Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Pragmatik Adverbia Kekkou dan Verba Sumimasen Bahasa Jepang

View through CrossRef
Bahasa Jepang dikenal sebagai bahasa yang memiliki  keambiguitasan, baik dalam tataran fonetik, leksikal maupun gramatikal. Diperlukan cara untuk memahami makna apa yang dikandung oleh sebuah ungkapan dalam bahasa Jepang. Sehingga pemahaman tentang konteks atau situasi tutur secara keseluruhan sangat diperlukan. Dalam penelitian ini penulis mengangkat ambiguitas pada tataran leksikal, berupa pemakaian adverbia kekkou dan  verba sumimasen bahasa Jepang. Kedua leksikal ini apabila berdiri sendiri memiliki berbagai makna. Melalui pendekatan pragmatik berupa telaah dalam berbagai situasi tutur, akan dicari kategori pragmatik dan  makna pragmatik dari adverbia kekkou dan verba sumimasen. Setelah diadakan analisis pada 15 situasi tutur yang mengandung adverbia kekkou dan 15 situasi tutur yang mengandung verba sumimasen, didapatkan kategori makna pragmatik adverbia kekkou bahasa Jepang adalah ilokusi asertif, sedangkan kategori makna pragmatik verba sumimasen adalah ilokusi asertif, ekspresif dan direktif. Adapun makna pragmatik adverbia kekkou menunjukkan persetujuan, penolakan, menyatakan pilihan, dan menyatakan kesanggupan. Sedangkan makna yang dikandung dalam kategori ilokusi asertif verba sumimasen menunjukkan penolakan dan memastikan. Kategori ilokusi ekspresif menyatakan penyesalan dan terimakasih, serta kategori ilokusi direktif menyatakan permintaan tolong dan sapaan untuk menghentikan lawan tutur.
Universitas Gadjah Mada
Title: Analisis Pragmatik Adverbia Kekkou dan Verba Sumimasen Bahasa Jepang
Description:
Bahasa Jepang dikenal sebagai bahasa yang memiliki  keambiguitasan, baik dalam tataran fonetik, leksikal maupun gramatikal.
Diperlukan cara untuk memahami makna apa yang dikandung oleh sebuah ungkapan dalam bahasa Jepang.
Sehingga pemahaman tentang konteks atau situasi tutur secara keseluruhan sangat diperlukan.
Dalam penelitian ini penulis mengangkat ambiguitas pada tataran leksikal, berupa pemakaian adverbia kekkou dan  verba sumimasen bahasa Jepang.
Kedua leksikal ini apabila berdiri sendiri memiliki berbagai makna.
Melalui pendekatan pragmatik berupa telaah dalam berbagai situasi tutur, akan dicari kategori pragmatik dan  makna pragmatik dari adverbia kekkou dan verba sumimasen.
Setelah diadakan analisis pada 15 situasi tutur yang mengandung adverbia kekkou dan 15 situasi tutur yang mengandung verba sumimasen, didapatkan kategori makna pragmatik adverbia kekkou bahasa Jepang adalah ilokusi asertif, sedangkan kategori makna pragmatik verba sumimasen adalah ilokusi asertif, ekspresif dan direktif.
Adapun makna pragmatik adverbia kekkou menunjukkan persetujuan, penolakan, menyatakan pilihan, dan menyatakan kesanggupan.
Sedangkan makna yang dikandung dalam kategori ilokusi asertif verba sumimasen menunjukkan penolakan dan memastikan.
Kategori ilokusi ekspresif menyatakan penyesalan dan terimakasih, serta kategori ilokusi direktif menyatakan permintaan tolong dan sapaan untuk menghentikan lawan tutur.

Related Results

MAKNA VERBA BAHASA JEPANG
MAKNA VERBA BAHASA JEPANG
Fenomena verba bahasa Jepang terdapat verba yang memiliki kemiripan makna, misalnya verba melihat, yang dalam bahasa Jepang adalah miru dan mikakeru. Pemakaian verba yang tepat men...
Adverbia Temen dan Tenan Sebagai Penanda Kesangatan dan Kesungguhan dalam Bahasa Jawa
Adverbia Temen dan Tenan Sebagai Penanda Kesangatan dan Kesungguhan dalam Bahasa Jawa
Adverbia temen dan tenan dalam bahasa Jawa menunjukkan makna yang sama. Berbagai penelitian terdahulu terbatas pada definisi adverbia temen dan tenan. Penelitian ini menemukan perb...
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
MAKNA DAN PENGGUNAAN VERBA ‘MEMBANTU’ DALAM BAHASA JEPANG SEHARI-HARI: TINJAUAN SEMANTIK
MAKNA DAN PENGGUNAAN VERBA ‘MEMBANTU’ DALAM BAHASA JEPANG SEHARI-HARI: TINJAUAN SEMANTIK
Japanese is a foreign language that has many variations of the lexicon. One of them is the lexicon variation in verbs. This study discusses the meaning and use of verb 'help' in ev...
Verba Berobjek Ganda Bahasa Jepang
Verba Berobjek Ganda Bahasa Jepang
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata kerja yang melibatkan objek ganda, yaitu kata kerja ageru ‘memberi’, oshieru ‘mengajar/ajar’, kureru ‘memberi’,dan kau ‘membeli’, sehi...
Konstruksi Kausatif Analitik Bahasa Kemak
Konstruksi Kausatif Analitik Bahasa Kemak
Artikel ini merupakan bagian dari disertasi penulis. Judul penelitian ini adalah Konstruksi Kausatif Analitik Bahasa Kemak. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana konsttu...
ILOKUSI DALAM FILM “KUN ANA WA ANTA” KARYA RINA NOVITA
ILOKUSI DALAM FILM “KUN ANA WA ANTA” KARYA RINA NOVITA
Penelitian ini fokus pada penelitian  pragmatik  kajian  tindak  tutur ilokusi yang mencakup verba tuturan dalam film “Kun Ana Wa Anta” karya Rini Novita. Pragmatik merupakan ilmu ...
PKM Pembelajaran Bahasa Jepang Huruf Hiragana dan Katakana Berbasis Android pada Siswa di SMA Negeri I Pineleng
PKM Pembelajaran Bahasa Jepang Huruf Hiragana dan Katakana Berbasis Android pada Siswa di SMA Negeri I Pineleng
Bahasa merupakan salah satu kemampuan terpenting yang harus dimiliki, karena bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi, menyampaikan pendapat, juga perasaan. Pemanfaatan teknologi ...

Back to Top