Javascript must be enabled to continue!
PENERAPAN DATA MINING DENGAN METODE DOUBLE MOVING AVERAGE UNTUK MEMPREDIKSI PENJUALAN KEDELAI
View through CrossRef
Kedelai merupakan tanaman asli dari Daratan Cina yang telah dibudidayakan sekitar 2500 SM. Bersamaan dengan perkembangan perdagangan internasional pada awal abad ke-19. Tanaman kedelai mulai dikenal di indonesia. Penyebaran dan budidaya kedelai pada awalnya berada di sekitar pulau Jawa, kemudian menyebar ke daerah Nusa Tenggara, Bali dan pulau-pulau lainnya. Seiring dengan perkembangan dalam industri pertanian dan perdagangan komoditas, prediksi penjualan menjadi hal yang penting untuk mengoptimalkan manajemen rantai pasok dan perencanaan produksi. Penjualan kedelai sebagai salah satu komoditas pertanian yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Data Mining dengan menggunakan Double Moving Average untuk memprediksi penjualan kedelai. Metode ini melibatkan analisis data historis penjualan kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Double Moving Average memberikan prediksi penjualan kedelai yang relatif akurat dengan nilai MAPE terendah adalah 14,67% , sedangkan nilai tertinggi Mape adalah 16,31% dan nilai rata-rata MAPE 15. Dalam konteks ini, prediksi penjualan kedelai dapat digunakan sebagai dasar untuk mengoptimalkan manajemen persediaan dan distribusi kedelai. Dengan memiliki perkiraan yang lebih baik tentang permintaan di masa depan Ngudi Makmur 2 diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efisien dan efektif dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
Title: PENERAPAN DATA MINING DENGAN METODE DOUBLE MOVING AVERAGE UNTUK MEMPREDIKSI PENJUALAN KEDELAI
Description:
Kedelai merupakan tanaman asli dari Daratan Cina yang telah dibudidayakan sekitar 2500 SM.
Bersamaan dengan perkembangan perdagangan internasional pada awal abad ke-19.
Tanaman kedelai mulai dikenal di indonesia.
Penyebaran dan budidaya kedelai pada awalnya berada di sekitar pulau Jawa, kemudian menyebar ke daerah Nusa Tenggara, Bali dan pulau-pulau lainnya.
Seiring dengan perkembangan dalam industri pertanian dan perdagangan komoditas, prediksi penjualan menjadi hal yang penting untuk mengoptimalkan manajemen rantai pasok dan perencanaan produksi.
Penjualan kedelai sebagai salah satu komoditas pertanian yang penting.
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Data Mining dengan menggunakan Double Moving Average untuk memprediksi penjualan kedelai.
Metode ini melibatkan analisis data historis penjualan kedelai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Double Moving Average memberikan prediksi penjualan kedelai yang relatif akurat dengan nilai MAPE terendah adalah 14,67% , sedangkan nilai tertinggi Mape adalah 16,31% dan nilai rata-rata MAPE 15.
Dalam konteks ini, prediksi penjualan kedelai dapat digunakan sebagai dasar untuk mengoptimalkan manajemen persediaan dan distribusi kedelai.
Dengan memiliki perkiraan yang lebih baik tentang permintaan di masa depan Ngudi Makmur 2 diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efisien dan efektif dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
Related Results
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...
STRATEGI PENGEMBANGAN KEDELAI DI RUMAH KEDELAI GROBOGAN
STRATEGI PENGEMBANGAN KEDELAI DI RUMAH KEDELAI GROBOGAN
Pemenuhan kebutuhan kedelai nasional selama ini masih tergantung dengan impor, jika ketersediaan bahan pangan selalu dipenuhi dengan impor dapat mengakibatkan berbagai permasalahan...
DAMPAK UPSUS TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI KEDELAI
DAMPAK UPSUS TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI KEDELAI
Swasembada kedelai menjadi target utama pemerintah sejak tahun 2015 bersama dua komoditas pangan lain yaitu padi dan jagung. Program UPSUS (Upaya Khusus) merupakan salah satu upaya...
Pengaruh Susu Kacang Kedelai (GLYCINE MAX (L.) MERR.) Terhadap Kualitas Spermatozoa Tikus Wistar (Rattus Norvegicus)
Pengaruh Susu Kacang Kedelai (GLYCINE MAX (L.) MERR.) Terhadap Kualitas Spermatozoa Tikus Wistar (Rattus Norvegicus)
Abstract: The effects of soy beans on spermatozoa still been a controversial thing. Soy is one of the source of the Fitoestrogen because the structure isoflavon of soy is similar w...
Characterization of 56 Soybean Accessions on Yield Components and Maturity-related Traits
Characterization of 56 Soybean Accessions on Yield Components and Maturity-related Traits
<p>Peningkatan produktivitas kedelai nasional dapat dilakukan dengan penggunaan varietas produktivitas tinggi dan manipulasi indeks panen menggunakan varietas genjah. Pembent...
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
<p>Sebagai salah satu komoditas tanaman pangan penting di Indonesia setelah padi dan jagung, kedelai memerlukan upaya peningkatan keragaman genetik dengan cara introduksi aks...
Analisis Pendapatan Usahatani Kedelai (Glycine Max L) Di Desa Malik Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai
Analisis Pendapatan Usahatani Kedelai (Glycine Max L) Di Desa Malik Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pendapatan petani pada usahatani kedelai di Desa Malik Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai serta Untuk mengetahui Tingkat Kelayak...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

