Javascript must be enabled to continue!
PATOLOGI BIROKRASI DAN UPAYA PENCEGAHANNYA UNTUK MENCIPTAKAN BIROKRASI YANG EFISIEN
View through CrossRef
Abstrak
Birokrasi identik dengan kesan proses yang panjang dan berbelit-belit, akibatnya birokrasi mendapatkan citra negatif. Adanya kenyataan yang dialami di lingkungan birokrasi pemerintah seperti prosedur kerja yang berliku liku, beban kerja tidak merata, lamban, tidak efisien, kaku, kurang transparan, perilaku korupsi, kondisi itu digambarkan sebagai birokrasi sakit atau patologi birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan berbagai macam praktik patologi birokrasi di Indonesia serta pencegahannya agar bisa menciptakan birokrasi yang efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjalanan birokrasi di Indonesia berkaitan erat dengan budaya bangsa dan dipengaruhi oleh permasalahan kultur yang ada. Budaya dan kebiasaan-kebiasaan yang sulit untuk diubah karena berkaitan erat dengan aspek moralitas, hal tersebut menjadi awal munculnya gejala dari patologi birokrasi. Budaya pungli, sogok menyogok, lambatnya pelayanan, prosedur yang berbelit-belit, korupsi, kolusi, dan nepotisme sudah menjadi kebiasaan bagi bangsa Indonesia. Maka dari itu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah adanya patologi birokrasi yaitu dengan mengubah posisi dan peran birokrasi yang selama ini dilaksanakan. Selain itu dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance dapat mencegah patologi birokrasi terutama dalam korupsi, kolusi, dan nepotisme untuk menciptakan birokrasi yang efisien.
Kata Kunci: Patologi Birokrasi, Pencegahan Patologi Birokrasi, Birokrasi Efisien.
Abstract
Bureaucracy is identical with the impression of a long and convoluted process, as a result of which the bureaucracy gets a negative image. The reality experienced in the government bureaucracy, such as tortuous work procedures, unevenworkload, sluggishness, inefficient, rigid, lack of transparency, corrupt behavior, these conditions are described as sick bureaucracy or bureaucratic pathology. This study aims to determine the conditions and various kinds of bureaucratic pathology practices in Indonesia and their prevention in order to create an efficient bureaucracy. The method used in this research is a qualitative approach with literature study techniques. The results of the study indicate that the journey of the bureaucracy in Indonesia is closely related to the nation's culture and is influenced by existing cultural problems. Culture and habits that are difficult to change because they are closely related to aspects of morality, this is the beginning of the emergence of symptoms of bureaucratic pathology. The culture of extortion, bribery, slow service, complicated procedures, corruption, collusion and nepotism has become a habit for the Indonesian people. Therefore, efforts can be made to prevent bureaucratic pathology, namely by changing the position and role of the bureaucracy that has been implemented so far. In addition, applying the principles of good governance can prevent bureaucratic pathology, especially in corruption, collusion, and nepotism to create an efficient bureaucracy.
Keywords: Bureaucratic Pathology, Bureaucratic Pathology Prevention, Efficient Bureaucracy
Goacademica Research and Publishing
Title: PATOLOGI BIROKRASI DAN UPAYA PENCEGAHANNYA UNTUK MENCIPTAKAN BIROKRASI YANG EFISIEN
Description:
Abstrak
Birokrasi identik dengan kesan proses yang panjang dan berbelit-belit, akibatnya birokrasi mendapatkan citra negatif.
Adanya kenyataan yang dialami di lingkungan birokrasi pemerintah seperti prosedur kerja yang berliku liku, beban kerja tidak merata, lamban, tidak efisien, kaku, kurang transparan, perilaku korupsi, kondisi itu digambarkan sebagai birokrasi sakit atau patologi birokrasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan berbagai macam praktik patologi birokrasi di Indonesia serta pencegahannya agar bisa menciptakan birokrasi yang efisien.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjalanan birokrasi di Indonesia berkaitan erat dengan budaya bangsa dan dipengaruhi oleh permasalahan kultur yang ada.
