Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Kuat Arus Pengelasan Sambungan Tube to Tubesheet Stainless Steel Type 316L Terhadap Struktur Mikro, dan Kekerasan di Heat Exchanger

View through CrossRef
Sambungan tube to tubesheet pada heat exchanger berperan penting dalam menjamin kinerja dan keandalan operasi. Variasi kuat arus pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) memengaruhi heat input yang berdampak pada struktur mikro, struktur makro, dan sifat mekanik sambungan. Penelitian ini menganalisis pengaruh arus 110 A, 130 A, dan 150 A pada sambungan tube SA-213 TP316L ke tubesheet SA-240 TP316L setelah tube expansion sebesar 8% sesuai standar TEMA edisi ke-11. Pengujian meliputi uji mikro, makro, dan kekerasan metode Vickers pada enam zona. Hasil menunjukkan bahwa kenaikan arus meningkatkan heat input, memengaruhi lebar Heat Affected Zone (HAZ) dan morfologi butir. Arus 150 A menghasilkan fusi sempurna tanpa cacat makro, memperhalus butir pada zona las, serta memberikan kekerasan tertinggi 357,4 Kgf/mm2 pada area of expand, sedangkan kekerasan terendah 182,0 Kgf/mm2 tercatat pada base metal tube (110 A). Peningkatan kekerasan weld metal dari 200,8 Kgf/mm2 menjadi 225,8 Kgf/mm2 menandakan kontribusi heat input optimal dalam pembentukan butir halus. Nilai tinggi pada area of expand disebabkan strain hardening akibat proses ekspansi. Pemilihan arus optimal terbukti penting untuk integritas sambungan dan sifat mekanik yang baik.
Title: Analisis Kuat Arus Pengelasan Sambungan Tube to Tubesheet Stainless Steel Type 316L Terhadap Struktur Mikro, dan Kekerasan di Heat Exchanger
Description:
Sambungan tube to tubesheet pada heat exchanger berperan penting dalam menjamin kinerja dan keandalan operasi.
Variasi kuat arus pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) memengaruhi heat input yang berdampak pada struktur mikro, struktur makro, dan sifat mekanik sambungan.
Penelitian ini menganalisis pengaruh arus 110 A, 130 A, dan 150 A pada sambungan tube SA-213 TP316L ke tubesheet SA-240 TP316L setelah tube expansion sebesar 8% sesuai standar TEMA edisi ke-11.
Pengujian meliputi uji mikro, makro, dan kekerasan metode Vickers pada enam zona.
Hasil menunjukkan bahwa kenaikan arus meningkatkan heat input, memengaruhi lebar Heat Affected Zone (HAZ) dan morfologi butir.
Arus 150 A menghasilkan fusi sempurna tanpa cacat makro, memperhalus butir pada zona las, serta memberikan kekerasan tertinggi 357,4 Kgf/mm2 pada area of expand, sedangkan kekerasan terendah 182,0 Kgf/mm2 tercatat pada base metal tube (110 A).
Peningkatan kekerasan weld metal dari 200,8 Kgf/mm2 menjadi 225,8 Kgf/mm2 menandakan kontribusi heat input optimal dalam pembentukan butir halus.
Nilai tinggi pada area of expand disebabkan strain hardening akibat proses ekspansi.
Pemilihan arus optimal terbukti penting untuk integritas sambungan dan sifat mekanik yang baik.

Related Results

Blunt Chest Trauma and Chylothorax: A Systematic Review
Blunt Chest Trauma and Chylothorax: A Systematic Review
Abstract Introduction: Although traumatic chylothorax is predominantly associated with penetrating injuries, instances following blunt trauma, as a rare and challenging condition, ...
PERBANDINGAN PENGELASAN SMAW DENGAN PREHEATING DAN NON - PREHEATING TERHADAP NILAI KEKERASAN PADA SAMBUNGAN BAJA SS400
PERBANDINGAN PENGELASAN SMAW DENGAN PREHEATING DAN NON - PREHEATING TERHADAP NILAI KEKERASAN PADA SAMBUNGAN BAJA SS400
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan awal (preheating) pengelasan SMAW dengan pendinginan udara, pada daerah HAZ dan weld metal. Pengelasan menggunakan kuat...
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Proses pengelasan banyak digunakan untuk penyambungan pada konstruksi mesin dan konstruksi baja. Salah satu metode pengelasan yang populer saat ini adalah SMAW. Pengelasan SMAW efe...
PENGARUH VARIASI KAMPUH TERHADAP KARAKTERISTIK SAMBUNGAN LAS PADA PROSES PENGELASAN METODE GLOBULAR ARC (GMAW)
PENGARUH VARIASI KAMPUH TERHADAP KARAKTERISTIK SAMBUNGAN LAS PADA PROSES PENGELASAN METODE GLOBULAR ARC (GMAW)
Perkembangan teknologi manufaktur pada era modern sekarang ini banyak ditemukan pembuatan produk/komponen yang menggunakan penyambungan material logam dengan menggunakan metode pen...
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Penstock pipe adalah inti dari proses pengaliran air bertekanan dari bendungan sampai ke turbin, sehingga diperlukan hasil sambungan pengelasan yang baik tanpa cacat las di daerah ...
STUDI PENGELASAN SMAW PADA SAMBUNGAN KAMPUH V TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA AISI 1050
STUDI PENGELASAN SMAW PADA SAMBUNGAN KAMPUH V TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA AISI 1050
  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan sambungan las V pada baja AISI 1050 dengan elektroda 7016 menggunakan proses pengelasan SMAW, serta untuk melakukan pengujian tari...
Pengaruh Tekanan terhadap Sifat Mekanik dan Mikrostruktur pada Sambungan Las Gesek Aluminium AA1100
Pengaruh Tekanan terhadap Sifat Mekanik dan Mikrostruktur pada Sambungan Las Gesek Aluminium AA1100
Teknik pengelasan pada aluminium sudah banyak dilakukan, tetapi masih perlu dikembangkan agar dapat tersambung dengan baik. Pengelasan gesek (friction welding) adalah penyambungan ...

Back to Top