Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RETENSI AIR DAN DERAJAT KEJENUHAN TANAH GAMBUT DARI KAWASAN DAS SABANGAU

View through CrossRef
Air berperan penting dalam proses pembentukan, pengolahan, manajemen pemanfaatan, dan pelestarian tanah gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik retensi air dan derajat kejenuhan tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Alam Hutan Gambut, Kalimantan Tengah, tahun 2007 sampai dengan tahun 2014. Contoh gambut diambil dari tiga kategori ketebalan gambut, yaitu Gambut Dangkal (SP), Gambut Sedang (MP) dan Gambut Dalam (DP), dari lapisan permukaan (0-50 cm atau L-1) dan lapisan sub permukaan (50-100 cm atau L-2). Kadar lengas volumetrik (θw) L-1 selalu lebih rendah dari L-2, kecuali untuk DP, dimana kadar lengas pada aras pF1; pF2 dan pF 2,54 pada L-1 lebih tinggi dari L-2. Kadar lengas DP, L-1 masing-masing senilai 29,36%, 17,59% dan 13,37% untuk aras pF 1, pF 2, dan pF 2,54, lebih rendah dari L-2, senilai 36,77%, 18,90 % dan 14,51 % pada nilai aras pF yang sama. Nilai rata-rata total pori pada L-1 kategori SP, MP dan DP berturut-turut adalah 84,67%, 86,40% dan 86,98%. Pada L-2, nilai rata-rata total pori kategori SP, MP dan DP berturut-turut adalah 83,53%, 84,56%, dan 86,93%. Nilai derajat kejenuhan (S) semua aras pF pada L-1 kategori MP cenderung lebih tinggi dari SP dan DP, kecuali pF 4,20; dimana nilai S untuk SP (22,35%) lebih tinggi dari MP (10,63%,) dan DP (7,53%). Selanjutnya, untuk L-2, nilai S untuk SP cenderung lebih tinggi dari MP dan DP, kecuali pF 0, dimana MP mempunyai nilai S yang lebih tinggi dari SP dan DP.Kata Kunci : Kadar Lengas, Total Pori, Derajat Kejenuhan.
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang
Title: RETENSI AIR DAN DERAJAT KEJENUHAN TANAH GAMBUT DARI KAWASAN DAS SABANGAU
Description:
Air berperan penting dalam proses pembentukan, pengolahan, manajemen pemanfaatan, dan pelestarian tanah gambut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik retensi air dan derajat kejenuhan tanah gambut.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Alam Hutan Gambut, Kalimantan Tengah, tahun 2007 sampai dengan tahun 2014.
Contoh gambut diambil dari tiga kategori ketebalan gambut, yaitu Gambut Dangkal (SP), Gambut Sedang (MP) dan Gambut Dalam (DP), dari lapisan permukaan (0-50 cm atau L-1) dan lapisan sub permukaan (50-100 cm atau L-2).
Kadar lengas volumetrik (θw) L-1 selalu lebih rendah dari L-2, kecuali untuk DP, dimana kadar lengas pada aras pF1; pF2 dan pF 2,54 pada L-1 lebih tinggi dari L-2.
Kadar lengas DP, L-1 masing-masing senilai 29,36%, 17,59% dan 13,37% untuk aras pF 1, pF 2, dan pF 2,54, lebih rendah dari L-2, senilai 36,77%, 18,90 % dan 14,51 % pada nilai aras pF yang sama.
Nilai rata-rata total pori pada L-1 kategori SP, MP dan DP berturut-turut adalah 84,67%, 86,40% dan 86,98%.
Pada L-2, nilai rata-rata total pori kategori SP, MP dan DP berturut-turut adalah 83,53%, 84,56%, dan 86,93%.
Nilai derajat kejenuhan (S) semua aras pF pada L-1 kategori MP cenderung lebih tinggi dari SP dan DP, kecuali pF 4,20; dimana nilai S untuk SP (22,35%) lebih tinggi dari MP (10,63%,) dan DP (7,53%).
Selanjutnya, untuk L-2, nilai S untuk SP cenderung lebih tinggi dari MP dan DP, kecuali pF 0, dimana MP mempunyai nilai S yang lebih tinggi dari SP dan DP.
Kata Kunci : Kadar Lengas, Total Pori, Derajat Kejenuhan.

Related Results

POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewett...
KAJIAN KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL (JL. ADHIYAKSA, JL. CEMARA RAYA, JL. CEMARA UJUNG, JL. SULTAN ADAM)
KAJIAN KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL (JL. ADHIYAKSA, JL. CEMARA RAYA, JL. CEMARA UJUNG, JL. SULTAN ADAM)
Permasalahan lalu lintas umumnya disebabkan oleh tidak teraturnya arah gerakan arus kendaraan pada simpang. Hal ini terjadi pada waktu jam-jam sibuk, sehingga volume lalu lintas me...
POTENSI NILAI CBR TANAH TIMBUNAN DI ATAS TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA PERKUATAN
POTENSI NILAI CBR TANAH TIMBUNAN DI ATAS TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA PERKUATAN
Tanah gambut merupakan salah satu jenis tanah dasar yang kurang baik untuk konstruksi jalan. Tanah gambut memiliki daya dukung rendah yang ditandai dari nilai CBR (California Beari...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
Studi Review: Perbandingan Cadangan Karbon pada Tanah Gambut dan Tanah Mangrove
Studi Review: Perbandingan Cadangan Karbon pada Tanah Gambut dan Tanah Mangrove
Pemanasan global (global warming) merupakan salah satu bahasan penting yang menjadi perhatian banyak pihak di seluruh dunia. Salah satu upaya penurunan emisi karbon dapat dilakukan...

Back to Top