Javascript must be enabled to continue!
AKULTURASI DAN EFEKTIFITAS PENYERAPAN BAHASA KEDUA DI LINGKUNGAN FORMAL MELALUI PRINSIP PSIKOLINGUISTIK (STUDI KASUS: DI SMAN 1 BERAU)
View through CrossRef
Dalam penelitian ini membahas psikolinguistik telah memberikan banyak temuan yang menjelaskan bagaimana siswa memperoleh bahasa, menghasilkan dan merasakan baik bahasa lisan maupun tulisan. Temuan-temuan tersebut telah digunakan dalam pengajaran Bahasa di sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Berau. Beberapa ahli telah menggunakan sebagai teori dasar dalam mengembangkan pengajaran bahasa. Hal ini dikenal sebagai pendekatan psikolinguistik. Pendekatan psikolinguistik memandang belajar sebagai proses kognitif individu yang terjadi dalam diri individu tersebut kemudian bergerak ke dimensi sosial. Sebagai pendekatan, ada beberapa metode yang dikembangkan berdasarkan teori psikolinguistik seperti metode natural, metode respon fisik total, dan metode suggestiopedia. Metode ini menerapkan prinsip-prinsip psikolinguistik bahwa bagaimana siswa memperoleh bahasa ibu atau Bahasa kedua, mempelajari bahasa kedua, mempersepsikan suatu bahasa, dan menghasilkan bahasa. Persepsi bahasa mengacu pada mendengarkan dan membaca, sedangkan produksi bahasa mengacu pada berbicara dan menulis. Mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis disebut sebagai empat keterampilan berbahasa. Psikolinguistik juga membantu menjelaskan kesalahan yang dilakukan siswa dalam pembelajaran bahasa tersebut. Dalam psikolinguistik juga telah mendefinisikan ada jenis gangguan otak yang dapat mempengaruhi suatu kinerja belajar bahasa. Psikolinguistik terutama membantu guru untuk mempertimbangkan penggunaan metode yang tepat untuk mengajarkan empat hal tersebut pada keterampilan bahasa.
Title: AKULTURASI DAN EFEKTIFITAS PENYERAPAN BAHASA KEDUA DI LINGKUNGAN FORMAL MELALUI PRINSIP PSIKOLINGUISTIK (STUDI KASUS: DI SMAN 1 BERAU)
Description:
Dalam penelitian ini membahas psikolinguistik telah memberikan banyak temuan yang menjelaskan bagaimana siswa memperoleh bahasa, menghasilkan dan merasakan baik bahasa lisan maupun tulisan.
Temuan-temuan tersebut telah digunakan dalam pengajaran Bahasa di sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Berau.
Beberapa ahli telah menggunakan sebagai teori dasar dalam mengembangkan pengajaran bahasa.
Hal ini dikenal sebagai pendekatan psikolinguistik.
Pendekatan psikolinguistik memandang belajar sebagai proses kognitif individu yang terjadi dalam diri individu tersebut kemudian bergerak ke dimensi sosial.
Sebagai pendekatan, ada beberapa metode yang dikembangkan berdasarkan teori psikolinguistik seperti metode natural, metode respon fisik total, dan metode suggestiopedia.
Metode ini menerapkan prinsip-prinsip psikolinguistik bahwa bagaimana siswa memperoleh bahasa ibu atau Bahasa kedua, mempelajari bahasa kedua, mempersepsikan suatu bahasa, dan menghasilkan bahasa.
Persepsi bahasa mengacu pada mendengarkan dan membaca, sedangkan produksi bahasa mengacu pada berbicara dan menulis.
Mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis disebut sebagai empat keterampilan berbahasa.
Psikolinguistik juga membantu menjelaskan kesalahan yang dilakukan siswa dalam pembelajaran bahasa tersebut.
Dalam psikolinguistik juga telah mendefinisikan ada jenis gangguan otak yang dapat mempengaruhi suatu kinerja belajar bahasa.
Psikolinguistik terutama membantu guru untuk mempertimbangkan penggunaan metode yang tepat untuk mengajarkan empat hal tersebut pada keterampilan bahasa.
Related Results
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang SMAN 1 Luwu sebagai wadah proses pendidikan di Kabupaten Luwu 1967-2017) dengan mengungkap proses berdirinya SMAN 1 Luwu dan perke...
Guiding World GW
Guiding World GW
Pengajaran Bahasa Indonesia dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Bahasa pertama (bahasa ibu, ...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
ABSTRAK Bahasa Sunda merupakan bahasa pertama masyarakat Jawa Barat dan tidak sedikit orang yang menggunakan bahasa sunda diberbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam pendidikan...
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
Tebet Ecopark adalah taman yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2022 dan dikelola oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari kedudukan b...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
هذه الأطروحة تبحث عن تحليل التقابلى فى تركيب جمل اللغة العربية و اللغة البوغيسية ، خاصة في أنماط و أنواع جمل اللغة العربية و اللغة البوغيسية. هذه الأطروحة تهدف إلى: 1) وصف أنماط...

