Javascript must be enabled to continue!
Paraganglioma intra abdomen: laporan sebuah kasus jarang
View through CrossRef
Background: Paraganglioma is a rare neuroendocrine tumor which presents in the abdomen, retroperitoneum, pelvis and thorax. The incidence of paragangliomas is estimated at around 0.2–1/100,000. It can occur at any age in men and women, with the highest incidence in the 5th to 6th decades. Paraganglioma grows asymptomatically or with symptoms and if undiagnosed, can be life threatening. Therefore, paraganglioma should be considered as one of the differential diagnoses of intra-abdominal tumors. Misdiagnosis is avoided by carrying out a careful histopathological examination followed by immunohistochemical examination. This paper reports a rare case of intra-abdominal paraganglioma in a 28-year-old woman.
Case Description:
A 28-year-old woman had a lump in the upper right abdomen for 1 year. It grew slowly as a baseball-like shape early till resembled a coconut shell. The initial clinical diagnosis was gastrointestinal stromal tumor. Abdominal MSCT showed an intra-abdominal cystic solid mass, between the abdominal aorta and on the right side of inferior vena cava, pressing on the gallbladder and right kidney, accompanied by peritumoral lymph node enlargement and destruction of the vertebral body as well as right kidney ectasis and was concluded as a suspected malignant lymphoma. Histopathological examination revealed a tumor mass consist of proliferation of epithelioid neoplastic cells arranged in a zellballen and lobulated pattern separated by fibrovascular septa. Immunohistochemical examination showed that the tumor cells were diffusely positive on synaptophysin, chromogranin A, CD 56 and vimentin, S100 was positive for pathcy on surrounding sustentacular cells, negative on CK, CD 117 and DOG-1, Ki67 index: 5%.
Conclusion: Intra-abdominal paraganglioma is a rare neuroendocrine tumor and is always considered as one of the differential diagnoses of intra-abdominal tumors. The diagnosis is determined by careful histopathological examination and immunohistochemistry. Based on histopathological and immunohistochemical examination, this case was concluded to be paraganglioma.
Latar belakang: Paraganglioma merupakan tumor neuroendokrin yang jarang terjadi, dan dapat muncul pada abdomen, retroperitoneum, pelvis, dan thorax. Angka insiden paraganglioma diperkirakan sekitar 0,2 – 1/100.000 penduduk, dapat terjadi pada usia berapapun pada laki-laki dan perempuan, dengan insiden tertinggi pada dekade ke-5 hingga ke-6. Paraganglioma tumbuh tanpa gejala maupun bergejala dan jika tidak terdiagnosis, dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, paraganglioma harus dipikirkan sebagai salah satu diagnosis banding dari tumor intra abdomen. Kesalahan diagnosis dihindari dengan melakukan pemeriksaan histopatologi yang cermat dan dilanjutkan dengan pemeriksaan imunohistokimia. Tulisan ini melaporkan sebuah kasus jarang paraganglioma intraabdomen pada perempuan usia 28 tahun.
Kasus: Seorang perempuan usia 28 tahun dengan benjolan di perut kanan atas sejak 1 tahun sebelum masuk rumah sakit. Benjolan tumbuh lambat, dari sebesar bola kasti hingga sebesar buah kelapa. Diagnosis klinis awal adalah GIST (gastrointestital stromal tumor). MSCT abdomen menunjukkan massa solid kistik, intra abdomen, di antara aorta abdominalis dan vena cava inferior sisi kanan, mendesak gall bladder dan ginjal kanan, disertai pembesaran kelenjar getah bening (KGB) peritumoral dan destruksi corpus vertebra serta ektasis ginjal kanan dan disimpulkan sebagai suspek limfoma maligna. Pemeriksaan histopatologi mendapatkan massa tumor berupa proliferasi sel-sel neoplastik epithelioid yang tersusun dalam pola zellballen dan lobulated dipisahkan septa-septa fibrovaskular. Pemeriksaan imunohistokimia lanjutan menunjukkan sel-sel tumor positif difus pada pulasan sinaptophysin, chromogranin A, CD 56 dan vimentin, S100 terpulas positif pathcy pada sel sustentakular sekitar, negatif pada CK, CD 117 dan DOG-1, serta indeks Ki67 : 5%.
