Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI EFFLUARGE SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER DALAM CONTINUITY OF CARE

View through CrossRef
Angka  Kematian  Ibu  di  Indonesia  hingga  tahun  2019  dilaporkan  masih  tetap tinggi, yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dilaporkan AKB di Indonesia masih tetap tinggi yaitu 24 per 1.000 kelahiran hidup (KH), namun target yang diharapkan dapat menurunkan AKB menjadi 16 per 1.000 kelahiran hidup di tahun 2024. Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis, mulai timbul pada persalinan kala I, yang disebabkan oleh adanya kontraksi uterus yang mengakibatkan dilatasi dan penipisan serviks. Dengan makin bertambahnya baik volume maupun frekuensi kontraksi uterus, nyeri yang dirasakan akan bertambah kuat dan puncak nyeri terjadi pada fase aktif. Pemberian asuhan berkesinambungan dapat menggunakan beberapa teknik komplementer. Teknik yang digunakan dalam asuhan kebidanan ini adalah Effleurage Massage. Effleurage Massage adalah teknik pijatan yang dilakukan untuk membantu menurunkan nyeri persalinan kala 1 fase aktif bila dilakukan dengan benar disetiap adanya kontraksi. Penelitian dengan jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus komprehensif atau Contonuity Of Care. Continuity Of Care dilakukan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan sampai masa nifas. Setelah dilakukan Effleurage Massage dan deep  back massage  selama persalinan Kala I ibu bersalin lebih tenang dalam menghadapi persalinan karena rasa nyeri berkurang.   Kata Kunci : Effleurage Massage, Continuity Of Care
Title: IMPLEMENTASI EFFLUARGE SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER DALAM CONTINUITY OF CARE
Description:
Angka  Kematian  Ibu  di  Indonesia  hingga  tahun  2019  dilaporkan  masih  tetap tinggi, yaitu 305 per 100.
000 kelahiran hidup.
Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dilaporkan AKB di Indonesia masih tetap tinggi yaitu 24 per 1.
000 kelahiran hidup (KH), namun target yang diharapkan dapat menurunkan AKB menjadi 16 per 1.
000 kelahiran hidup di tahun 2024.
 Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis, mulai timbul pada persalinan kala I, yang disebabkan oleh adanya kontraksi uterus yang mengakibatkan dilatasi dan penipisan serviks.
Dengan makin bertambahnya baik volume maupun frekuensi kontraksi uterus, nyeri yang dirasakan akan bertambah kuat dan puncak nyeri terjadi pada fase aktif.
 Pemberian asuhan berkesinambungan dapat menggunakan beberapa teknik komplementer.
 Teknik yang digunakan dalam asuhan kebidanan ini adalah Effleurage Massage.
 Effleurage Massage adalah teknik pijatan yang dilakukan untuk membantu menurunkan nyeri persalinan kala 1 fase aktif bila dilakukan dengan benar disetiap adanya kontraksi.
 Penelitian dengan jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus komprehensif atau Contonuity Of Care.
Continuity Of Care dilakukan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan sampai masa nifas.
Setelah dilakukan Effleurage Massage dan deep  back massage  selama persalinan Kala I ibu bersalin lebih tenang dalam menghadapi persalinan karena rasa nyeri berkurang.
  Kata Kunci : Effleurage Massage, Continuity Of Care.

Related Results

PELAKSANAAN TERAPI KOMPLEMENTER KEBIDANAN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021
PELAKSANAAN TERAPI KOMPLEMENTER KEBIDANAN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021
Asuhan kebidanan saat ini memadukan pelayanan kebidanan konvensional dan komplementer dalam praktik kebidanan. Terapi komplementer dalam kebidanan antara lain terapi herbal, akupun...
JENIS TERAPI KOMPLEMENTER DAN DISMENORE PADA MAHASISWI
JENIS TERAPI KOMPLEMENTER DAN DISMENORE PADA MAHASISWI
Abstract   Dysmenorrhea is still an unresolved public health problem that may negatively impact women's health, social relationships, school or work activities and psyc...
Terapi Musik Klasik sebagai Intervensi Komplementer <i>Wellnes Tourism </i>dalam Menurunkan Stres dan Hipertensi bagi Pelaku Wisata
Terapi Musik Klasik sebagai Intervensi Komplementer <i>Wellnes Tourism </i>dalam Menurunkan Stres dan Hipertensi bagi Pelaku Wisata
Pendahuluan: Pariwisata global meningkat hingga 1,3 miliar pada tahun 2023 hingga mendorong berkembangnya wellness tourism. Para pelaku wisata rentan mengalami stres dan hipertensi...
Faktor Prediktor Kegagalan Virologis pada Pasien HIV yang Mendapat Terapi ARV Lini Pertama dengan Kepatuhan Berobat Baik
Faktor Prediktor Kegagalan Virologis pada Pasien HIV yang Mendapat Terapi ARV Lini Pertama dengan Kepatuhan Berobat Baik
Pendahuluan. Pada negara dengan keterbatasan sumber daya, pengukuran viral load (VL) sebagai prediktor efektivitas terapi antiretroviral (ARV) tidak selalu mudah untuk diakses oleh...
CONTINUITY OF CARE KEBIDANAN
CONTINUITY OF CARE KEBIDANAN
Continuity Of Care in obstetric care is a service through a continuous service model for women throughout pregnancy, birth and post partum. Because all women are at risk of complic...
Pengenalan Dan Pemberian Terapi Komplementer Bekam Pada Masyarakat Desa
Pengenalan Dan Pemberian Terapi Komplementer Bekam Pada Masyarakat Desa
Latar Belakang: Terapi komplementer bekam juga dikenal sebagai terapi cupping, adalah praktik pengobatan tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai budaya. Ke...
ANALISIS TERAPI MUSIK KLASIK DALAM RELAKSASI PERSALINAN DI BPM ERNIWATY DI BABAT SUPAT TAHUN 2018
ANALISIS TERAPI MUSIK KLASIK DALAM RELAKSASI PERSALINAN DI BPM ERNIWATY DI BABAT SUPAT TAHUN 2018
Persalinan merupakan proses pergerakan keluanya janin, plasenta, dan membran dari dalam rahim melalui jalan lahir. Tujuan penelitian Untuk Menganalisis Terapi Musik Klasik Dalam Re...
Edukasi Kesehatan Tentang Complementary And Alternative Medicine (CAM) Pada Agregat Komunitas Dengan Penyakit Kronis
Edukasi Kesehatan Tentang Complementary And Alternative Medicine (CAM) Pada Agregat Komunitas Dengan Penyakit Kronis
Terapi komplementer dan alternatif  merupakan terapi pengobatan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan status kesehatan individu, keluarga maupun masyarakat. Terapi komplementer a...

Back to Top