Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakterisasi Fisiologis Rizobakteri Secara In Vitro Terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora L.)

View through CrossRef
Abstrak. Salah satu perkebunan di Indonesia menghasilkan kakao (Theobroma cacao L.), yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dan cadangan devisa Indonesia. Masih terdapat tantangan dalam pengembangan kakao di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Aceh, antara lain adanya penyakit dan hama yang berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas kakao. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mendapatkan isolat rizobakteri yang mampu berperan sebagai kandidat agen biokontrol dalam menghambat pertumbuhan koloni patogen P. palmivora secara in vitro. Disamping itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jenis rizobakteri indigenous dapat berperan sebagai kandidat agen pemacu pertumbuhan tanaman dengan isolat patogen P. palmivora. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan Oktober 2020 sampai Mei 2021. Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial digunakan dalam penelitian ini. Faktor yang diteliti yaitu jenis isolat rizobakteri indigenous sebanyak 8 jenis isolat. Pengamatan yang dilakukan mencakup daya hambat pertumbuhan koloni patogen, laju penghambatan, aktivitas enzim protease, kemampuan melarut fosfat, produksi IAA, produksi HCN, dan produksi senyawa siderofor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan isolat rizobakteri indigenous GM 8/1 dan GM 7/10 merupakan dua isolat yang memiliki daya hambat sangat tinggi. Sedangkan laju penghambatan relatif lebih tinggi diperoleh dari isolat GM 8/3. Sementara aktivitas enzim protease tertinggi terdapat pada isolat GM 5/6 dan isolat GM 7/10. Kemampuan melarut fosfat tertinggi diperoleh pada isolat rizobakteri GM 7/10. Isolat rizobakteri yang menghasilkan senyawa IAA lebih tinggi pada isolat GM 8/1, GM 8/3 dan GM 8/11. Produksi senyawa HCN diperoleh pada 3 isolat rizobakteri yaitu GM 5/6, GM 7/10 dan GM 8/8. Semua isolat mampu memproduksi senyawa siderofor.Kata kunci : Kakao, Fisiologis Rizobakteri, In VitroPhysiological Characterization of Rhizobacteria In Vitro Against Cocoa Fruit Rot Disease (Phytophthora Palmivora L.)Abstract. Cocoa (Theobroma cacao L.) is one of the plantation commodities in Indonesia which has an important role for the national economy to increase the country’s foreign exchange. Cocoa development broadly, including in Aceh Province, still faces obstacles, namely the presence of pests and diseases that cause low cocoa productivity in Indonesia. The aim of this study was to obtain rhizobacteria isolates capable of acting as candidates for biocontrol agents in inhibiting the growth of P. palmivora pathogenic colonies in vitro. In addition, this study aims to determine whether indigenous rhizobacteria can act as candidates for plant growth promoting agents with pathogenic isolates of P. palmivora. This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. The implementation of this study began in October 2020 until May 2021. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) method.  The factors studied were 8 types of indigenous rhizobacteria isolates. The observations made included the inhibition of the growth of pathogenic colonies, the rate of inhibition, the activity of the protease enzyme, the ability to dissolve phosphate, the production of IAA, the production of HCN, and the production of siderophores. The results showed that the ability of the rhizobacteria isolates indigenous GM 8/1 and GM 7/10 were two isolates that had very high inhibitory power. While the relatively higher inhibition rate was obtained from GM 8/3 isolates.  Meanwhile the highest protease enzyme activity was found in GM 5/6 isolate and GM 7/10 isolate. The highest phosphate solubilizing ability was found in GM 7/10 rhizobacteria isolate. Isolated rhizobacteria that produced IAA compounds were higher in GM 8/1, GM 8/3 and GM 8/11 isolates. The production of HCN compounds was obtained in 3 isolates of rhizobacteria, namely GM 5/6. GM 7/10 and GM 8/8.Keywords: Cacao, Physiological Rhizobacteria, In Vitro
Title: Karakterisasi Fisiologis Rizobakteri Secara In Vitro Terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora L.)
Description:
Abstrak.
Salah satu perkebunan di Indonesia menghasilkan kakao (Theobroma cacao L.
), yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dan cadangan devisa Indonesia.
Masih terdapat tantangan dalam pengembangan kakao di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Aceh, antara lain adanya penyakit dan hama yang berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas kakao.
Penelitian ini bertujuan adalah untuk mendapatkan isolat rizobakteri yang mampu berperan sebagai kandidat agen biokontrol dalam menghambat pertumbuhan koloni patogen P.
palmivora secara in vitro.
Disamping itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jenis rizobakteri indigenous dapat berperan sebagai kandidat agen pemacu pertumbuhan tanaman dengan isolat patogen P.
palmivora.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh.
Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan Oktober 2020 sampai Mei 2021.
Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial digunakan dalam penelitian ini.
Faktor yang diteliti yaitu jenis isolat rizobakteri indigenous sebanyak 8 jenis isolat.
Pengamatan yang dilakukan mencakup daya hambat pertumbuhan koloni patogen, laju penghambatan, aktivitas enzim protease, kemampuan melarut fosfat, produksi IAA, produksi HCN, dan produksi senyawa siderofor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan isolat rizobakteri indigenous GM 8/1 dan GM 7/10 merupakan dua isolat yang memiliki daya hambat sangat tinggi.
Sedangkan laju penghambatan relatif lebih tinggi diperoleh dari isolat GM 8/3.
Sementara aktivitas enzim protease tertinggi terdapat pada isolat GM 5/6 dan isolat GM 7/10.
Kemampuan melarut fosfat tertinggi diperoleh pada isolat rizobakteri GM 7/10.
Isolat rizobakteri yang menghasilkan senyawa IAA lebih tinggi pada isolat GM 8/1, GM 8/3 dan GM 8/11.
Produksi senyawa HCN diperoleh pada 3 isolat rizobakteri yaitu GM 5/6, GM 7/10 dan GM 8/8.
Semua isolat mampu memproduksi senyawa siderofor.
Kata kunci : Kakao, Fisiologis Rizobakteri, In VitroPhysiological Characterization of Rhizobacteria In Vitro Against Cocoa Fruit Rot Disease (Phytophthora Palmivora L.
)Abstract.
Cocoa (Theobroma cacao L.
) is one of the plantation commodities in Indonesia which has an important role for the national economy to increase the country’s foreign exchange.
Cocoa development broadly, including in Aceh Province, still faces obstacles, namely the presence of pests and diseases that cause low cocoa productivity in Indonesia.
The aim of this study was to obtain rhizobacteria isolates capable of acting as candidates for biocontrol agents in inhibiting the growth of P.
palmivora pathogenic colonies in vitro.
In addition, this study aims to determine whether indigenous rhizobacteria can act as candidates for plant growth promoting agents with pathogenic isolates of P.
palmivora.
This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh.
The implementation of this study began in October 2020 until May 2021.
This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) method.
  The factors studied were 8 types of indigenous rhizobacteria isolates.
The observations made included the inhibition of the growth of pathogenic colonies, the rate of inhibition, the activity of the protease enzyme, the ability to dissolve phosphate, the production of IAA, the production of HCN, and the production of siderophores.
The results showed that the ability of the rhizobacteria isolates indigenous GM 8/1 and GM 7/10 were two isolates that had very high inhibitory power.
While the relatively higher inhibition rate was obtained from GM 8/3 isolates.
  Meanwhile the highest protease enzyme activity was found in GM 5/6 isolate and GM 7/10 isolate.
The highest phosphate solubilizing ability was found in GM 7/10 rhizobacteria isolate.
Isolated rhizobacteria that produced IAA compounds were higher in GM 8/1, GM 8/3 and GM 8/11 isolates.
The production of HCN compounds was obtained in 3 isolates of rhizobacteria, namely GM 5/6.
GM 7/10 and GM 8/8.
Keywords: Cacao, Physiological Rhizobacteria, In Vitro.

