Javascript must be enabled to continue!
Pengujian Lapangan Efikasi Fungisida Alami Phymar C SL Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah dan Kanker Batang Pada Kakao di Kabupaten Luwu Utara
View through CrossRef
Saat ini produktivitas kakao nasional masih cukup rendah hanya berkisar 600-800 kg/ha sementara potensi produksi dapat mencapai lebih dari 1 ton/ha. Salah satu penyebab turunnya produksi kakao adalah infeksi penyakit busuk buah kakao (BBK) dan Kanker Batang Kakao yang disebabkan oleh patogen Phytophthora palmivora. Penyakit tersebut sangat penting dikendalikan karena dapat menyebabkan kehilangan hasil kakao dari 30% sampai 90% khususnya pada kondisi kelembaban kebun yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan di kebun petani di Desa Palandan Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara, berlangsung dari bulan April sampai Juli 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas fungisida alami Phymar C SL dalam pengendalian penyakit busuk buah kakao dan penyakit kanker batang kakao (Phytophthora palmivora). Metode percobaan lapangan untuk pengendalian penyakit busuk buah menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan yaitu : FP 1 (Phymar C SL 5 ml/L air), FP 2 (Phymar C SL 10 ml/L air), FP 3 (Phymar C SL 15 ml/L air), FP 4 (Phymar C SL 20 ml/L air) dan kontrol, setiap perlakuan menggunakan 16 pohon kakao dengan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Sedangkan untuk penyakit kanker batang terdiri dari 6 perlakuan yaitu : PH 1 (Phymar C SL 5 ml/L air), PH 2 (Phymar C SL 10 ml/L air), PH 3 (Phymar C SL 15 ml/L air), PH4 (Phymar C SL 20 ml/L air), PH 5 (Phymar C SL murni/tanpa pengenceran) dan kontrol (tanpa Phymar C SL). Setiap perlakuan menggunakan 6 pohon kakao dengan 4 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk penyakit busuk buah kakao perlakuan fungisida alami Phymar C SL konsentrasi 20 ml/L air sangat efektif menurunkan intensitas serangan penyakit busuk buah kakao dari serangan ringan sampai sangat berat (36,43 % – 78,57 %) menjadi serangan ringan yaitu hanya sebesar 6,43 % , sedangkan untuk penyakit kanker batang, fungisida alami Phymar C SL sangat efektif menyembuhkan penyakit kanker batang kakao pada konsentrasi tanpa pengenceran dan 20 cc/l air dengan kesembuhan penyakit kanker batang 100 % masing – masing dalam 2 dan 4 hari.
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Luwu Utara
Title: Pengujian Lapangan Efikasi Fungisida Alami Phymar C SL Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Buah dan Kanker Batang Pada Kakao di Kabupaten Luwu Utara
Description:
Saat ini produktivitas kakao nasional masih cukup rendah hanya berkisar 600-800 kg/ha sementara potensi produksi dapat mencapai lebih dari 1 ton/ha.
Salah satu penyebab turunnya produksi kakao adalah infeksi penyakit busuk buah kakao (BBK) dan Kanker Batang Kakao yang disebabkan oleh patogen Phytophthora palmivora.
Penyakit tersebut sangat penting dikendalikan karena dapat menyebabkan kehilangan hasil kakao dari 30% sampai 90% khususnya pada kondisi kelembaban kebun yang cukup tinggi.
Penelitian ini dilakukan di kebun petani di Desa Palandan Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara, berlangsung dari bulan April sampai Juli 2017.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas fungisida alami Phymar C SL dalam pengendalian penyakit busuk buah kakao dan penyakit kanker batang kakao (Phytophthora palmivora).
Metode percobaan lapangan untuk pengendalian penyakit busuk buah menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan yaitu : FP 1 (Phymar C SL 5 ml/L air), FP 2 (Phymar C SL 10 ml/L air), FP 3 (Phymar C SL 15 ml/L air), FP 4 (Phymar C SL 20 ml/L air) dan kontrol, setiap perlakuan menggunakan 16 pohon kakao dengan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan.
Sedangkan untuk penyakit kanker batang terdiri dari 6 perlakuan yaitu : PH 1 (Phymar C SL 5 ml/L air), PH 2 (Phymar C SL 10 ml/L air), PH 3 (Phymar C SL 15 ml/L air), PH4 (Phymar C SL 20 ml/L air), PH 5 (Phymar C SL murni/tanpa pengenceran) dan kontrol (tanpa Phymar C SL).
Setiap perlakuan menggunakan 6 pohon kakao dengan 4 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan.
Data hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk penyakit busuk buah kakao perlakuan fungisida alami Phymar C SL konsentrasi 20 ml/L air sangat efektif menurunkan intensitas serangan penyakit busuk buah kakao dari serangan ringan sampai sangat berat (36,43 % – 78,57 %) menjadi serangan ringan yaitu hanya sebesar 6,43 % , sedangkan untuk penyakit kanker batang, fungisida alami Phymar C SL sangat efektif menyembuhkan penyakit kanker batang kakao pada konsentrasi tanpa pengenceran dan 20 cc/l air dengan kesembuhan penyakit kanker batang 100 % masing – masing dalam 2 dan 4 hari.
Related Results
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora L.) DAN KEHILANGAN HASIL TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN DARUL IHSAN KABUPATEN ACEH TIMUR
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora L.) DAN KEHILANGAN HASIL TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN DARUL IHSAN KABUPATEN ACEH TIMUR
Indonesia merupakan salah satu satu negara pembudidaya tanaman kakao paling luas di dunia dan termasuk negara penghasil kakao terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana, yakn...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang SMAN 1 Luwu sebagai wadah proses pendidikan di Kabupaten Luwu 1967-2017) dengan mengungkap proses berdirinya SMAN 1 Luwu dan perke...
Pengendalian penyakit busuk buah kakao menggunakan Trichoderma dan pupuk Kalium
Pengendalian penyakit busuk buah kakao menggunakan Trichoderma dan pupuk Kalium
AbstrakKerugian akibat serangan penyakit busuk buah kakao (BBK) mencapai 40-100%, produktivitas hanya 669,9 kg/ha/tahun. Upaya pengendalian dapat dilakukan melalui penggunaan cenda...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU UTARA: KISAH DARI TOKOH DI BALIK LAYAR PADA 1999
PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU UTARA: KISAH DARI TOKOH DI BALIK LAYAR PADA 1999
Artikel ini bertujuan untuk menulis sejarah pembentukan Kabupaten Luwu Utara dari perspektif aktor yang terlibat pada proses pembentukan tersebut. Tulisan ini menggunakan metode se...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

