Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SERBA-SERBI PRAKTIK DANA DALAM AGAMA BUDDHA : SEBUAH DISKURSUS

View through CrossRef
Artikel ini membahas praktik dana dalam agama Buddha, menggali konsep dāna atau amal sebagai landasan kebajikan yang melibatkan pemberian fisik, kepercayaan, perlindungan, dan ajaran. Dipaparkan bahwa dāna bukan hanya tentang memberikan materi, tetapi menciptakan fondasi karakter dan kehidupan spiritual. Manggala Sutta dan kutipan-kutipan lainnya menyoroti pentingnya dāna sebagai aspek sentral kebajikan, menciptakan esensi kebaikan hati dan belas kasihan dalam komunitas Buddha. Metode penelitian kepustakaan digunakan dengan analisis isi untuk menyimpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk sutta-sutta dan penelitian terdahulu. Definisi dan fungsi dāna diuraikan, memberikan pemahaman mendalam tentang peran praktik ini dalam pemurnian mental dan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Konsep berbagai jenis dana, seperti amisa dana (pemberian fisik), paricaya dana (pemberian kepercayaan), abhaya dana (pemberian perlindungan), dan dhamma dana (pemberian ajaran), dijelaskan dengan rinci. Artikel menyoroti poin-poin penting, termasuk cara berdana dengan keyakinan, hormat, tepat waktu, kemurahan hati, dan tanpa mencelakai. Manfaat berdana tidak hanya mencakup kesejahteraan duniawi, tetapi juga pertumbuhan spiritual. Sang Buddha memuji berbagai jenis pemberian yang murni dari kedua pihak, pemberi dan penerima. Akhirnya, artikel menyampaikan bahwa pemahaman dan praktik dana diharapkan membimbing praktisi menuju pengalaman hidup yang lebih kaya dan bermakna dalam konteks agama Buddha.
Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri-Jawa Tengah
Title: SERBA-SERBI PRAKTIK DANA DALAM AGAMA BUDDHA : SEBUAH DISKURSUS
Description:
Artikel ini membahas praktik dana dalam agama Buddha, menggali konsep dāna atau amal sebagai landasan kebajikan yang melibatkan pemberian fisik, kepercayaan, perlindungan, dan ajaran.
Dipaparkan bahwa dāna bukan hanya tentang memberikan materi, tetapi menciptakan fondasi karakter dan kehidupan spiritual.
Manggala Sutta dan kutipan-kutipan lainnya menyoroti pentingnya dāna sebagai aspek sentral kebajikan, menciptakan esensi kebaikan hati dan belas kasihan dalam komunitas Buddha.
Metode penelitian kepustakaan digunakan dengan analisis isi untuk menyimpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk sutta-sutta dan penelitian terdahulu.
Definisi dan fungsi dāna diuraikan, memberikan pemahaman mendalam tentang peran praktik ini dalam pemurnian mental dan kontribusi pada kesejahteraan masyarakat.
Konsep berbagai jenis dana, seperti amisa dana (pemberian fisik), paricaya dana (pemberian kepercayaan), abhaya dana (pemberian perlindungan), dan dhamma dana (pemberian ajaran), dijelaskan dengan rinci.
Artikel menyoroti poin-poin penting, termasuk cara berdana dengan keyakinan, hormat, tepat waktu, kemurahan hati, dan tanpa mencelakai.
Manfaat berdana tidak hanya mencakup kesejahteraan duniawi, tetapi juga pertumbuhan spiritual.
Sang Buddha memuji berbagai jenis pemberian yang murni dari kedua pihak, pemberi dan penerima.
Akhirnya, artikel menyampaikan bahwa pemahaman dan praktik dana diharapkan membimbing praktisi menuju pengalaman hidup yang lebih kaya dan bermakna dalam konteks agama Buddha.

Related Results

Prinsip-Prinsip Manajerial Penyuluh Agama Buddha Di Provinsi Banten
Prinsip-Prinsip Manajerial Penyuluh Agama Buddha Di Provinsi Banten
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini penyuluh agama Buddha ketika berceramah menyampaikan materi yang tidak memiliki keterkaitan dengan sutta maupun referensi dalam agam...
Ekplorasi Konseptual dan Praktik Pemberian Murni dalam Agama Buddha Sebuah Studi Interpretatif Berdasarkan Ajaran Sutta Pitaka
Ekplorasi Konseptual dan Praktik Pemberian Murni dalam Agama Buddha Sebuah Studi Interpretatif Berdasarkan Ajaran Sutta Pitaka
Banyak umat Buddha yang salah memahami konsep memberi sehingga tidak mempraktikkannya dengan benar dan malah menggunakan uang mereka untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Pemahaman ...
Pembentukan Karakter Siswa Beragama Buddha di Sekolah Markus Tangerang
Pembentukan Karakter Siswa Beragama Buddha di Sekolah Markus Tangerang
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pembentukankarakter siswa beragama Buddha melalui Pendidikan Agama Buddha diSekolah Markus Tangerang. Tujuan dari penelitian ...
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
MAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGO
Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa sampai saat ini masih memegang dan nguri-uri budaya leluhur. Salah satu budaya leluhur yang masih dilestarikan adalah penggunaan tump...
Agama Buddha di Indonesia: Sejarah, Kemunduran dan Kebangkitan
Agama Buddha di Indonesia: Sejarah, Kemunduran dan Kebangkitan
Ketika mendengar agama Buddha di benak kita yang tergambar adalah Film Kera Sakti, India, Thailand dan lain sebagainya, seolah-olah agama ini sangat jauh dari kehidupan kita. Jikap...
Written Records and Artistic Expressions of the Belief in Silla as a Buddha-land
Written Records and Artistic Expressions of the Belief in Silla as a Buddha-land
This study examines the Belief in Silla as a Buddha-land, deeply rooted in the foundation of Silla's Buddhist beliefs, by dividing it into four categories. Moving beyond the predom...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
Konsep Pendidikan Keagamaan Buddha dalam Kajian Sutta Pitaka
Konsep Pendidikan Keagamaan Buddha dalam Kajian Sutta Pitaka
Artikel ini membahas konsep pendidikan keagamaan Buddha dalam konteks Sutta Pitaka, bagian dari Tripitaka, yang merupakan kanon utama dalam literatur agama Buddha. Pendidikan pada ...

Back to Top