Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DAN PENERAPAN PRE-HOSPITAL SAFETY MANAGEMENT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA OLAK-OLAK KUBU KECAMATAN KUBU
View through CrossRef
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan peningkatan tekanan pembuluh darah arteri. Hipertensi saat ini mengalami peningkatan prevalensi dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmHg.
Tujuan: Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat tentang Pre-Hospital Safety Management pada hipertensi di Desa Olak-Olak Kubu Kecamatan Kubu Raya.
Metode: Metodologi yang digunakan adalah penelitian kuantitatif cross sectional dengan purposive sampling. Responden yang digunakan sebanyak 88 responden dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan pre-hospital safety management. Uji analisa menggunakan spearman rank dengan nilai p=0,05.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (71,6%), umur terbanyak adalah 50 tahun, pendidikan terbanyak adalah SD (73,9%), pekerjaan terbanyak adalah buruh (65,9%), tingkat pengetahuan tentang hipertensi sebagian besar memiliki pengetahuan baik (86,4%), dan penerapan pre-hospital safety management memiliki penerapan baik (81,8%). Hasil spearman rank didapatkan nilai p=0,000<0,05 H0 ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan penerapan pre-hospital safety management pada hipertensi.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 88 responden yang memiliki pengetahuan baik sebesar (86,4%) dan pengetahuan kurang sebesar (13,6%). Sedangkan responden yang memiliki penerapan baik sebesar (81,8%) dan penerapan kurang sebesar (18,2%).
Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Title: HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DAN PENERAPAN PRE-HOSPITAL SAFETY MANAGEMENT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA OLAK-OLAK KUBU KECAMATAN KUBU
Description:
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan peningkatan tekanan pembuluh darah arteri.
Hipertensi saat ini mengalami peningkatan prevalensi dan membutuhkan perawatan jangka panjang.
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmHg.
Tujuan: Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat tentang Pre-Hospital Safety Management pada hipertensi di Desa Olak-Olak Kubu Kecamatan Kubu Raya.
Metode: Metodologi yang digunakan adalah penelitian kuantitatif cross sectional dengan purposive sampling.
Responden yang digunakan sebanyak 88 responden dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan pre-hospital safety management.
Uji analisa menggunakan spearman rank dengan nilai p=0,05.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (71,6%), umur terbanyak adalah 50 tahun, pendidikan terbanyak adalah SD (73,9%), pekerjaan terbanyak adalah buruh (65,9%), tingkat pengetahuan tentang hipertensi sebagian besar memiliki pengetahuan baik (86,4%), dan penerapan pre-hospital safety management memiliki penerapan baik (81,8%).
Hasil spearman rank didapatkan nilai p=0,000<0,05 H0 ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan penerapan pre-hospital safety management pada hipertensi.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 88 responden yang memiliki pengetahuan baik sebesar (86,4%) dan pengetahuan kurang sebesar (13,6%).
Sedangkan responden yang memiliki penerapan baik sebesar (81,8%) dan penerapan kurang sebesar (18,2%).
Related Results
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi Di Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi Di Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya
Hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang dalam penggunaan obat. Maka sangat diperlukan management hipertensi yang didasarkan pada kepatuhan terapi agar d...
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahun dan dikenal dengan penyakit silent killer. Penyakit ini menyerang semua tingkat usia namun yang ...
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,8% dengan proporsi kasus hipertensi yang te...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
PENGALAMAN TRANSMIGRASI DI INDONESIA (Studi di Desa Olak-Olak, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya)
PENGALAMAN TRANSMIGRASI DI INDONESIA (Studi di Desa Olak-Olak, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya)
Kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 adalah 136.610.590 jiwa. Hal tersebut berbanding jauh dengan Pulau Kaliman...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...