Related Results

Virulensi Isolat Phytophthora Palmivora Dalam Menimbulkan Penyakit Busuk Akar Pada Pembibitan Kakao
Virulensi Isolat Phytophthora Palmivora Dalam Menimbulkan Penyakit Busuk Akar Pada Pembibitan Kakao
Phytophthora  palmivora adalah salah satu patogen tular tanah yang dapat menyebabkan penyakit busuk akar, busuk buah, busuk tajuk dan hawar daun pada tanaman kakao. Penanganan pato...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
Usaha pembibitan kakao yang dilakukan secara besar-besaran seringkali menghadapi masalah ketersediaan air penyiraman. Untuk mengatasi hal tersebut, pemberian Fungi Mikoriza Arbusku...
Evaluating Lignin’s Role In Enhancing Cocoa (Theobroma cacao L.) Leaf Resistance To Phytophthora palmivora
Evaluating Lignin’s Role In Enhancing Cocoa (Theobroma cacao L.) Leaf Resistance To Phytophthora palmivora
Abstract Improper application of good agricultural practices (GAP) can lead to increased vulnerability of cocoa plants to attacks by Phytophthora palmivora. P. palmi...
Pengaruh Letak Buah pada Berbagai Umur Tanaman Terhadap Mutu Kakao (Theobroma cacao L.)
Pengaruh Letak Buah pada Berbagai Umur Tanaman Terhadap Mutu Kakao (Theobroma cacao L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh letak buah dan perbedaan umur tanaman terhadap mutu kakao. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2015. Pengambilan sa...

Back to Top