Javascript must be enabled to continue!
Presipitasi besi dari larutan hasil pelindian bijih nikel laterit
View through CrossRef
Presipitasi besi dari larutan hasil pelindian bijih nikel laterit merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum larutan diolah lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh varibel proses terhadap presipitasi besi serta mempelajari kinetika proses presipitasi. Dalam penelitian ini, presipitasi besi dilakukan menggunakan senyawa natrium hidroksida (NaOH). Variabel yang diamati yaitu temperatur (25, 40, 55, 70, dan 85°C) konsentrasi NaOH (10, 20, 30, dan 40% w/v), dan waktu (15, 30, 45, 60, dan 75 menit). Studi kinetika mengacu pada persamaan reaksi homogenous irreversible orde I, orde II dan orde III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur, konsentrasi NaOH, dan waktu meningkatkan persentase presipitasi besi. Persentase presipitasi besi tertinggi sebesar 84,868% dicapai pada pada temperatur 85°C, konsentrasi NaOH 40% w/v, dan waktu 75 menit. Studi kinetika menunjukkan bahwa reaksi presipitasi besi dari larutan hasil pelindian mengikuti reaksi irreversible orde III.
Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA
Title: Presipitasi besi dari larutan hasil pelindian bijih nikel laterit
Description:
Presipitasi besi dari larutan hasil pelindian bijih nikel laterit merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum larutan diolah lebih lanjut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh varibel proses terhadap presipitasi besi serta mempelajari kinetika proses presipitasi.
Dalam penelitian ini, presipitasi besi dilakukan menggunakan senyawa natrium hidroksida (NaOH).
Variabel yang diamati yaitu temperatur (25, 40, 55, 70, dan 85°C) konsentrasi NaOH (10, 20, 30, dan 40% w/v), dan waktu (15, 30, 45, 60, dan 75 menit).
Studi kinetika mengacu pada persamaan reaksi homogenous irreversible orde I, orde II dan orde III.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur, konsentrasi NaOH, dan waktu meningkatkan persentase presipitasi besi.
Persentase presipitasi besi tertinggi sebesar 84,868% dicapai pada pada temperatur 85°C, konsentrasi NaOH 40% w/v, dan waktu 75 menit.
Studi kinetika menunjukkan bahwa reaksi presipitasi besi dari larutan hasil pelindian mengikuti reaksi irreversible orde III.
Related Results
Dampak Kebijakan Ekspor Bijih Nikel Indonesia Terhadap Ekspor Nikel Olahan
Dampak Kebijakan Ekspor Bijih Nikel Indonesia Terhadap Ekspor Nikel Olahan
Indonesia, sebagai negara pemasok nikel terbesar di dunia, menetapkan tiga kebijakan terkait kegiatan ekspor bijih nikel untuk meningkatkan ekspor nikel olahan yang memiliki nilai ...
ANALISIS DAN PERBANDINGAN KADAR Ni, Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, dan SiO<sub>2</sub> PADA BIJIH NIKEL LATERIT BERDASARKAN JENIS SAMPEL DI WILAYAH MALUKU UTARA
ANALISIS DAN PERBANDINGAN KADAR Ni, Fe<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, dan SiO<sub>2</sub> PADA BIJIH NIKEL LATERIT BERDASARKAN JENIS SAMPEL DI WILAYAH MALUKU UTARA
Bijih nikel laterit merupakan sumber mineral yang berperan dalam industri pengolahan dan hilirisasi nikel di Indonesia, khususnya di kawasan Maluku Utara. Variasi kadar unsur nikel...
Estimasi Sumber Daya Nikel Laterit dengan Metode Nearest Neighbour Point (NNP)
Estimasi Sumber Daya Nikel Laterit dengan Metode Nearest Neighbour Point (NNP)
Penelitian ini mengkaji tentang penambangan nikel laterit pada PT. Gerbang Multi Sejahtera yang merupakan salah satu perusahaan di Konawe Selatan yang sudah melakukan penambangan,...
PEMANFAATAN ORE NIKEL BERKADAR RENDAH MENGGUNAKAN METODE BLENDING PADA CV SENTOSA ABADI
PEMANFAATAN ORE NIKEL BERKADAR RENDAH MENGGUNAKAN METODE BLENDING PADA CV SENTOSA ABADI
CV Sentosa Abadi merupakan salah satu perusahaan yang mengelola bijih nikel laterit menjadi produk ferronickel (FeNi), dengan menetapkan kadar batas terendah atau cut off grade (CO...
Pengaruh Penambahan Oksidatoor Pada Proses Pelindian Oksidatif Konsentrat Galena
Pengaruh Penambahan Oksidatoor Pada Proses Pelindian Oksidatif Konsentrat Galena
Kebutuhan logam timbal di dalam negeri saat ini masih cukup besar, namun tidak diimbangi dengan kemampuan industri pemurnian timbal domestik. Sumber daya bijih timbal yang tersedia...
Studi Tahapan Preparasi dan Pengambilan Sampel Nikel Laterit pada PT. Riota Jaya Lestari Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara
Studi Tahapan Preparasi dan Pengambilan Sampel Nikel Laterit pada PT. Riota Jaya Lestari Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara
PT. Riota Jaya Lestari merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada penambangan nikel laterit dan berusaha melakukan pekerjaan penambangan dengan baik guna memprioritaskan pe...
MODEL SEBARAN KADAR NIKEL LATERIT DI PT. SINAR JAYA SULTRA UTAMA
MODEL SEBARAN KADAR NIKEL LATERIT DI PT. SINAR JAYA SULTRA UTAMA
Metode logging, merupakan teknik dalam merekam data litologi, mineralisasi, struktur dan keadaan geologi bawah permukaan dari hasil pengeboran yang berupa inti bor (core), informas...
PENENTUAN KADAR LOSS ON IGNITION (LOI) PADA SAMPEL CALCINE, MINING, DAN EKSPLORASI UNTUK EVALUASI KUALITAS BIJIH NIKEL
PENENTUAN KADAR LOSS ON IGNITION (LOI) PADA SAMPEL CALCINE, MINING, DAN EKSPLORASI UNTUK EVALUASI KUALITAS BIJIH NIKEL
Penentuan kadar Loss on Ignition (LOI) merupakan tahap penting dalam evaluasi kualitas bijih nikel karena menunjukkan persentase massa yang hilang akibat pemanasan hingga 1000 °C. ...

