Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Frekuensi dan Jenis Olahraga Aerobik terhadap Dismenorea Primer pada Wanita

View through CrossRef
Abstract. Introduction: The Bradford Hills criteria evaluate the uncounted hypothetical relationship between the exposure and the effect of a given exposure with nine criteria. Primary dysmenorrhea is a gynecological problem that often occurs in women of reproductive age. One of the treatments for this pain is aerobic. There are several types of aerobic, such as jogging, treadmill, gymnastics, and fitness. If people continuously exercise with an appropriate frequency by FITT (3-5 times per week), it will reduce the intensity of primary dysmenorrhea. This study determines the impact of aerobic exercise frequency and types on primary dysmenorrhea in young adult women with Bradford Hills criteria. Methode: This study used a Scoping Review conducted by analyzing articles on four databases, namely PubMed, SpringerLink, ProQuest, and ScienceDirect. The type of research was randomized control trial or clinical trial published in the last ten years. There were 2230 articles obtained, and 393 articles met the inclusion criteria. After making adjustments to the exclusion criteria, and four of them passed. Result: This study shows that 7 Bradford Hills criteria indicate the effect of aerobic exercises, such as treadmill, jogging, fitness, and kinetic movement with a frequency of 3 times per week, duration 20-50 minutes for 4-8 weeks affected decreasing the intensity of primary dysmenorrhea in young adult women compared to the control group. Conclusion: This study showed that aerobic exercise improves primary dysmenorrhea with the Bradford Hills criteria. Abstrak. Pendahuluan: Kriteria Bradford Hills berfungsi untuk mengevaluasi hubungan hipotesis yang tidak terhitung antara pajanan dan akibat pajanan yang diberikan dengan sembilan kriteria. Dismenorea primer merupakan masalah ginekologi yang sering terjadi pada wanita usia reproduksi. Penanganan yang dapat dilakukan adalah olahraga aerobik yang memiliki beberapa jenis, seperti jogging, treadmill, senam, dan fitness yang apabila dilakukan secara kontinu dengan frekuensi sesuai dengan FITT yaitu 3-5 kali perminggu akan menurunkan intensitas dismenorea primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi dan jenis olahraga aerobik terhadap dismenorea primer pada wanita dewasa muda dengan kriteria Bradford hills. Metode: Penelitian ini menggunakan Scoping Review yang dilakukan dengan cara menganalisis artikel pada empat database yaitu PubMed, SpringerLink, ProQuest, dan ScienceDirect dengan jenis penelitian randomized control trial dan clinical trial yang terbit 10 tahun terakhir. Artikel yang didapatkan sebanyak 2230 artikel dan yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 393 artikel. Setelah dilakukan penyesuaian dengan kriteria eksklusi dan berdasarkan PICOS didapatkan 4 artikel. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 7 kriteria Bradford Hills yang menunjukan adanya pengaruh olahraga aerobik jenis treadmill, jogging, fitness dan gerakan kinetik dengan frekuensi 3 kali perminggu, durasi 20-50 menit selama 4–8 minggu terhadap penurunan intensitas dismenorea primer pada wanita dewasa muda dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa dengan kriteria Bradford Hills olahraga aerobik dapat memperbaiki dismenorea primer.
Title: Pengaruh Frekuensi dan Jenis Olahraga Aerobik terhadap Dismenorea Primer pada Wanita
Description:
Abstract.
Introduction: The Bradford Hills criteria evaluate the uncounted hypothetical relationship between the exposure and the effect of a given exposure with nine criteria.
Primary dysmenorrhea is a gynecological problem that often occurs in women of reproductive age.
One of the treatments for this pain is aerobic.
There are several types of aerobic, such as jogging, treadmill, gymnastics, and fitness.
If people continuously exercise with an appropriate frequency by FITT (3-5 times per week), it will reduce the intensity of primary dysmenorrhea.
This study determines the impact of aerobic exercise frequency and types on primary dysmenorrhea in young adult women with Bradford Hills criteria.
Methode: This study used a Scoping Review conducted by analyzing articles on four databases, namely PubMed, SpringerLink, ProQuest, and ScienceDirect.
The type of research was randomized control trial or clinical trial published in the last ten years.
There were 2230 articles obtained, and 393 articles met the inclusion criteria.
After making adjustments to the exclusion criteria, and four of them passed.
Result: This study shows that 7 Bradford Hills criteria indicate the effect of aerobic exercises, such as treadmill, jogging, fitness, and kinetic movement with a frequency of 3 times per week, duration 20-50 minutes for 4-8 weeks affected decreasing the intensity of primary dysmenorrhea in young adult women compared to the control group.
Conclusion: This study showed that aerobic exercise improves primary dysmenorrhea with the Bradford Hills criteria.
Abstrak.
Pendahuluan: Kriteria Bradford Hills berfungsi untuk mengevaluasi hubungan hipotesis yang tidak terhitung antara pajanan dan akibat pajanan yang diberikan dengan sembilan kriteria.
Dismenorea primer merupakan masalah ginekologi yang sering terjadi pada wanita usia reproduksi.
Penanganan yang dapat dilakukan adalah olahraga aerobik yang memiliki beberapa jenis, seperti jogging, treadmill, senam, dan fitness yang apabila dilakukan secara kontinu dengan frekuensi sesuai dengan FITT yaitu 3-5 kali perminggu akan menurunkan intensitas dismenorea primer.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi dan jenis olahraga aerobik terhadap dismenorea primer pada wanita dewasa muda dengan kriteria Bradford hills.
Metode: Penelitian ini menggunakan Scoping Review yang dilakukan dengan cara menganalisis artikel pada empat database yaitu PubMed, SpringerLink, ProQuest, dan ScienceDirect dengan jenis penelitian randomized control trial dan clinical trial yang terbit 10 tahun terakhir.
Artikel yang didapatkan sebanyak 2230 artikel dan yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 393 artikel.
Setelah dilakukan penyesuaian dengan kriteria eksklusi dan berdasarkan PICOS didapatkan 4 artikel.
Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 7 kriteria Bradford Hills yang menunjukan adanya pengaruh olahraga aerobik jenis treadmill, jogging, fitness dan gerakan kinetik dengan frekuensi 3 kali perminggu, durasi 20-50 menit selama 4–8 minggu terhadap penurunan intensitas dismenorea primer pada wanita dewasa muda dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa dengan kriteria Bradford Hills olahraga aerobik dapat memperbaiki dismenorea primer.

