Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN PENGELASAN SMAW DENGAN PREHEATING DAN NON - PREHEATING TERHADAP NILAI KEKERASAN PADA SAMBUNGAN BAJA SS400

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan awal (preheating) pengelasan SMAW dengan pendinginan udara, pada daerah HAZ dan weld metal. Pengelasan menggunakan kuat arus 160A, dengan proses non-preheating, dan preheating 260ºC pada pelat baja SS 400. Dari pengelasan non-preheating didapatkan nilai kekerasan pada daerah HAZ sebesar 81,67 HRʙ dan pada daerah weld metal didapatkan nilai kekerasan sebesar 80 HRʙ. Sedangkan pada pengelasan preheating 260 °C pada daerah HAZ nilai kekerasan sebesar 71,83 HRʙ mengalami penurunan 12% dan pada daerah weld metal nilai kekerasan sebesar 68 HRʙ mengalami penurunan 15%. Pada non-preheating daerah HAZ struktur mikro pearlite lebih banyak dibanding ferrite, daerah weld metal ukuran pearlite lebih renggang. Sedangkan pada preheating 260 °C daerah HAZ struktur ferrit mendominasi dan pearlite yang sedikit dengan perbandingan persebaran struktur mikro lebih merata, daerah weld metal struktur ferrit lebih renggang dan pearlite tidak merata. Dengan penambahan temperatur preheating dan pendinginan udara (normal) mengakibatkan pendinginan lambat sehingga menghasilkan nilai kekerasan menurun pada daerah HAZ dan weld metal, penurunan nilai kekerasan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain temperatur proses preheating dan kuat arus yang tinggi diangka 160 Ampere yang mengakibatkan penutupan terak tidak cukup dan tampilan rigi las buruk, kemungkinan terjadinya lubang cacing dan terak tinggi serta daerah las yang rapuh karena panas berlebih. Pada proses pengelasan dengan temperatur preheating 260 °C pada daerah weld metal nilai kekerasannya lebih rendah dibanding daerah base metal, bisa dikarenakan struktur mikro pada material terlebih dulu berubah karena temperatur preheating yang tinggi mengalami pendinginan lambat. sehingga saat dilakukan proses pengelasan hanya mempengaruhi sedikit perubahan struktur mikro-nya.
Title: PERBANDINGAN PENGELASAN SMAW DENGAN PREHEATING DAN NON - PREHEATING TERHADAP NILAI KEKERASAN PADA SAMBUNGAN BAJA SS400
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan awal (preheating) pengelasan SMAW dengan pendinginan udara, pada daerah HAZ dan weld metal.
Pengelasan menggunakan kuat arus 160A, dengan proses non-preheating, dan preheating 260ºC pada pelat baja SS 400.
Dari pengelasan non-preheating didapatkan nilai kekerasan pada daerah HAZ sebesar 81,67 HRʙ dan pada daerah weld metal didapatkan nilai kekerasan sebesar 80 HRʙ.
Sedangkan pada pengelasan preheating 260 °C pada daerah HAZ nilai kekerasan sebesar 71,83 HRʙ mengalami penurunan 12% dan pada daerah weld metal nilai kekerasan sebesar 68 HRʙ mengalami penurunan 15%.
Pada non-preheating daerah HAZ struktur mikro pearlite lebih banyak dibanding ferrite, daerah weld metal ukuran pearlite lebih renggang.
Sedangkan pada preheating 260 °C daerah HAZ struktur ferrit mendominasi dan pearlite yang sedikit dengan perbandingan persebaran struktur mikro lebih merata, daerah weld metal struktur ferrit lebih renggang dan pearlite tidak merata.
Dengan penambahan temperatur preheating dan pendinginan udara (normal) mengakibatkan pendinginan lambat sehingga menghasilkan nilai kekerasan menurun pada daerah HAZ dan weld metal, penurunan nilai kekerasan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain temperatur proses preheating dan kuat arus yang tinggi diangka 160 Ampere yang mengakibatkan penutupan terak tidak cukup dan tampilan rigi las buruk, kemungkinan terjadinya lubang cacing dan terak tinggi serta daerah las yang rapuh karena panas berlebih.
Pada proses pengelasan dengan temperatur preheating 260 °C pada daerah weld metal nilai kekerasannya lebih rendah dibanding daerah base metal, bisa dikarenakan struktur mikro pada material terlebih dulu berubah karena temperatur preheating yang tinggi mengalami pendinginan lambat.
sehingga saat dilakukan proses pengelasan hanya mempengaruhi sedikit perubahan struktur mikro-nya.

Related Results

Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Proses pengelasan banyak digunakan untuk penyambungan pada konstruksi mesin dan konstruksi baja. Salah satu metode pengelasan yang populer saat ini adalah SMAW. Pengelasan SMAW efe...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Penstock pipe adalah inti dari proses pengaliran air bertekanan dari bendungan sampai ke turbin, sehingga diperlukan hasil sambungan pengelasan yang baik tanpa cacat las di daerah ...
PENGARUH VARIASI KAMPUH TERHADAP KARAKTERISTIK SAMBUNGAN LAS PADA PROSES PENGELASAN METODE GLOBULAR ARC (GMAW)
PENGARUH VARIASI KAMPUH TERHADAP KARAKTERISTIK SAMBUNGAN LAS PADA PROSES PENGELASAN METODE GLOBULAR ARC (GMAW)
Perkembangan teknologi manufaktur pada era modern sekarang ini banyak ditemukan pembuatan produk/komponen yang menggunakan penyambungan material logam dengan menggunakan metode pen...
Menentukan Varian Arus Pengelasan Plat (A36) Las SMAW Dengan Elektroda E7018
Menentukan Varian Arus Pengelasan Plat (A36) Las SMAW Dengan Elektroda E7018
Kekuatan hasil sambungan las dapat dipengaruhi oleh masukan panas, masukan panas yang baik akan mengakibatkan logam las berdifusi dengan baik atau tidak, sehingga akan berpengaruh ...
STUDI PENGELASAN SMAW PADA SAMBUNGAN KAMPUH V TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA AISI 1050
STUDI PENGELASAN SMAW PADA SAMBUNGAN KAMPUH V TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA AISI 1050
  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan sambungan las V pada baja AISI 1050 dengan elektroda 7016 menggunakan proses pengelasan SMAW, serta untuk melakukan pengujian tari...

Back to Top