Javascript must be enabled to continue!
PENGUKURAN RESPONS ESTETIK SISWA DENGAN SEMANTIC DIFFERENTIAL
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan menemukan dan mengungkap karakteristik instrumen pengukuran respons estetik, yang dapat digunakan untuk mengukur respons siswa terhadap karya seni rupa (lukisan). Sasaran penelitian pengembangan ini adalah instrumen pengukuran respons estetik untuk siswa sekolah menengah pertama dan respons siswa sebagai hasil uji coba. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Yogyakarta. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis faktor, analisis reliabilitas, dan analisis varians dengan pengukuran ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan instrumen pengukuran respons estetik meliputi penyusunan kisi-kisi, pemilihan butir-butir semantic differential dan stimulus (lukisan), penyusunan instrumen, dan uji coba instrumen. Berdasarkan analisis faktor, instrumen pengukuran respons estetik yang dikembangkan tersebut memiliki validitas yang baik (varians total yang dapat dijelaskan keseluruhan = 70,65%). Instrumen pengukuran ini mampu mengukur respons estetik siswa menurut faktor evaluatif, formal (kebentukan), dan stimulatif (kesan gerak), yang berarti bahwa siswa menunjukkan kecenderungan menilai kualitas, merasakan bentuk, dan menangkap kesan gerak pada lukisan. Faktor evaluatif direpresentasikan oleh butir 'tidak indah—indah', 'jelek-bagus', 'tidak suka—suka', dan 'tidak mirip—mirip'. Faktor formal direpresentasikan oleh butir 'gelap—terang ', 'kusam—cemerlang', dan 'kabur—jelas'. Faktor stimulatif direpresentasikan oleh butir 'sederhana—rumit', 'hidup—mati', 'kacau—tenang', dan 'kaku—luwes'. Instrumen respon estetik ini memiliki reliabilitas yang baik (konsistensi internal alpha = 0,82 dan koefisien stabilitas rij = 0,71). Analisis varians dengan pengukuran ulang menunjukkan bahwa instrumen pengukuran respons estetik siswa tersebut menunjukkan sensitivitas terhadap karakteristik lukisan. Terdapat pengaruh gaya dan tema lukisan serta interaksinya terhadap respons estetik siswa. Kata kunci: respons estetik, semantic differential, instrumen
Title: PENGUKURAN RESPONS ESTETIK SISWA DENGAN SEMANTIC DIFFERENTIAL
Description:
Penelitian ini bertujuan menemukan dan mengungkap karakteristik instrumen pengukuran respons estetik, yang dapat digunakan untuk mengukur respons siswa terhadap karya seni rupa (lukisan).
Sasaran penelitian pengembangan ini adalah instrumen pengukuran respons estetik untuk siswa sekolah menengah pertama dan respons siswa sebagai hasil uji coba.
Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Yogyakarta.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis faktor, analisis reliabilitas, dan analisis varians dengan pengukuran ulang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan instrumen pengukuran respons estetik meliputi penyusunan kisi-kisi, pemilihan butir-butir semantic differential dan stimulus (lukisan), penyusunan instrumen, dan uji coba instrumen.
Berdasarkan analisis faktor, instrumen pengukuran respons estetik yang dikembangkan tersebut memiliki validitas yang baik (varians total yang dapat dijelaskan keseluruhan = 70,65%).
Instrumen pengukuran ini mampu mengukur respons estetik siswa menurut faktor evaluatif, formal (kebentukan), dan stimulatif (kesan gerak), yang berarti bahwa siswa menunjukkan kecenderungan menilai kualitas, merasakan bentuk, dan menangkap kesan gerak pada lukisan.
Faktor evaluatif direpresentasikan oleh butir 'tidak indah—indah', 'jelek-bagus', 'tidak suka—suka', dan 'tidak mirip—mirip'.
Faktor formal direpresentasikan oleh butir 'gelap—terang ', 'kusam—cemerlang', dan 'kabur—jelas'.
Faktor stimulatif direpresentasikan oleh butir 'sederhana—rumit', 'hidup—mati', 'kacau—tenang', dan 'kaku—luwes'.
Instrumen respon estetik ini memiliki reliabilitas yang baik (konsistensi internal alpha = 0,82 dan koefisien stabilitas rij = 0,71).
Analisis varians dengan pengukuran ulang menunjukkan bahwa instrumen pengukuran respons estetik siswa tersebut menunjukkan sensitivitas terhadap karakteristik lukisan.
Terdapat pengaruh gaya dan tema lukisan serta interaksinya terhadap respons estetik siswa.
Kata kunci: respons estetik, semantic differential, instrumen.
Related Results
ESTETIK TARI SINING PADA MASYARAKAT GAYO KABUPATEN ACEH TENGAH
ESTETIK TARI SINING PADA MASYARAKAT GAYO KABUPATEN ACEH TENGAH
AbstrakPenelitian Nilai Estetik Tari Sining pada masyarakat Gayo bertujuan mendeskripsikan koreografi dan nilai estetik Tari Sining Koreografi Tari Sining merupakan salah satu daya...
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Guru di SDN Koripan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajarannya terumata pada mata pelajaran IPA. Guru menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menjelaskan kepada ...
A Semantic Orthogonal Mapping Method Through Deep-Learning for Semantic Computing
A Semantic Orthogonal Mapping Method Through Deep-Learning for Semantic Computing
In order to realize an artificial intelligent system, a basic mechanism should be provided for expressing and processing the semantic. We have presented semantic computing models i...
KOMPARASI BEBERAPA METODE ESTIMASI KESALAHAN PENGUKURAN
KOMPARASI BEBERAPA METODE ESTIMASI KESALAHAN PENGUKURAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan besarnya estimasi kesalahan pengukuran perangkat soal Ujicoba Ujian Nasional mata pelajaran Biologi SMA. Analisis data dalam peneliti...
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DAN PENGETAHUAN SISWA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XI MENDEL SMA KRISTEN RANTEPAO TAHUN 2024
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DAN PENGETAHUAN SISWA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XI MENDEL SMA KRISTEN RANTEPAO TAHUN 2024
Salah satu perilaku bullying yang masih sering terjadi pada siswa kelas XI Mendel SMA Kristen Rantepao Tahun 2024 yaitu bentuk perilaku bullying verbal seperti mengejek temannya de...
Optimisasi Penjadwalan Pembangkit pada Microgrid dengan Mempertimbangkan Respons Beban
Optimisasi Penjadwalan Pembangkit pada Microgrid dengan Mempertimbangkan Respons Beban
Abstract – In a smart grid, the adequacy of electricity supply is not only determined by generation, but the electrical demand can also be involved. Demand response is one way to m...
Dışavurumcu Sanat Yoluyla Estetik Değer Öğretimi
Dışavurumcu Sanat Yoluyla Estetik Değer Öğretimi
Araştırmanın amacı, ortaokul 7. sınıf öğrencilerinin
dışavurumcu sanat yoluyla estetik değer yargılarının gelişimini sağlamaktır.
Araştırmanın örneklemini Rize il ve ilçelerinde öğ...
Validitas dan Reliabilitas Pengukuran Posisi Horizontal Menton dalam Penilaian Kesimetrisan Mandibulofasial (Kajian Sefalometri Postero-Anterior)
Validitas dan Reliabilitas Pengukuran Posisi Horizontal Menton dalam Penilaian Kesimetrisan Mandibulofasial (Kajian Sefalometri Postero-Anterior)
Latar belakang : Pengukuran sefalometri melibatkan penentuan titik-titik anatomis secara objektif namun juga dapat melibatkan subjektifitas pengukur dengan faktor-faktor yang dapat...

