Javascript must be enabled to continue!
EFEK PENGOLAHAN KONVENSIONAL PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK BIJI KABAU (ARCHIDENDRON BUBALINUM)
View through CrossRef
Biji kabau merupakan polong-polongan asli Indonesia yang memiliki kandungan protein tinggi. Namun, biji kabau juga memiliki kandungan anti gizi yang tinggi. Oleh karenanya, proses pengolahan perlu dilakukan sebelum biji kabau dikonsumsi untuk menurunkan kandungan senyawa anti gizi di dalamnya. Proses pengolahan tidak hanya memengaruhi kandungan gizi dan anti gizinya, tetapi juga berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan organoleptik biji kabau. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan fisik dan organoleptik biji kabau yang telah melalui proses pengolahan konvensional, yaitu perebusan, pengukusan dan penggorengan. Biji kabau diperoleh dari Bengkulu. Ruang lingkup pengujian yaitu analisis warna menggunakan chroma meter dan tingkat kekerasan menggunakan universal testing mechine. Uji hedonik dan deskriptif digunakan untuk Analisis Organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan secara keseluruhan dapat meningkatkan nilai *L pada warna kulit ari biji kabau. Namun, peningkatan durasi pengolahan justru menurunkan nilai *L pada warna endosperma biji kabau. Peningkatan durasi pengolahan juga menurunkan tingkat kekerasan pada daging biji kabau. Berdasarkan parameter kesukaan secara keseluruhan, panelis menyukai biji kabau kukus 10 menit, biji kabau rebus 6 menit, dan biji kabau goreng 3 menit. Hasil penelitian tersebut dapat digunakan sebagai rujukan bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi biji kabau agar memiliki karakteristik fisik dan organoleptik yang disukai. Berdasarkan parameter overall panelis menyukai kabau kukus 10 menit, kabau rebus 6 menit, dan kabau goreng 3 menit. Kata kunci: Kabau; Organoleptik; Tekstur; Warna
Brawijaya University
Title: EFEK PENGOLAHAN KONVENSIONAL PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK BIJI KABAU (ARCHIDENDRON BUBALINUM)
Description:
Biji kabau merupakan polong-polongan asli Indonesia yang memiliki kandungan protein tinggi.
Namun, biji kabau juga memiliki kandungan anti gizi yang tinggi.
Oleh karenanya, proses pengolahan perlu dilakukan sebelum biji kabau dikonsumsi untuk menurunkan kandungan senyawa anti gizi di dalamnya.
Proses pengolahan tidak hanya memengaruhi kandungan gizi dan anti gizinya, tetapi juga berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan organoleptik biji kabau.
Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan fisik dan organoleptik biji kabau yang telah melalui proses pengolahan konvensional, yaitu perebusan, pengukusan dan penggorengan.
Biji kabau diperoleh dari Bengkulu.
Ruang lingkup pengujian yaitu analisis warna menggunakan chroma meter dan tingkat kekerasan menggunakan universal testing mechine.
Uji hedonik dan deskriptif digunakan untuk Analisis Organoleptik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan secara keseluruhan dapat meningkatkan nilai *L pada warna kulit ari biji kabau.
Namun, peningkatan durasi pengolahan justru menurunkan nilai *L pada warna endosperma biji kabau.
Peningkatan durasi pengolahan juga menurunkan tingkat kekerasan pada daging biji kabau.
Berdasarkan parameter kesukaan secara keseluruhan, panelis menyukai biji kabau kukus 10 menit, biji kabau rebus 6 menit, dan biji kabau goreng 3 menit.
Hasil penelitian tersebut dapat digunakan sebagai rujukan bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi biji kabau agar memiliki karakteristik fisik dan organoleptik yang disukai.
Berdasarkan parameter overall panelis menyukai kabau kukus 10 menit, kabau rebus 6 menit, dan kabau goreng 3 menit.
Kata kunci: Kabau; Organoleptik; Tekstur; Warna.
Related Results
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
UJI ORGANOLEPTIK DAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA FRUITGHURT SARI
JAMBU BIJI MERAH
UJI ORGANOLEPTIK DAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA FRUITGHURT SARI
JAMBU BIJI MERAH
Fruitghurt jambu biji merah merupakan produk fermentasi jambu biji merah menggunakan bakteri asam laktat (BAL), yaitu Lactobacillus acidophilus yang merupakan bakteri probiotik han...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
CAMPURAN TEPUNG BIJI DURIAN DAN TEPUNG TERIGU MENJADI CAKE
CAMPURAN TEPUNG BIJI DURIAN DAN TEPUNG TERIGU MENJADI CAKE
Berlimpahnya limbah biji durian pada musim durian belum banyak dimanfaatkan, disisi lain biji durian berpotensi sebagai sumber bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengide...
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Kalium Nitrat (KNO3) Terhadap Pematahan Masa Dormansi Biji Kopi Robusta (Coffea canephora)
Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Kalium Nitrat (KNO3) Terhadap Pematahan Masa Dormansi Biji Kopi Robusta (Coffea canephora)
Pembibitan kopi sering dihadapkan dengan masa dormansi biji kopi yang disebabkan oleh kulit ari biji kopi yang keras. Kalium nitrat (KNO3) dapat melunakkan kulit biji dan mempermud...
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Penyimpanan persediaan farmasi harus mengikuti regulasi yang berlaku untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan. Tujuannya menjaga kualitas, mencegah penyalahgunaan, dan mengelo...
VIABILITAS POLEN DAN AKUMULASI CADANGAN MAKANAN DALAM BIJI PADI AKIBAT CEKAMAN SUHU TINGGI
VIABILITAS POLEN DAN AKUMULASI CADANGAN MAKANAN DALAM BIJI PADI AKIBAT CEKAMAN SUHU TINGGI
Cekaman suhu tinggi merupakan salah satu cekaman lingkungan abiotik yang disebabkan oleh peningkatan suhu lingkungan akibat dari perubahan iklim. Budidaya di dataran rendah terdapa...