Related Results

GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Dismenorea merupakan salah satu masalah menstruasi yang sering terjadi pada wanita. Dismenorea terjadi akibat kelebihan produksi prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontrakt...
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Dismenorea dengan Perilaku Penanganan Dismenorea pada Mahasiswi FK UMI Makassar Angkatan 2013
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Dismenorea dengan Perilaku Penanganan Dismenorea pada Mahasiswi FK UMI Makassar Angkatan 2013
Dismenorea merupakan nyeri perut bagian bawah yang terkadang rasa nyeri tersebut meluas hingga ke pinggang, punggung bagian bawah dan paha. Angka kejadian dismenorea di dunia sanga...
PERBEDAAN PENGARUH FREKUENSI LATIHAN SENAM AEROBIK TERHADAP PENURUNAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DAN BERAT BADAN PADA MEMBERS WANITA
PERBEDAAN PENGARUH FREKUENSI LATIHAN SENAM AEROBIK TERHADAP PENURUNAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DAN BERAT BADAN PADA MEMBERS WANITA
Senam aerobik merupakan salah satu jenis latihan fisik yang digunakan sebagai sarana mencegah dan menurunkan berat badan serta sebagai sarana rehabilitasi atau terapi yang efektif....
Pengaruh Feedback dan Motivasi Latihan Terhadap Keterampilan Passing Control Sepak Bola
Pengaruh Feedback dan Motivasi Latihan Terhadap Keterampilan Passing Control Sepak Bola
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang perbedaan variabel bebas terhadap variabel terikat. Terdapat dua variabel bebas dalam penelitian ini, yaitu perlakuan lat...
Perancangan Crossover Dua Jalur Pasif dan Aktif Orde Dua
Perancangan Crossover Dua Jalur Pasif dan Aktif Orde Dua
Sirkuit crossover pasif terdiri dari komponen pasif (induktor dan kapasitor) yang tidak mempunyai penguatan daya. Sirkuit crossover aktif terdiri dari komponen pasif (resistor dan ...
OLAHRAGA PILIHAN
OLAHRAGA PILIHAN
Buku ini berjudul “Olahraga Pilihan”. Penulisan buku ini didasarkan kepada realitas yang terjadi di masyarakat bahwa olahraga hanya dipandang sebagai sesuatu yang melelahkan, dan a...

Back to Top