Simpulan: Paraganglioma intra abdomen merupakan tumor neuroendokrin yang jarang terjadi dan selalu dipikirkan sebagai salah satu diagnosis banding dari tumor intra abdomen. Diagnosis ditentukan dari pemeriksaan histopatologi yang cermat dan imunohistokimia lanjutan. Berdasarkan pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia lanjutan, kasus ini dsimpulkan sebagai paraganglioma.
Title: Paraganglioma intra abdomen: laporan sebuah kasus jarang
Description:
Background: Paraganglioma is a rare neuroendocrine tumor which presents in the abdomen, retroperitoneum, pelvis and thorax.
The incidence of paragangliomas is estimated at around 0.
2–1/100,000.
It can occur at any age in men and women, with the highest incidence in the 5th to 6th decades.
Paraganglioma grows asymptomatically or with symptoms and if undiagnosed, can be life threatening.
Therefore, paraganglioma should be considered as one of the differential diagnoses of intra-abdominal tumors.
Misdiagnosis is avoided by carrying out a careful histopathological examination followed by immunohistochemical examination.
This paper reports a rare case of intra-abdominal paraganglioma in a 28-year-old woman.
Case Description:
A 28-year-old woman had a lump in the upper right abdomen for 1 year.
It grew slowly as a baseball-like shape early till resembled a coconut shell.
The initial clinical diagnosis was gastrointestinal stromal tumor.
Abdominal MSCT showed an intra-abdominal cystic solid mass, between the abdominal aorta and on the right side of inferior vena cava, pressing on the gallbladder and right kidney, accompanied by peritumoral lymph node enlargement and destruction of the vertebral body as well as right kidney ectasis and was concluded as a suspected malignant lymphoma.
Histopathological examination revealed a tumor mass consist of proliferation of epithelioid neoplastic cells arranged in a zellballen and lobulated pattern separated by fibrovascular septa.
Immunohistochemical examination showed that the tumor cells were diffusely positive on synaptophysin, chromogranin A, CD 56 and vimentin, S100 was positive for pathcy on surrounding sustentacular cells, negative on CK, CD 117 and DOG-1, Ki67 index: 5%.
Conclusion: Intra-abdominal paraganglioma is a rare neuroendocrine tumor and is always considered as one of the differential diagnoses of intra-abdominal tumors.
The diagnosis is determined by careful histopathological examination and immunohistochemistry.
Based on histopathological and immunohistochemical examination, this case was concluded to be paraganglioma.
Latar belakang: Paraganglioma merupakan tumor neuroendokrin yang jarang terjadi, dan dapat muncul pada abdomen, retroperitoneum, pelvis, dan thorax.
Angka insiden paraganglioma diperkirakan sekitar 0,2 – 1/100.
000 penduduk, dapat terjadi pada usia berapapun pada laki-laki dan perempuan, dengan insiden tertinggi pada dekade ke-5 hingga ke-6.
Paraganglioma tumbuh tanpa gejala maupun bergejala dan jika tidak terdiagnosis, dapat mengancam jiwa.
Oleh karena itu, paraganglioma harus dipikirkan sebagai salah satu diagnosis banding dari tumor intra abdomen.
Kesalahan diagnosis dihindari dengan melakukan pemeriksaan histopatologi yang cermat dan dilanjutkan dengan pemeriksaan imunohistokimia.
Tulisan ini melaporkan sebuah kasus jarang paraganglioma intraabdomen pada perempuan usia 28 tahun.
Kasus: Seorang perempuan usia 28 tahun dengan benjolan di perut kanan atas sejak 1 tahun sebelum masuk rumah sakit.
Benjolan tumbuh lambat, dari sebesar bola kasti hingga sebesar buah kelapa.
Diagnosis klinis awal adalah GIST (gastrointestital stromal tumor).
