Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI KELENGKAPAN PENULISAN RESEP PASIEN DI INSTALASI FARMASI RSKJ SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU SEBELUM DAN SESUDAH AKREDITASI
View through CrossRef
Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada Apoteker, baik dalam bentuk paper maupun electronic untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku. Resep yang baik harus memuat cukup informasi yang memungkinkan ahli farmasi yang bersangkutan untuk mengerti obat apa yang akan diberikan kepada pasien. Penulisan dan pengisian blangko resep yang jelas perlu diperhatikan untuk menghindari medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan penulisan resep pasien di Instalasi Farmasi RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu Sebelum Akreditasi dan Sesudah Akreditasi berdasarkan aspek administratif dan aspek farmasetik. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik Quota Sampling menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi kelengkapan penulisan berdasarkan aspek kelengkapan administartif sebelum akreditasi sebesar 73,25%dan sesudah akreditasi sebesar 81,21%, sedangkan deskripsi aspek kelengkapan farmasetik sebelum akreditasi sebesar 91,05%dan sesudah akreditasi sebesar 99% Dari 4444 sampel yang diteliti di tahun 2017 dan 2019 didapatkan terjadi peningkatan kelengkapan dalam penulisan resep baik secara aspek administrasi yaitu 7,96% dan 7,95% aspek farmasetik
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Title: EVALUASI KELENGKAPAN PENULISAN RESEP PASIEN DI INSTALASI FARMASI RSKJ SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU SEBELUM DAN SESUDAH AKREDITASI
Description:
Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada Apoteker, baik dalam bentuk paper maupun electronic untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku.
Resep yang baik harus memuat cukup informasi yang memungkinkan ahli farmasi yang bersangkutan untuk mengerti obat apa yang akan diberikan kepada pasien.
Penulisan dan pengisian blangko resep yang jelas perlu diperhatikan untuk menghindari medication error.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan penulisan resep pasien di Instalasi Farmasi RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu Sebelum Akreditasi dan Sesudah Akreditasi berdasarkan aspek administratif dan aspek farmasetik.
Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik Quota Sampling menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi kelengkapan penulisan berdasarkan aspek kelengkapan administartif sebelum akreditasi sebesar 73,25%dan sesudah akreditasi sebesar 81,21%, sedangkan deskripsi aspek kelengkapan farmasetik sebelum akreditasi sebesar 91,05%dan sesudah akreditasi sebesar 99% Dari 4444 sampel yang diteliti di tahun 2017 dan 2019 didapatkan terjadi peningkatan kelengkapan dalam penulisan resep baik secara aspek administrasi yaitu 7,96% dan 7,95% aspek farmasetik.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ANALISIS KUALITATIF WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP PADA PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
ANALISIS KUALITATIF WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP PADA PASIEN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
Instalasi Farmasi di Rumah Sakit merupakan salah satu pelayanan utama karena lebih dari 90% pelayanan kesehatan di rumah sakit menggunakan perbekalan farmasi sehingga pelayanan far...
Desain dan Implementasi Sistem Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Standar 3 Berbasis KPI
Desain dan Implementasi Sistem Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Standar 3 Berbasis KPI
Akreditasi merupakan sebuah bentuk penilaian mutu dan kelayakan terhadap institusi perguruan tinggi yang dilakukan oleh organisasi diluar perguruan tinggi. Akreditasi merupakan sal...
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD SAYANG CIANJUR PERIODE APRIL SAMPAI MEI 2023
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD SAYANG CIANJUR PERIODE APRIL SAMPAI MEI 2023
Waktu tunggu merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian yang merupakan masa tenggang antara waktu pasien menyerahkan resep sampai dengan pasien menerima obat. Peneli...
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP BPJS RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSU X UBUNG
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP BPJS RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSU X UBUNG
Waktu tunggu pelayanan obat jadi adalah tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat jadi dengan standar minimal yang ditetapkan kementerian kesehatan ...
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSUD ALIMUDDIN UMAR
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSUD ALIMUDDIN UMAR
Pelayanan kefarmasian yang optimal merupakan indikator penting dalam kualitas layanan rumah sakit. Salah satu tolok ukur pelayanan farmasi adalah waktu tunggu resep. Penelitian ini...
Profil Kajian Administratif dan Ketepatan Resep Obat Antihipertensi di Puskesmas Darma Kabupaten Kuningan
Profil Kajian Administratif dan Ketepatan Resep Obat Antihipertensi di Puskesmas Darma Kabupaten Kuningan
Pendahuluan: Permasalahan kelengkapan resep masih banyak ditemukan, seperti kurang lengkapnya informasi pasien. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang paling ...
Evaluasi Pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng Periode Januari-Maret 2023
Evaluasi Pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng Periode Januari-Maret 2023
Abstrak
Inoshi, Yunda, Nadila. 2023. Evaluasi Pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Rawat Jalan Di ...

