Javascript must be enabled to continue!
Studi Kasus : Babesiosis Pada Anjing Persilangan
View through CrossRef
Babesiosis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh Babesia sp dan didistribusi didalam sirkulasi darah. Babesiosis pada anjing disebabkan oleh Babesia canis (subfilum: apicomplexa, ordo: piroplasmida, genus: babesia, spesies Babesia canine) yang diperantai oleh caplak (tick-borne) yaitu caplak-anjing coklat Rhipicephalus sanguineus sebagai vektor utama. Hasil pegamatan ditemukan kasus babesiosis pada anjing campuran pom dan peking, berjenis kelamin jantan usia 8 bulan di Denpasar, Bali. Tanda klinis yang tampak dari infeksi Babesia sp pada anjing kasus yaitu nafsu makan berkurang, haemoglobinuria dan terdapat eritema pada bagian abdomen. Pada hasil pemeriksaan darah lengkap didapatkan interpretasi bahwa anjing mengalami anemia normositik hiperkromik leukositosis, limfositosis, dan eosinophilia. Pemeriksaan ulas darah tipis teramati adanya agen Babesia. Anjing ini diterapi dengan pemberian Antibiotik clindamycin (10mg/kg BB, q: 12 jam, PO) dua kali sehari selama dua minggu, dan terapi suportif menggunakan livron B-pleks untuk meningkatkan daya tahan tubuh diberikan selama 7 hari. Hasil evaluasi terhadap anjing penderita menunjukan baha dalam waktu 4 hari nafsu makan hewan kasus sudah kembali normal dan memerlukan waktu 14 hari sampai menunjukan tanda-tanda perbaikan klinis.
Title: Studi Kasus : Babesiosis Pada Anjing Persilangan
Description:
Babesiosis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh Babesia sp dan didistribusi didalam sirkulasi darah.
Babesiosis pada anjing disebabkan oleh Babesia canis (subfilum: apicomplexa, ordo: piroplasmida, genus: babesia, spesies Babesia canine) yang diperantai oleh caplak (tick-borne) yaitu caplak-anjing coklat Rhipicephalus sanguineus sebagai vektor utama.
Hasil pegamatan ditemukan kasus babesiosis pada anjing campuran pom dan peking, berjenis kelamin jantan usia 8 bulan di Denpasar, Bali.
Tanda klinis yang tampak dari infeksi Babesia sp pada anjing kasus yaitu nafsu makan berkurang, haemoglobinuria dan terdapat eritema pada bagian abdomen.
Pada hasil pemeriksaan darah lengkap didapatkan interpretasi bahwa anjing mengalami anemia normositik hiperkromik leukositosis, limfositosis, dan eosinophilia.
Pemeriksaan ulas darah tipis teramati adanya agen Babesia.
Anjing ini diterapi dengan pemberian Antibiotik clindamycin (10mg/kg BB, q: 12 jam, PO) dua kali sehari selama dua minggu, dan terapi suportif menggunakan livron B-pleks untuk meningkatkan daya tahan tubuh diberikan selama 7 hari.
Hasil evaluasi terhadap anjing penderita menunjukan baha dalam waktu 4 hari nafsu makan hewan kasus sudah kembali normal dan memerlukan waktu 14 hari sampai menunjukan tanda-tanda perbaikan klinis.
Related Results
Urinary proteome of dogs with kidney injury during babesiosis
Urinary proteome of dogs with kidney injury during babesiosis
Abstract
Background
Acute kidney injury is the most frequent complication of babesiosis in dogs and may provide a natural model for identifying early and specific markers o...
Identifikasi Jenis Sel pada Saliva Anjing
Identifikasi Jenis Sel pada Saliva Anjing
Saliva adalah cairan tubuh unik yang mudah diakses, dan memiliki berbagai peran dalam menjaga kesehatan tubuh. Karena kelebihan ini, saliva memiliki potensi yang besar untuk dikemb...
PERANCANGAN ANIMASI PENDEK SEBAGAI SARAN KAMPANYE STOP BUANG ANJING DI DENPASAR
PERANCANGAN ANIMASI PENDEK SEBAGAI SARAN KAMPANYE STOP BUANG ANJING DI DENPASAR
Banyaknya anjing liar di Bali khususnya di Denpasar tidakĀ terlepas dari peran masyarakat itu sendiri, dengan tindakan membuangĀ anjing peliharaannya. Permasalahan yang akan terjad...
Prevalensi Kecacingan pada Anjing dan Kucing di Klinik Smilevet Kelapa Gading Periode Januari 2020 - Januari 2021
Prevalensi Kecacingan pada Anjing dan Kucing di Klinik Smilevet Kelapa Gading Periode Januari 2020 - Januari 2021
Anjing dan kucing merupakan hewan yang hidup berdampingan dengan manusia sebagai hewan peliharaan. Infeksi parasit cacing merupakan masalah yang umum pada hewan peliharaan namun da...
Urinary proteome of dogs with kidney injury during babesiosis
Urinary proteome of dogs with kidney injury during babesiosis
Abstract
BackgroundAcute kidney injury is the most frequent complication of babesiosis in dogs and may provide a natural model for identifying early and specific markers of...
Efektivitas Metode Persilangan Terkendali dalam Menghasilkan Polong dan Biji yang Bernas pada Tanaman Acacia mangium
Efektivitas Metode Persilangan Terkendali dalam Menghasilkan Polong dan Biji yang Bernas pada Tanaman Acacia mangium
Acacia mangium adalah jenis tanaman hutan utama. Acacia mangium dapat tumbuh dengan baik, memiliki kualitas serat yang baik, tahan terhadap penyakit dan toleran terhadap tanah-tana...
Laporan Kasus: Penanganan Demodekosis General pada Anjing Peranakan Tekel dengan Terapi Suportif Omega-3
Laporan Kasus: Penanganan Demodekosis General pada Anjing Peranakan Tekel dengan Terapi Suportif Omega-3
Demodekosis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau dari genus Demodex.Tungau Demodex merupakan flora normal yang hidup di dalam folikel rambut dan kelenjar sebaseus. Pe...
Gambaran Histologi Kulit Bagian Abdomen dan Profil Total Leukosit Anjing yang Menderita Dermatitis
Gambaran Histologi Kulit Bagian Abdomen dan Profil Total Leukosit Anjing yang Menderita Dermatitis
Kulit merupakan salah satu penanda kesehatan anjing dan kerusakan/lesi pada kulit menyebabkan penampilan anjing tidak menarik. Salah satu penyakit yang mempengaruhi penampilan anji...