Budaya dan kebiasaan-kebiasaan yang sulit untuk diubah karena berkaitan erat dengan aspek moralitas, hal tersebut menjadi awal munculnya gejala dari patologi birokrasi.
Budaya pungli, sogok menyogok, lambatnya pelayanan, prosedur yang berbelit-belit, korupsi, kolusi, dan nepotisme sudah menjadi kebiasaan bagi bangsa Indonesia.
Maka dari itu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah adanya patologi birokrasi yaitu dengan mengubah posisi dan peran birokrasi yang selama ini dilaksanakan.
Selain itu dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance dapat mencegah patologi birokrasi terutama dalam korupsi, kolusi, dan nepotisme untuk menciptakan birokrasi yang efisien.
Kata Kunci: Patologi Birokrasi, Pencegahan Patologi Birokrasi, Birokrasi Efisien.
Abstract
Bureaucracy is identical with the impression of a long and convoluted process, as a result of which the bureaucracy gets a negative image.
The reality experienced in the government bureaucracy, such as tortuous work procedures, unevenworkload, sluggishness, inefficient, rigid, lack of transparency, corrupt behavior, these conditions are described as sick bureaucracy or bureaucratic pathology.
This study aims to determine the conditions and various kinds of bureaucratic pathology practices in Indonesia and their prevention in order to create an efficient bureaucracy.
The method used in this research is a qualitative approach with literature study techniques.
The results of the study indicate that the journey of the bureaucracy in Indonesia is closely related to the nation's culture and is influenced by existing cultural problems.
Culture and habits that are difficult to change because they are closely related to aspects of morality, this is the beginning of the emergence of symptoms of bureaucratic pathology.
The culture of extortion, bribery, slow service, complicated procedures, corruption, collusion and nepotism has become a habit for the Indonesian people.
Therefore, efforts can be made to prevent bureaucratic pathology, namely by changing the position and role of the bureaucracy that has been implemented so far.
In addition, applying the principles of good governance can prevent bureaucratic pathology, especially in corruption, collusion, and nepotism to create an efficient bureaucracy.
Keywords: Bureaucratic Pathology, Bureaucratic Pathology Prevention, Efficient Bureaucracy.
Related Results
Patologi Birokrasi
Patologi Birokrasi
Patologi birokrasi merupakan penyakit yang melemahkan sendi-sendi kehidupan birokrasi. Penyakit ini tidak muncul begitu saja, namun sudah ada sejak lama dan tetap terjaga. Birokras...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Iron Cage Birokrasi Pendidikan: Suatu Analisis Sosiologis
Iron Cage Birokrasi Pendidikan: Suatu Analisis Sosiologis
This article aims to describe the education bureaucracy as a tool to achieve the objectives of education through a qualitative approach to the literature study model. The data in t...
SISTEM PRODUKSI SANDAL SANDRIA TASIKMALAYA
SISTEM PRODUKSI SANDAL SANDRIA TASIKMALAYA
Kemajuan teknologi yang serba cepat dari akhir abad ke-20 dan pembukaan pasar di seluruh dunia melalui berbagai perjanjian perdagangan memotivasi perusahaan-perusahaan untuk melunc...
makalah jenis jenis narkoba-vania
makalah jenis jenis narkoba-vania
BAB 1PENDAHULUANA.Latar BelakangNarkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya BNN (2006). Narkoba pada awalnya digunakan untuk keperluan medis, p...
Efektivitas Pelayanan Digital Dalam Mempermudah Birokrasi Dan Pengelolaan Data Publik
Efektivitas Pelayanan Digital Dalam Mempermudah Birokrasi Dan Pengelolaan Data Publik
Digitalisasi dalam pelayanan publik telah menjadi prioritas utama reformasi birokrasi di era modern untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan r...

