjing tidak menarik. Salah satu penyakit yang mempengaruhi penampilan anji...
Studi Kasus : Babesiosis Pada Anjing Persilangan
Studi Kasus : Babesiosis Pada Anjing Persilangan
Babesiosis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh Babesia sp dan didistribusi didalam sirkulasi darah. Babesiosis pada anjing disebabkan oleh Babesia canis (subfilum: apicomp...
BABI DALAM BUDAYA PAPUA (Pig in The Papua Culture)
BABI DALAM BUDAYA PAPUA (Pig in The Papua Culture)
The pig is an integral part of the culture in the highlands of Papua. Nevertheless, to this day still happening cross of opinion among experts about when the first swine entered in...
Dog owner mental health is associated with dog behavioural problems, dog care and dog-facilitated social interaction: a prospective cohort study
Dog owner mental health is associated with dog behavioural problems, dog care and dog-facilitated social interaction: a prospective cohort study
AbstractDespite numerous qualitative and cross-sectional studies investigating how dog-related factors may impact owners’ well-being, empirical studies to test these causal effects...
Morfometri Oosit Anjing pada Berbagai Umur dan Status Kedewasaan Kelamin
Morfometri Oosit Anjing pada Berbagai Umur dan Status Kedewasaan Kelamin
Anjing merupakan salah satu hewan yang sudah ribuan tahun menjadi peliharaan manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui morfometri oosit anjing dari berbagai umur dan sta...
Pemetaan dan Analisis Kejadian Rabies di Kabupaten Buleleng Tahun 2010-2016
Pemetaan dan Analisis Kejadian Rabies di Kabupaten Buleleng Tahun 2010-2016
Rabies merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan di Indonesia terutama di Pulau Bali. Kejadian rabies di Pulau Bali khususnya di Kabupaten Buleleng masi...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...

