Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Evaluasi Pentanahan Terhadap Sambaran Petir Pada SUTT 70 kV Menggunakan Electro Magnetic Transient Program (EMTP)

View through CrossRef
Sistem transmisi merupakan sistem yang sering mengalami gangguan sambaran petir dan dapat menyebabkan back flashover (BFO) apabila terdapat sambaran langsung pada kawat tanah maupun pada menara. Sambaran petir juga dapat mengakibatkan bahaya tegangan sentuh dan tegangan langkah pada saat petir menyambar permukaan tanah. Pentanahan merupakan pengaman yang berfungsi untuk melindungi peralatan, sistem, manusia dan makhluk hidup yang lain dari lonjakan listrik terutama sambaran petir. Nilai resistansi pentanahan pada tower harus dibuat sekecil mungkin agar tidak menimbulkan tegangan tower yang tinggi yang pada akhirnya dapat mengganggu sistem transmisi. Batasan nilai resistansi pentanahan menurut PUIL 2000 adalah tidak lebih dari atau sama dengan 5 Ohm. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa layak tower beserta alat pelindung yang ada pada tower tersebut antara lain pentanahan (grounding) dan arrester apabila terjadi sambaran petir. Dengan pengumpulan data, menghitung tegangan menara dan melakukan simulasi tegangan lebih petir dengan aplikasi ATPdraw. Dari pengujian tegangan menara dengan mengambil sample pada tower dengan resistansi pentanahan tertinggi yaitu 5,8 Ohm pada tower T63, di dapat nilai tegangan menara sebesar 169,94 saat di beri arus 20 kA, 345,6 kV saat diberi arus 40 kA, dan 682,03 kV saat diberi arus 80 kA. Secara perhitungan dan simulasi bahwa nilai tegangan menara tersebut tidak menyebabkan Back flashover (BFO) sehingga dapat di kategorikan aman dan layak dari gangguan sambaran petir.
Title: Evaluasi Pentanahan Terhadap Sambaran Petir Pada SUTT 70 kV Menggunakan Electro Magnetic Transient Program (EMTP)
Description:
Sistem transmisi merupakan sistem yang sering mengalami gangguan sambaran petir dan dapat menyebabkan back flashover (BFO) apabila terdapat sambaran langsung pada kawat tanah maupun pada menara.
Sambaran petir juga dapat mengakibatkan bahaya tegangan sentuh dan tegangan langkah pada saat petir menyambar permukaan tanah.
Pentanahan merupakan pengaman yang berfungsi untuk melindungi peralatan, sistem, manusia dan makhluk hidup yang lain dari lonjakan listrik terutama sambaran petir.
Nilai resistansi pentanahan pada tower harus dibuat sekecil mungkin agar tidak menimbulkan tegangan tower yang tinggi yang pada akhirnya dapat mengganggu sistem transmisi.
Batasan nilai resistansi pentanahan menurut PUIL 2000 adalah tidak lebih dari atau sama dengan 5 Ohm.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa layak tower beserta alat pelindung yang ada pada tower tersebut antara lain pentanahan (grounding) dan arrester apabila terjadi sambaran petir.
Dengan pengumpulan data, menghitung tegangan menara dan melakukan simulasi tegangan lebih petir dengan aplikasi ATPdraw.
Dari pengujian tegangan menara dengan mengambil sample pada tower dengan resistansi pentanahan tertinggi yaitu 5,8 Ohm pada tower T63, di dapat nilai tegangan menara sebesar 169,94 saat di beri arus 20 kA, 345,6 kV saat diberi arus 40 kA, dan 682,03 kV saat diberi arus 80 kA.
Secara perhitungan dan simulasi bahwa nilai tegangan menara tersebut tidak menyebabkan Back flashover (BFO) sehingga dapat di kategorikan aman dan layak dari gangguan sambaran petir.

Related Results

Literasi Dasar Sistem Proteksi Petir untuk Masyarakat Desa Karangreja Purbalingga
Literasi Dasar Sistem Proteksi Petir untuk Masyarakat Desa Karangreja Purbalingga
Indonesia merupakan kawasan dengan probabilitas terjadi petir yang tinggi yaitu dengan ukuran antara 180 – 260 hari guruh (petir) per tahun. Sambaran petir merupakan fenomena pelep...
RANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR SEBAGAI TRAINER PEMELAJARAN SISTEM PROTEKSI
RANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR SEBAGAI TRAINER PEMELAJARAN SISTEM PROTEKSI
Petir terjadi dikarenakan fenomena tegangan dan arus tinggi dalam waktu singkat, diawali dari ionisasi hingga loncatan muatan dari awan ke tanah atau sebalikny...
PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP TAHANAN PENTANAHAN STUDI KASUS PADA GARDU INDUK KEMAYORAN 150 kV
PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP TAHANAN PENTANAHAN STUDI KASUS PADA GARDU INDUK KEMAYORAN 150 kV
Abstract The value of grounding resistance at the substation should be 0 Ω or less than 1 Ω. The value of grounding resistance is influenced by the resistivity and the ground...
PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP TAHANAN PENTANAHAN STUDI KASUS PADA GARDU INDUK KEMAYORAN 150 KV
PENGARUH KELEMBABAN TANAH TERHADAP TAHANAN PENTANAHAN STUDI KASUS PADA GARDU INDUK KEMAYORAN 150 KV
Nilai tahanan pentaahan pada Gardu Induk harus mendekati 0 Ω atau kurang dari 1 Ω, dan dipengaruhi oleh tahanan jenis tanah dan metode sistem pentanahan yang digunakan. Tahanan jen...
Observasi Perubahan Resistansi Batang Pentanahan Dengan Penambahan Limbah Kelapa Sawit
Observasi Perubahan Resistansi Batang Pentanahan Dengan Penambahan Limbah Kelapa Sawit
Sistem pentanahan digunakan sebagai sistem pengamanan bagi perangkat listrik dan manusia apabila terjadi gangguan internal seperti tegangan lebih. [1] [13]. Fa...
EVALUASI SISTEM PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG PERKULIAHAN (Studi pada Universitas Negeri Jakarta Kampus A Sektor C)
EVALUASI SISTEM PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG PERKULIAHAN (Studi pada Universitas Negeri Jakarta Kampus A Sektor C)
The purpose of this study is to determine the suitability of lightning protection system in University State of Jakarta campus A sector C with PUIPP 1983, the minister of lab...

Back to Top