Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Baby Massage Terhadap Kejadian Konstipasi dan Dermatitis Bayi Usia0 - 6 Bulan

View through CrossRef
Kesehatan anak salah satu faktor utama penyebab masalah dalam bidang kesehatan yang terjadi di Negara Indonesia saat ini. Dalam menentukan derajat kesehatan terdapat beberapa indikator, salah satunya yaitu angka kesakitan bayi. Salah satu indikator kesehatan bayi yaitu pola defekasi dan kesehatan kulit bayi. Terapi pijat merupakan bagian dari terapi non-farmakologi untuk pengobatan dan pencegahan penyakit anak. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Experimental dengan post-test only control group design. Penelitian dilakukan dengan membandingkan kejadian konstipasi dan dermatitis pada bayi usia 0 - 6 bulan yang diberi perlakuan baby massagedengan yang tidak diberikan perlakuan baby massagedi wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan.Hasil yang didapatkan yaitujumlah kejadian konstipasi pada kelompok kontrol dan perlakuan berturut-turut adalah 26,7% dan 100% (nilai p = 0,000), Sedangkan kejadian dermatitis pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berturut-turut adalah 13,3% dan 0% (nilai p = 0,143). Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa manfaat pijat bayi antara lainadalah meningkatkan gerak peristaltik untuk pencernaan. Sedangkan untuk kesehatan kulit,kulit bayi yang dipijat dengan minyak, akan meningkatkan fungsi penghalang kulit (skin barrier), mempersulit bakteri untuk menembus kulit, masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi. Namun, kulit bayi relatif lebih tipis dan perlekatan antar sel masih longgar. Produksi kelenjar keringat dan kelenjar sebasea lebih sedikit. Hal tersebut menyebabkan potensi mengalami iritasi meningkat, dan lebih rentan terhadap infeksi, terutama yang disebabkan bakteri. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian di atas yaitu terdapat perbedaan yang signifikan kejadian konstipasi pada bayi yang diberikan baby massage dengan bayi yang tidak diberikan baby massage, dan tidak terdapat perbedaan signifikan kejadian dermatitis pada baby massage dengan bayi yang tidak diberikan baby massage.
Title: Pengaruh Baby Massage Terhadap Kejadian Konstipasi dan Dermatitis Bayi Usia0 - 6 Bulan
Description:
Kesehatan anak salah satu faktor utama penyebab masalah dalam bidang kesehatan yang terjadi di Negara Indonesia saat ini.
Dalam menentukan derajat kesehatan terdapat beberapa indikator, salah satunya yaitu angka kesakitan bayi.
Salah satu indikator kesehatan bayi yaitu pola defekasi dan kesehatan kulit bayi.
Terapi pijat merupakan bagian dari terapi non-farmakologi untuk pengobatan dan pencegahan penyakit anak.
Penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Experimental dengan post-test only control group design.
Penelitian dilakukan dengan membandingkan kejadian konstipasi dan dermatitis pada bayi usia 0 - 6 bulan yang diberi perlakuan baby massagedengan yang tidak diberikan perlakuan baby massagedi wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan.
Hasil yang didapatkan yaitujumlah kejadian konstipasi pada kelompok kontrol dan perlakuan berturut-turut adalah 26,7% dan 100% (nilai p = 0,000), Sedangkan kejadian dermatitis pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berturut-turut adalah 13,3% dan 0% (nilai p = 0,143).
Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa manfaat pijat bayi antara lainadalah meningkatkan gerak peristaltik untuk pencernaan.
Sedangkan untuk kesehatan kulit,kulit bayi yang dipijat dengan minyak, akan meningkatkan fungsi penghalang kulit (skin barrier), mempersulit bakteri untuk menembus kulit, masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi.
Namun, kulit bayi relatif lebih tipis dan perlekatan antar sel masih longgar.
Produksi kelenjar keringat dan kelenjar sebasea lebih sedikit.
Hal tersebut menyebabkan potensi mengalami iritasi meningkat, dan lebih rentan terhadap infeksi, terutama yang disebabkan bakteri.
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian di atas yaitu terdapat perbedaan yang signifikan kejadian konstipasi pada bayi yang diberikan baby massage dengan bayi yang tidak diberikan baby massage, dan tidak terdapat perbedaan signifikan kejadian dermatitis pada baby massage dengan bayi yang tidak diberikan baby massage.

Related Results

Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Baby massage is a direct contact therapy with the body that can provide a sense of security and comfort for babies. The villagers chose to use a shaman as an alternative to baby ma...
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Balita Melalui Pelatihan Pijat Bayi di Desa Dajan Peken Tabanan Bali
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Balita Melalui Pelatihan Pijat Bayi di Desa Dajan Peken Tabanan Bali
Baby massage is a touch therapy that can help optimize baby's growth and development. Baby massage should be done by the mother or the closest person, because the touch given by th...
Pendidikan Produktif, Aktif, Terampil Pada Pengasuh Panti Asuhan Manarur Mabrur dengan Pijat Bayi
Pendidikan Produktif, Aktif, Terampil Pada Pengasuh Panti Asuhan Manarur Mabrur dengan Pijat Bayi
Babies/toddlers (ages 0-5 years) are a golden and critical period because during this period there is rapid growth and development which peaks at the age of 24 months. The problems...
Edukasi Pijat Bayi Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Untuk Meningkatkan Kebugaran Bayi
Edukasi Pijat Bayi Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Untuk Meningkatkan Kebugaran Bayi
Pijat bayi merupakan suatu terapi sentuhan kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Manfaat pijat bayi antara lain dapat menambah berat ba...

Back to Top