Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Etika Jurnalistik Perspektif Al-Qur’an

View through CrossRef
Today, journalistic world increasingly finds its freedom. effects can no longer be taken lightly. Therefore, there should be some rules to control and to command the journalists, not to restrict it. Related to this issue, the normative sources of Islam, the Qur'a, such as found in (QS. al-Ahzab [33]: 70), encourage people to speak the truth honestly. In another verse, Allah also ordered to stay away from the prejudice that would bring doubt and untruth (QS. al-Hujurat [49]: 12), nor slander broadcast news in various forms (QS. al-Nur [24]: 19). In addition, the reader should check the truth first before receive it (QS. al-Hujurat [49]: 6). Some of these verses are references to the news makers or journalists in their works, as well as for the consumers when they receive the news. In this paper, the dialogue between the Qur'an and the phenomenon of journalism displayed using the comparative nature of the interconnection pattern (in this case the journalistic ethics of the Press Council and the decision of the Indonesian Broadcasting Commission and journalistic ethics in the Qur'an). Concerning the exegesis of the Qur'an, the method is used is ijmali and it did not interpret all of the content of verses, only part of it related to the news.[Hari ini, dunia jurnalistik semakin menemukan kebebasan. Dampaknya tidak bisa lagi dianggap enteng. Oleh karena itu, harus ada aturan untuk mengendalikan dan mengatur jurnalistik, walaupun hal itu tidak dimaksudkan untuk membatasi. Terkait dengan masalah ini, sumber-sumber normatif Islam, al-Qur'an, seperti yang ditemukan dalam (QS. al-Ahzab [33]: 70), mendorong orang untuk berbicara kebenaran jujur. Dalam ayat lain, Allah juga memerintahkan untuk menjauh dari prasangka yang akan membawa keraguan dan ketidakbenaran (al-Hujurat [49] QS. 12). Atau fitnah siaran berita dalam berbagai bentuk (QS al-Nur [24]: 19). Selain itu, pembaca harus memeriksa kebenaran terlebih dahulu sebelum menerimanya (QS al-Hujurat [49]: 6). Beberapa ayat-ayat ini adalah referensi kepada para pembuat berita atau wartawan dalam karya-karya mereka, serta bagi konsumen ketika mereka menerima berita. Dalam tulisan ini, dialog antara Al-Qur'an dan fenomena jurnalisme ditampilkan menggunakan sifat komparatif pola interkoneksi (dalam hal ini etika jurnalistik Dewan Pers dan keputusan Komisi Penyiaran Indonesia dan etika jurnalistik dalam Qur'an). Mengenai tafsir Al-Qur'an, metode yang digunakan adalah ijmali dan tidak menafsirkan semua isi ayat, hanya bagian dari itu berkaitan dengan berita.]
Title: Etika Jurnalistik Perspektif Al-Qur’an
Description:
Today, journalistic world increasingly finds its freedom.
effects can no longer be taken lightly.
Therefore, there should be some rules to control and to command the journalists, not to restrict it.
Related to this issue, the normative sources of Islam, the Qur'a, such as found in (QS.
al-Ahzab [33]: 70), encourage people to speak the truth honestly.
In another verse, Allah also ordered to stay away from the prejudice that would bring doubt and untruth (QS.
al-Hujurat [49]: 12), nor slander broadcast news in various forms (QS.
al-Nur [24]: 19).
In addition, the reader should check the truth first before receive it (QS.
al-Hujurat [49]: 6).
Some of these verses are references to the news makers or journalists in their works, as well as for the consumers when they receive the news.
In this paper, the dialogue between the Qur'an and the phenomenon of journalism displayed using the comparative nature of the interconnection pattern (in this case the journalistic ethics of the Press Council and the decision of the Indonesian Broadcasting Commission and journalistic ethics in the Qur'an).
Concerning the exegesis of the Qur'an, the method is used is ijmali and it did not interpret all of the content of verses, only part of it related to the news.
[Hari ini, dunia jurnalistik semakin menemukan kebebasan.
Dampaknya tidak bisa lagi dianggap enteng.
Oleh karena itu, harus ada aturan untuk mengendalikan dan mengatur jurnalistik, walaupun hal itu tidak dimaksudkan untuk membatasi.
Terkait dengan masalah ini, sumber-sumber normatif Islam, al-Qur'an, seperti yang ditemukan dalam (QS.
al-Ahzab [33]: 70), mendorong orang untuk berbicara kebenaran jujur.
Dalam ayat lain, Allah juga memerintahkan untuk menjauh dari prasangka yang akan membawa keraguan dan ketidakbenaran (al-Hujurat [49] QS.
12).
Atau fitnah siaran berita dalam berbagai bentuk (QS al-Nur [24]: 19).
Selain itu, pembaca harus memeriksa kebenaran terlebih dahulu sebelum menerimanya (QS al-Hujurat [49]: 6).
Beberapa ayat-ayat ini adalah referensi kepada para pembuat berita atau wartawan dalam karya-karya mereka, serta bagi konsumen ketika mereka menerima berita.
Dalam tulisan ini, dialog antara Al-Qur'an dan fenomena jurnalisme ditampilkan menggunakan sifat komparatif pola interkoneksi (dalam hal ini etika jurnalistik Dewan Pers dan keputusan Komisi Penyiaran Indonesia dan etika jurnalistik dalam Qur'an).
Mengenai tafsir Al-Qur'an, metode yang digunakan adalah ijmali dan tidak menafsirkan semua isi ayat, hanya bagian dari itu berkaitan dengan berita.
].

Related Results

AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
  Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
Sebagai ilmu preskriptif, etika adalah cabang filsafat yang mempertimbangakan secara kritis tindakan mana yang baik atau tindakan mana yang buruk berdasarkan ajaran moral tertentu....
Penerapan Etika Jurnalistik dalam Penyiaran Berita
Penerapan Etika Jurnalistik dalam Penyiaran Berita
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika jurnalistik dalam penyiaran berita di iNews TV Makassar. Etika jurnalistik merupakan elemen penting dalam menjaga kredib...
ETIKA MEMOTRET DALAM FOTOGRAFI JURNALISTIK
ETIKA MEMOTRET DALAM FOTOGRAFI JURNALISTIK
Foto Jurnalistik adalah suatu aktivitas dokumentasi pengambilan gambar dalam sebuah peliputan berita melalui sebuah foto dan teks yang memperkuat berita tersebut dan menyampaikan b...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
Peran Fotografi Jurnalistik pada Era Digital
Peran Fotografi Jurnalistik pada Era Digital
Abstract. In today's digital era, journalistic photography is an important visual-based communication tool. Journalistic photography is a branch of a large group in the field of ph...
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Al-Qur’an adalah kitab suci ummat manusia merupakan sumber utama ajaran islam dan menjadi petunjuk kehidupan manusia karena isinya mencakup segala aspek ajaran agama yang disyariat...
JURNALISTIK PENYIARAN DAN PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA
JURNALISTIK PENYIARAN DAN PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA
Kajian tentang jurnalistik penyiaran hingga studi ini dilakukan, masih terbatas dilakukan oleh para peneliti. Dari kajian yang terbatas tersebut lazimnya juga masih sebatas masalah...

Back to Top