Javascript must be enabled to continue!
Analisis Pusat Pelayanan Kota di Wilayah Pelayanan B (Pasima) Kota Bogor
View through CrossRef
ABSTRAK
Perkembangan yang tinggi di wilayah pelayanan B (Pasima) Kota Bogor mengakibatkan kebutuhan masyarakat dalam menjangkau fasilitas pelayanan dengan mudah dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan lahan dan fungsi bangunan pada tahun 2021, menganalisis penentuan pusat pelayanan, menganalisis persepsi masyarakat terhadap pusat pelayanan, dan menentukan arahan pengembangan pada pusat pelayanan. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis spasial berdasarkan data penggunaan lahan berupa jenis bangunan umum yang dilakukan pengolahan dengan metode kernel density dalam aplikasi Arcgis, dan analisis deskriptif untuk tanggapan masyarakat terhadap fasilitas layanan pada pusat pelayanan. Hasil dari penelitian ini adalah empat pusat pelayanan dan karakteristik penggunaan lahan, tanggapan masyarakat terhadap empat pusat pelayanan, dan arahan dalam pengembangan sub pusat pelayanan dan pusat lingkungan, serta meningkatkan layanan perkotaan dan melakukan penataan dan perbaikan bangunan fasilitas layanan.
Kata Kunci: Analisis Spasial, Kernel density, Pusat Pelayanan
ABSTRACT
The high development in service area B (Pasima) Bogor City has resulted in the public's need to reach service facilities easily and quickly. This research aims to identify land use and building functions in 2021, analyze the determination of service centers, analyze public perceptions of service centers, and determine development directions for service centers. The research methods used include spatial analysis based on land use data in the form of public building types which are processed using the kernel density method in the Arcgis application, and descriptive analysis for community responses to service facilities at service centers. The results of this research are four service centers and land use characteristics, community responses to the four service centers, and directions in developing sub-service centers and environmental centers, as well as improving urban services and structuring and repairing service facility buildings.
Keywords: Spatial Analysis, Kernel density, Service Center.
Title: Analisis Pusat Pelayanan Kota di Wilayah Pelayanan B (Pasima) Kota Bogor
Description:
ABSTRAK
Perkembangan yang tinggi di wilayah pelayanan B (Pasima) Kota Bogor mengakibatkan kebutuhan masyarakat dalam menjangkau fasilitas pelayanan dengan mudah dan cepat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan lahan dan fungsi bangunan pada tahun 2021, menganalisis penentuan pusat pelayanan, menganalisis persepsi masyarakat terhadap pusat pelayanan, dan menentukan arahan pengembangan pada pusat pelayanan.
Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis spasial berdasarkan data penggunaan lahan berupa jenis bangunan umum yang dilakukan pengolahan dengan metode kernel density dalam aplikasi Arcgis, dan analisis deskriptif untuk tanggapan masyarakat terhadap fasilitas layanan pada pusat pelayanan.
Hasil dari penelitian ini adalah empat pusat pelayanan dan karakteristik penggunaan lahan, tanggapan masyarakat terhadap empat pusat pelayanan, dan arahan dalam pengembangan sub pusat pelayanan dan pusat lingkungan, serta meningkatkan layanan perkotaan dan melakukan penataan dan perbaikan bangunan fasilitas layanan.
Kata Kunci: Analisis Spasial, Kernel density, Pusat Pelayanan
ABSTRACT
The high development in service area B (Pasima) Bogor City has resulted in the public's need to reach service facilities easily and quickly.
This research aims to identify land use and building functions in 2021, analyze the determination of service centers, analyze public perceptions of service centers, and determine development directions for service centers.
The research methods used include spatial analysis based on land use data in the form of public building types which are processed using the kernel density method in the Arcgis application, and descriptive analysis for community responses to service facilities at service centers.
The results of this research are four service centers and land use characteristics, community responses to the four service centers, and directions in developing sub-service centers and environmental centers, as well as improving urban services and structuring and repairing service facility buildings.
Keywords: Spatial Analysis, Kernel density, Service Center.
Related Results
Wilayah Periurban Bogor : Identifikasi Karakteristik Fisik, Sosial dan Ekonomi
Wilayah Periurban Bogor : Identifikasi Karakteristik Fisik, Sosial dan Ekonomi
Wilayah Peri Urban (WPU) merupakan wilayah yang terletak di antara wilayah yang secara fisik mempunyai kenampakan kekotaan di satu sisi dan kenampakan pedesaan di sisi yang lain (Y...
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
ABSTRAK
Pertumbuhan penduduk di perkotaan meningkatkan kebutuhan akan lahan. Kabupaten Bogor melalui RTRW 2016-2036 mengembangkan pusat-pusat kegiatan. Kecamatan Cigudeg mempunyai...
Strategi Pengembangan Kecamatan Cibeureum Sebagai Pusat Pelayanan Kota di Kota Sukabumi.
Strategi Pengembangan Kecamatan Cibeureum Sebagai Pusat Pelayanan Kota di Kota Sukabumi.
Kota Sukabumi sebagai kota menengah telah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kecamatan Cikole sebagai pusat layanan kota mengalami masalah perkotaan yang ko...
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur
Tingginya angka kematian neonatal bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa faktor seperti kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR, kelainan cacat bawaan, ikterus, asfiksia, down sy...
Analisis Ketergantungan Kota Bangkinang sebagai Kota Kecil terhadap Kota Pekanbaru Sebagai Kota Induk di Kawasan Metropolitan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan)
Analisis Ketergantungan Kota Bangkinang sebagai Kota Kecil terhadap Kota Pekanbaru Sebagai Kota Induk di Kawasan Metropolitan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan)
<p><em><span lang="IN">Kawasan Pekansikawan sebagai kawasan metropolitan terdiri dari </span><span lang="EN-US">Kota </span><span lang="IN"&g...
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
Lokasi pusat-pusat pemerintahan kesultanan Melayu di Kalimantan Barat berada di sepanjang tepian sungai. Sungai menjadi faktor yang sangat penting dalam kehidupan kesultanan, yaitu...
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PENGARUH PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
The aims of this study were (1) to determine the effect of limited face-to-face learning on social science learning outcomes for VII grade students at MTs Ar Rofiqy Bogor, (2) to d...
STUDI AKSESIBILITAS TRANSPORTASI BERKELANJUTAN UNTUK PENYANDANG CACAT (DISABILITAS) DI PUSAT KOTA MEDAN
STUDI AKSESIBILITAS TRANSPORTASI BERKELANJUTAN UNTUK PENYANDANG CACAT (DISABILITAS) DI PUSAT KOTA MEDAN
Transportasi berkelanjutan merupakan bagian dari konsep kota berkelanjutan (sustainable city), yaitu transportasi yang berbasis pada kelangsungan seluruh sistem transportasi dengan...

