Javascript must be enabled to continue!
ALTERNATIF SUMBER ENERGI DARI CANGKANG BIJI JAMBU METE
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan briket dari limbah yang bisa menjadi alternatif sumber energi. Limbah tersebut adalah cangkang biji jambu mete dan limbah penggergajian kayu. Limbah tersebut diolah dengan cara karbonisasi untuk menghasilkan arang, yag kemudian dibuat briket dengan tambahan perekat. Hasil analisis dari data penelitian mengenai pengaruh komposisi variasi campuran dan penambahan perekat terhadap sifat fisik arang briket cangkang biji jambu mete dan arang kayu, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Nilai kalor pada briket kulit biji mete terbesar pada komposisi perbandingan 35%:55%:10% (cangkang biji mete : kayu : perekat) sebesar 6886.2 kalori/gram. Kemudian untuk semua variasi dengan menggunakan kayu terjadi penurunan seiring dengan penurunan prosentase kayu. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan baik uji kalori maupun uji nyala dengan komposisi atau variasi cangkang mete 35 % : 55 % arang kayu dan perekat kanji, untuk memanaskan air 1 liter memerlukan waktu tercepat 21 menit dan kalori yang dimiliki terbesar yaitu 6386.114 kalori / gram dan waktu ini lebih cepat dibandingkan bila memanaskan air menggunakan bahan bakar minyak tanah yaitu 35 menit. Briket dari cangkang mete dan kayu  berpotensi untuk diproduksi dalam jumlah besar dikarenakan memiliki nilai kalor yang tinggi. Kata kunci: karbonisasi,cangkang biji mete,kayu, briket
Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim
Title: ALTERNATIF SUMBER ENERGI DARI CANGKANG BIJI JAMBU METE
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan briket dari limbah yang bisa menjadi alternatif sumber energi.
Limbah tersebut adalah cangkang biji jambu mete dan limbah penggergajian kayu.
Limbah tersebut diolah dengan cara karbonisasi untuk menghasilkan arang, yag kemudian dibuat briket dengan tambahan perekat.
Hasil analisis dari data penelitian mengenai pengaruh komposisi variasi campuran dan penambahan perekat terhadap sifat fisik arang briket cangkang biji jambu mete dan arang kayu, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Nilai kalor pada briket kulit biji mete terbesar pada komposisi perbandingan 35%:55%:10% (cangkang biji mete : kayu : perekat) sebesar 6886.
2 kalori/gram.
Kemudian untuk semua variasi dengan menggunakan kayu terjadi penurunan seiring dengan penurunan prosentase kayu.
Dari hasil pengujian yang telah dilakukan baik uji kalori maupun uji nyala dengan komposisi atau variasi cangkang mete 35 % : 55 % arang kayu dan perekat kanji, untuk memanaskan air 1 liter memerlukan waktu tercepat 21 menit dan kalori yang dimiliki terbesar yaitu 6386.
114 kalori / gram dan waktu ini lebih cepat dibandingkan bila memanaskan air menggunakan bahan bakar minyak tanah yaitu 35 menit.
Briket dari cangkang mete dan kayu  berpotensi untuk diproduksi dalam jumlah besar dikarenakan memiliki nilai kalor yang tinggi.
Kata kunci: karbonisasi,cangkang biji mete,kayu, briket.
Related Results
STRATEGI PENGEMBANGAN JAMBU METE UNTUK MENDUKUNG PEREKONOMIAN PETANI DI KABUPATEN MUNA
STRATEGI PENGEMBANGAN JAMBU METE UNTUK MENDUKUNG PEREKONOMIAN PETANI DI KABUPATEN MUNA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kendala dalam mengembangkan jambu mete dan (2) strategi pengembangan jambu mete untuk mendukung perekonomian petani di Kabupaten Mu...
PENANGANAN PASCAPANEN PRODUK METE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI METE DI NUSA TENGGARA TIMUR
PENANGANAN PASCAPANEN PRODUK METE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI METE DI NUSA TENGGARA TIMUR
Berbagai perlakuan diterapkan pada komoditas pertanian setelah panen hingga sampai ke tangan konsumen sebagai bagian dari proses pascapanen, yang bertujuan untuk meningkatkan kuali...
Formulasi Sediaan Serbuk Effervescent Sari Buah Jambu Biji (Psidium Guajava)
Formulasi Sediaan Serbuk Effervescent Sari Buah Jambu Biji (Psidium Guajava)
Pendahuluan: Jambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu tanaman yang sudah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Buah jambu biji mengandung beta karoten dan vitamin Cyang...
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT
Kedelai edamame (Glycine max (L) Merill.) termasuk salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang sangat potensial sebagai sumber protein nabati. Pertumbuhan, perkembangan dan hasil...
Analisa Kadar Vitamin C dan Evaluasi Sediaan Tablet Effervescent Campuran Ekstrak Etanol Biji Jambu Biji merah Dan Biji Jambu Biji Putih (Psidium guajava L.)
Analisa Kadar Vitamin C dan Evaluasi Sediaan Tablet Effervescent Campuran Ekstrak Etanol Biji Jambu Biji merah Dan Biji Jambu Biji Putih (Psidium guajava L.)
Tablet effervescent, tablet penghasil CO2 dari reaksi bahan penyusun tablet dengan pelarutnya. Jambubiji merah mengandung betakaroten vitamin C cukup tinggi, Jambu biji putih kaya ...
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji terhadap Esherichia coli dan Bacillus subtilis. Senyawa antioksidan dalam daun jambu bij...
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Baby massage is a direct contact therapy with the body that can provide a sense of security and comfort for babies. The villagers chose to use a shaman as an alternative to baby ma...
Inovasi Jambu Kristal serta Pengolahan Sampah Jambu Kristal menjadi Eco Enzim di Desa Bantarsari Kabupaten Bogor
Inovasi Jambu Kristal serta Pengolahan Sampah Jambu Kristal menjadi Eco Enzim di Desa Bantarsari Kabupaten Bogor
Mitra dalam Program Kemitraan Masyarakat ini adalah Petani Jambu kristal di Desa Bantarsari Kabupaten Bogor, UMKM di Desa Bantarsari berupaya memajukan usaha jambu kristal menjadi ...

