Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi

View through CrossRef
Banyak isu dan aksi yang mencerminkan perilaku terorisme, ekstremisme, radikalisme, intoleransi, paham takfiri (senang khawatir), dan klaim kebenaran sepihak, dan sebagainya. Hal ini membuat negara bangsa perlu mencari solusi dan pencegahan (preventif/antisipatif) salah satunya dengan meresmikan perilaku beragama yang toleran, inklusif, dan moderat. Hal ini dapat dilihat dari sudut pandang agama khususnya Islam untuk memberikan konsep Islam Wasatiyyah melalui perilaku moderasi beragama yang baik dan beriman. Oleh karena itu, penelitian tentang aktualisasi nilai-nilai Islam Wasatiyyah melalui moderasi beragama untuk meningkatkan kerukunan dan toleransi umat beragama di Indonesia menjadi sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dan konsep Islam Wasatiyyah (moderasi beragama) dalam bentuk nilai dan mengetahui strategi dan metode aktualisasi nilai-nilai Pendidikan Islam Wasatiyyah (moderasi beragama) dalam meningkatkan kerukunan dan toleransi umat beragama. di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang termasuk dalam penelitian kepustakaan. Pengumpulan data menggunakan teknik dengan literatur dan dokumentasi dianalisis dengan metode analisis heuristik, verifikasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya moderasi beragama dimungkinkan tercipta melalui pendidikan Islam Wasatiyyah. Membangun toleransi, moderat, inklusif, anti kekerasan, keadilan, gotong royong, kerukunan, dan kesetaraan dalam sistem pendidikan yang akomodatif untuk meningkatkan persatuan umat beragama di Indonesia. Kata Kunci: Islam, Wasatiyyah, Toleransi
Centre for Research and Community Development - Islamic University of Nahdlatul Ulama Jepara
Title: Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Description:
Banyak isu dan aksi yang mencerminkan perilaku terorisme, ekstremisme, radikalisme, intoleransi, paham takfiri (senang khawatir), dan klaim kebenaran sepihak, dan sebagainya.
Hal ini membuat negara bangsa perlu mencari solusi dan pencegahan (preventif/antisipatif) salah satunya dengan meresmikan perilaku beragama yang toleran, inklusif, dan moderat.
Hal ini dapat dilihat dari sudut pandang agama khususnya Islam untuk memberikan konsep Islam Wasatiyyah melalui perilaku moderasi beragama yang baik dan beriman.
Oleh karena itu, penelitian tentang aktualisasi nilai-nilai Islam Wasatiyyah melalui moderasi beragama untuk meningkatkan kerukunan dan toleransi umat beragama di Indonesia menjadi sangat penting.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dan konsep Islam Wasatiyyah (moderasi beragama) dalam bentuk nilai dan mengetahui strategi dan metode aktualisasi nilai-nilai Pendidikan Islam Wasatiyyah (moderasi beragama) dalam meningkatkan kerukunan dan toleransi umat beragama.
di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang termasuk dalam penelitian kepustakaan.
Pengumpulan data menggunakan teknik dengan literatur dan dokumentasi dianalisis dengan metode analisis heuristik, verifikasi, interpretasi, dan sintesis.
Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya moderasi beragama dimungkinkan tercipta melalui pendidikan Islam Wasatiyyah.
Membangun toleransi, moderat, inklusif, anti kekerasan, keadilan, gotong royong, kerukunan, dan kesetaraan dalam sistem pendidikan yang akomodatif untuk meningkatkan persatuan umat beragama di Indonesia.
 Kata Kunci: Islam, Wasatiyyah, Toleransi.

Related Results

FENOMENA INTOLERANSI BERAGAMA PADA LINGKUNGAN MAHASISWA INDONESIA
FENOMENA INTOLERANSI BERAGAMA PADA LINGKUNGAN MAHASISWA INDONESIA
Indonesai merupakan sebuah negara kepulauan yang masyarakatnya memiliki beraneka ragam budaya meliputi perbedaan budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi, dan lain-lain...
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA
Masyarakat Kota Surakarta sangat majemuk dan multikultur, sering terjadi Radikalisme di Kota Surakarta yang menimbulkan ketegangan dan konflik antar kelompok. Tujuan penelitian ini...
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
The Indonesian state has religious pluralism, therefore an effort is needed to maintain inter-religious harmony. One of them is through religious moderation. The principle of relig...
AKTUALISASI KONSEP MODERASI BERAGAMA DALAM SUTTA PITAKA PADA KEHIDUPAN BERAGAMA UMAT BUDDHA
AKTUALISASI KONSEP MODERASI BERAGAMA DALAM SUTTA PITAKA PADA KEHIDUPAN BERAGAMA UMAT BUDDHA
Moderasi beragama direalisasikan dalam bentuk toleransi antar maupun intern umat beragama. Keberagaman agama dapat menimbulkan konsep yang berbeda dalam memahami makna moderasi. Tu...
MODERASI BERAGAMA BERBASIS KELUARGA
MODERASI BERAGAMA BERBASIS KELUARGA
Penelitian ini memiliki tujuan yang sangat penting untuk memahami setiap keluarga dapat memiliki dinamika yang berbeda, tetapi peran-peran tersebut mencerminkan pentingnya keluarga...
Implementasi moderasi beragama dalam kemasyarakatan
Implementasi moderasi beragama dalam kemasyarakatan
Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan implementasi moderasi beragama dalam konteks kemasyarakatan. Moderasi beragama adalah pendekatan yang mendorong toleransi, ...
Moderasi Beragama melalui Peran Guru Beragama Hindu di Pondok Pesantren Bali Bina Insani
Moderasi Beragama melalui Peran Guru Beragama Hindu di Pondok Pesantren Bali Bina Insani
Abstrak: Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keislaman umumnya hanya melibatkan umat muslim, akan tetapi berbeda dengan Pondok Pesantren Bali Bina Insani yang mengimplement...

Back to Top