MSCT abdomen menunjukkan massa solid kistik, intra abdomen, di antara aorta abdominalis dan vena cava inferior sisi kanan, mendesak gall bladder dan ginjal kanan, disertai pembesaran kelenjar getah bening (KGB) peritumoral dan destruksi corpus vertebra serta ektasis ginjal kanan dan disimpulkan sebagai suspek limfoma maligna.
Pemeriksaan histopatologi mendapatkan massa tumor berupa proliferasi sel-sel neoplastik epithelioid yang tersusun dalam pola zellballen dan lobulated dipisahkan septa-septa fibrovaskular.
Pemeriksaan imunohistokimia lanjutan menunjukkan sel-sel tumor positif difus pada pulasan sinaptophysin, chromogranin A, CD 56 dan vimentin, S100 terpulas positif pathcy pada sel sustentakular sekitar, negatif pada CK, CD 117 dan DOG-1, serta indeks Ki67 : 5%.
Simpulan: Paraganglioma intra abdomen merupakan tumor neuroendokrin yang jarang terjadi dan selalu dipikirkan sebagai salah satu diagnosis banding dari tumor intra abdomen.
Diagnosis ditentukan dari pemeriksaan histopatologi yang cermat dan imunohistokimia lanjutan.
Berdasarkan pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia lanjutan, kasus ini dsimpulkan sebagai paraganglioma.
Related Results
MON-LB040 Challenge in Diagnosing and Treating of Mediastinal Paraganglioma
MON-LB040 Challenge in Diagnosing and Treating of Mediastinal Paraganglioma
Abstract
Paraganglioma is a rare type of neuroendocrine tumor of the autonomicnervous system.1 It is extremely rarely present in mediastinum (less than2%).2Case repo...
MON-907 Silent Presentation of Urinary Bladder Paraganglioma: A Case Report
MON-907 Silent Presentation of Urinary Bladder Paraganglioma: A Case Report
Abstract
Background: Paraganglioma is a rare extraadrenal, neuroendocrine tumor of the sympathetic or parasympathetic ganglia (1). Bladder paraganglioma accounts for...
Paraganglioma
Paraganglioma
Abstract
Introduction: Paragangliomas are rare neuroendocrine tumors arising from extra-adrenal medullary neural crest derivatives. The terms pheochromocytoma and pa...
Juvenile paraganglioma
Juvenile paraganglioma
Juvenile paraganglioma is an extremely rare condition of the temporal bone. Due to the lack of specific symptoms, timely diagnosis is delayed, and the disease is detected at late s...
Paraganglioma of the thyroid gland: A case report
Paraganglioma of the thyroid gland: A case report
Introduction. Thyroid paraganglioma is a very rare malignant neuroendocrine
tumor. Immunohistochemical features of thyroid paraganglioma are helpful for
the diagnosis. Case r...
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN APLIKASI LAPORAN KEUANGAN MASJID YANG AKUNTABEL SESUAI PSAK 45
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN APLIKASI LAPORAN KEUANGAN MASJID YANG AKUNTABEL SESUAI PSAK 45
Abstrak: Tujuan dalam pengabdian ini untuk merancang Aplikasi Laporan Keuangan Masjid sesuai dengan Standart Akuntansi Keuangan (PSAK-45) agar laporan keungan tersebut dapat diper...
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Laporan Operasi Kasus Eksisi Di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru Tahun 2020
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Laporan Operasi Kasus Eksisi Di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru Tahun 2020
Laporan Operasi merupakan prosedur pembedahan terhadap pasien. Laporan operasi diisi oleh dokter yang melakukan operasi dengan jelas dan lengkap. Kelengkapan pengisisan laporan op...
Analisis Faktor Pengungkapan Laporan Keberlanjutan di Indonesia
Analisis Faktor Pengungkapan Laporan Keberlanjutan di Indonesia
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor penentu pengungkapan laporan keberlanjutan di Indonesia yaitu faktor format laporan, pedoman, jaminan, size dan sektor ...

