Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Evaluasi Klinis Kastrasi pada Pedet dengan Metode Eksisi Skrotum
View through CrossRef
Teknik kastrasi dengan pembedahan pada pedet memiliki keunggulan yaitu waktu persembuhan yang cepat dan tingkat keberhasilan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi klinis pada pedet yang dikastrasi secara pembedahan. Sembilan ekor pedet berumur 1,5 bulan dikastrasi dengan eksisi 1/3 distal skrotum dan penjepitan emasculator di funiculus sprematicus. Evaluasi pengamatan makroskopis dilakukan terhadap perkembangan luka pada hari ke 2, 7, dan 14 pasca kastrasi. Evaluasi hematologi dilakukan pada hari ke 7 pasca kastrasi. Hasil pengamatan makroskopis persembuhan luka menunjukkan perbaikan yang signifikan (p<0.05) antara hari ke- 2 (skor 3.78 ± 0.44) dan hari ke- 7 (skor 1.56 ±0.52). Pengamatan pada hari ke- 14 pasca kastrasi semua pedet sudah sembuh sempurna dari luka operasi. Hasil evaluasi hematologi menunjukkan nilai rata-rata seluruh parameter berada dalam rentang nilai normal. Kastrasi dengan eksisi ⅓ distal skrotum dapat menjadi pilihan metode kastrasi di negara beriklim tropis seperti Indonesia karena tingkat persembuhannya yang cepat dan minim komplikasi.
Title: Evaluasi Evaluasi Klinis Kastrasi pada Pedet dengan Metode Eksisi Skrotum
Description:
Teknik kastrasi dengan pembedahan pada pedet memiliki keunggulan yaitu waktu persembuhan yang cepat dan tingkat keberhasilan yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi klinis pada pedet yang dikastrasi secara pembedahan.
Sembilan ekor pedet berumur 1,5 bulan dikastrasi dengan eksisi 1/3 distal skrotum dan penjepitan emasculator di funiculus sprematicus.
Evaluasi pengamatan makroskopis dilakukan terhadap perkembangan luka pada hari ke 2, 7, dan 14 pasca kastrasi.
Evaluasi hematologi dilakukan pada hari ke 7 pasca kastrasi.
Hasil pengamatan makroskopis persembuhan luka menunjukkan perbaikan yang signifikan (p<0.
05) antara hari ke- 2 (skor 3.
78 ± 0.
44) dan hari ke- 7 (skor 1.
56 ±0.
52).
Pengamatan pada hari ke- 14 pasca kastrasi semua pedet sudah sembuh sempurna dari luka operasi.
Hasil evaluasi hematologi menunjukkan nilai rata-rata seluruh parameter berada dalam rentang nilai normal.
Kastrasi dengan eksisi ⅓ distal skrotum dapat menjadi pilihan metode kastrasi di negara beriklim tropis seperti Indonesia karena tingkat persembuhannya yang cepat dan minim komplikasi.
.
Related Results
Investigasi Perspektif Perawat Pendidik Klinis Tentang Pendidikan Klinis Berbasis Budaya dalam Pendidikan Keperawatan
Investigasi Perspektif Perawat Pendidik Klinis Tentang Pendidikan Klinis Berbasis Budaya dalam Pendidikan Keperawatan
Perawat pendidik klinis yang tidak melibatkan aspek budaya dalam proses pembelajaran klinis akan mempengaruhi serta menghambat capaian tujuan pembelajaran klinis. Unsur budaya dala...
Keloid yang diterapi dengan kombinasi bedah eksisi dan injeksi kortikosteroid intralesi: sebuah laporan kasus
Keloid yang diterapi dengan kombinasi bedah eksisi dan injeksi kortikosteroid intralesi: sebuah laporan kasus
Background: Keloids are soft solid tumors with a smooth surface that extend beyond the wound margins and invade adjacent normal tissue. Appears at the age of 10-30 years, occurs as...
Karsinoma sel basal tipe nodular yang diterapi bedah eksisi dengan bilobed flap
Karsinoma sel basal tipe nodular yang diterapi bedah eksisi dengan bilobed flap
Introduction: Basal cell carcinoma (BCC) is the most common type of skin cancer, with a predilection for areas exposed to ultraviolet radiation. The gold standard therapy has been ...
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
Dalam sebuah proses pembelajaran komponen yang turut menentukan keberhasilan sebuah proses adalah evaluasi. Melalui evaluasi orang akan mengetahui sampai sejauh mana penyampaian pe...
Agranulosit Bibit Sapi Bali pada Berbagai Umur di Nusa Penida
Agranulosit Bibit Sapi Bali pada Berbagai Umur di Nusa Penida
Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan persentase agranulosit terhadap umur bibit sapi bali betina yang dipelihara di wilayah Nusa Penida, dengan tiga rentangan umur ya...
EKSISI KARSINOMA SEL BASAL TIPE CAMPURAN YANG DILAKUKAN PENUTUPAN DEFEK DENGAN FLAP RHOMBOID
EKSISI KARSINOMA SEL BASAL TIPE CAMPURAN YANG DILAKUKAN PENUTUPAN DEFEK DENGAN FLAP RHOMBOID
ABSTRAKÂ Karsinoma sel basal (KSB) merupakan jenis kanker kulit yang berasal dari sel yang tidak mengalami keratinisasi pada lapisan basal epidermis.1Â Tumor ganas ini ditandai den...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
LAPORAN KASUS: BILATERAL VARICOCELE
LAPORAN KASUS: BILATERAL VARICOCELE
Varikokel didefinisikan sebagai pelebaran pleksus vena pampiniformis yang mengeringkan testis, dengan refluks darah vena. Meskipun dapat terjadi tanpa gejala dan terdeteksi, variko...

