Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MENGEMBANGKAN SDM UNGGUL DI DESA SIRNABAYA KECAMATAN TELUK JAMBE TIMUR

View through CrossRef
Sebagai daerah yang berubah fungsi menjadi daerah industri, Kabupaten Karawang memiliki slogan baru, yaitu Karawang sebagai kota industri. Tantangan bagi penduduk Karawang adalah kesiapan memasuki dunia industri, keterampilan sebagai petani bagi penduduk Karawang sudah tidak diragukan lagi, akan tetapi memasuki dunia industri, maka pengetahuan, keterampilan serta sikap yang dimiliki perlu dilatih dan dikembangkan agar siap menghadapi era industri. Pengabdian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkait sumber daya manusia di desa Sirnabaya. Instrumen yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan menggunakan kuesioner profil desa berkelanjutan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan interviu dengan pihak perwakilan desa yang ditunjuk oleh kepala desa Sirnabaya. Sumber data diklasifikasikan menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui laporan dari Badan Pusat Statistik Nasional. Data hasil kuesioner tersebut dijadikan sebagai dasar pembuatan rancangan program untuk pengembangan SDM unggul di Desa Sirnabaya.  Kata kunci: Sumber daya manusia, pelatihan dan pengembangan As an area that has changed its function to an industrial area, Karawang Regency has a new slogan, namely Karawang as an industrial city. The challenge for Karawang residents is a readiness to enter the industrial world, skills as farmers for Karawang residents are no longer in doubt, but entering the world industry, their knowledge, skills, and attitudes are necessary and developed to be ready to face the industry. This service aims to get an overview of human resources in Sirnabaya village. The instrument used in this service was to use a sustainable village profile questionnaire. The data technique was conducted by conducting interviews with village representatives appointed by the village head of Sirnabaya. There are two sources of classification data, namely primary data and secondary data. Primary data were obtained through questionnaires, while data were obtained through reports from the National Statistics Agency. The data from the questionnaire was used as the basis for making a program design for the development of superior human resources in Sirnabaya Village.  Keywords: Human resources, training, and development
Title: MENGEMBANGKAN SDM UNGGUL DI DESA SIRNABAYA KECAMATAN TELUK JAMBE TIMUR
Description:
Sebagai daerah yang berubah fungsi menjadi daerah industri, Kabupaten Karawang memiliki slogan baru, yaitu Karawang sebagai kota industri.
Tantangan bagi penduduk Karawang adalah kesiapan memasuki dunia industri, keterampilan sebagai petani bagi penduduk Karawang sudah tidak diragukan lagi, akan tetapi memasuki dunia industri, maka pengetahuan, keterampilan serta sikap yang dimiliki perlu dilatih dan dikembangkan agar siap menghadapi era industri.
Pengabdian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkait sumber daya manusia di desa Sirnabaya.
Instrumen yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan menggunakan kuesioner profil desa berkelanjutan.
Teknik pengumpulan data dengan melakukan interviu dengan pihak perwakilan desa yang ditunjuk oleh kepala desa Sirnabaya.
Sumber data diklasifikasikan menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder.
Data primer diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui laporan dari Badan Pusat Statistik Nasional.
Data hasil kuesioner tersebut dijadikan sebagai dasar pembuatan rancangan program untuk pengembangan SDM unggul di Desa Sirnabaya.
 Kata kunci: Sumber daya manusia, pelatihan dan pengembangan As an area that has changed its function to an industrial area, Karawang Regency has a new slogan, namely Karawang as an industrial city.
The challenge for Karawang residents is a readiness to enter the industrial world, skills as farmers for Karawang residents are no longer in doubt, but entering the world industry, their knowledge, skills, and attitudes are necessary and developed to be ready to face the industry.
This service aims to get an overview of human resources in Sirnabaya village.
The instrument used in this service was to use a sustainable village profile questionnaire.
The data technique was conducted by conducting interviews with village representatives appointed by the village head of Sirnabaya.
There are two sources of classification data, namely primary data and secondary data.
Primary data were obtained through questionnaires, while data were obtained through reports from the National Statistics Agency.
The data from the questionnaire was used as the basis for making a program design for the development of superior human resources in Sirnabaya Village.
 Keywords: Human resources, training, and development.

Related Results

BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
P1847IMPROVING SHARED DECISION MAKING FOR END-STAGE RENAL DISEASE PATIENTS IN THE NETHERLANDS
P1847IMPROVING SHARED DECISION MAKING FOR END-STAGE RENAL DISEASE PATIENTS IN THE NETHERLANDS
Abstract Background and Aims Annually, more than 2.000 end-stage renal disease (ESRD) patients in the Netherlands receive educat...
Analisis Pengelolaan Keuangan Desa Pada Desa Passi dan Desa Muntoi Timur Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow
Analisis Pengelolaan Keuangan Desa Pada Desa Passi dan Desa Muntoi Timur Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow
Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan keuangan desa, kendala yangmenghambat serta upaya untuk mengatasi kendala atas pengelolaan keuangan desa pada Desa Passi ...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...

Back to Top