Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kemandirian Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Kota Ruteng

View through CrossRef
Latar Belakang: Stroke terjadi karena adanya kematian mendadak beberapa jaringan otak dikarenakan kekurangan oksigen ketika hilangnya aliran darah menuju otak, akibat adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh arteri ke otak.  Dampak yang ditimbulkan oleh stroke dapat mempengaruhi aspek-aspek dalam kehidupan pasien seperti personal, sosial, pekerjaan dan fisik yang dapat menyebabkan ketergantungan pada orang lain, keluarga atau hubungan sosial lainnya. Dukungan keluarga berperan penting sebagai support system dalam penentuan pelaksanaan rehabilitasi untuk pemulihan agar penderita dapat melakukan aktivitas secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pasien stroke di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota Ruteng. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel  yang digunakan yaitu purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien stroke yang berada di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Ruteng baik yang datang berobat langsung ke Puskesmas maupun yang dikunjungi di rumah dengan jumlah sampel 73 orang. Hasil: Penelitian ini menunjukan dukungan keluarga baik sebanyak 45 orang (61,6%) dan tingkat kemandirian tinggi sebanyak 33 orang (45,2%). Analisis bivariat menggunakan       uji chi square menunjukan nilai p = 0,044 (p<0,05) maka terdapat hubungan antara hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pasien stroke di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Ruteng. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan keluarga dapat terlibat membantu dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari-hari pada penderita stroke untuk meningkatkan kemandirian pasien.
Title: Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kemandirian Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Kota Ruteng
Description:
Latar Belakang: Stroke terjadi karena adanya kematian mendadak beberapa jaringan otak dikarenakan kekurangan oksigen ketika hilangnya aliran darah menuju otak, akibat adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh arteri ke otak.
 Dampak yang ditimbulkan oleh stroke dapat mempengaruhi aspek-aspek dalam kehidupan pasien seperti personal, sosial, pekerjaan dan fisik yang dapat menyebabkan ketergantungan pada orang lain, keluarga atau hubungan sosial lainnya.
Dukungan keluarga berperan penting sebagai support system dalam penentuan pelaksanaan rehabilitasi untuk pemulihan agar penderita dapat melakukan aktivitas secara mandiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pasien stroke di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota Ruteng.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dan rancangan cross sectional.
Teknik pengambilan sampel  yang digunakan yaitu purposive sampling.
Populasi dalam penelitian ini adalah pasien stroke yang berada di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Ruteng baik yang datang berobat langsung ke Puskesmas maupun yang dikunjungi di rumah dengan jumlah sampel 73 orang.
Hasil: Penelitian ini menunjukan dukungan keluarga baik sebanyak 45 orang (61,6%) dan tingkat kemandirian tinggi sebanyak 33 orang (45,2%).
Analisis bivariat menggunakan       uji chi square menunjukan nilai p = 0,044 (p<0,05) maka terdapat hubungan antara hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pasien stroke di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Ruteng.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan keluarga dapat terlibat membantu dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari-hari pada penderita stroke untuk meningkatkan kemandirian pasien.

Related Results

HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and  Stroke  Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Berulang
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Berulang
Abstract Recurrent stroke is one of the complications that often occurs after a stroke and can be more fatal than the first stroke, due to the increasing extent of brain dama...
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSARI METRO
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSARI METRO
Stroke merupakan penyakit kronis yang mengenai sistem saraf, penyakit ini memiliki problematika pasca stroke yang dapat menurunkan kualitas hidup bagi penderita. Keluarga merupakan...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan
Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah hasil penilaian pasien terhadap pel...
Dukungan Keluarga pada Tingkat Kekambuhan Klien Halusinasi
Dukungan Keluarga pada Tingkat Kekambuhan Klien Halusinasi
Salah satu kesehatan jiwa yang sering terjadi dan menimbulkan hendaya yang cukup adalah halusinasi. Halusinasi merupakan tanggapan indera terhadap rangsangan yang datang dari luar,...
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN PROSES REHABILITASI MOTORIK PASIEN STROKE
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN PROSES REHABILITASI MOTORIK PASIEN STROKE
ABSTRAKPenderita stroke dapat mengalami gangguan motorik. Setelah melewati masa akut, penderita stroke yang mengalami gangguan motorik diharapkan menjalani program rehabilitasi mot...
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN
Abstrak Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan, dimana status gizi yang normal dapat dicapai dengan menyeimbangkan dari asupan gizi dengan kebutuhan individu. ...

Back to Top