Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Fase Intensif Berdasarkan Karakteristik Pasien TB di Puskesmas Rancasalak

View through CrossRef
Abstract. Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). 2019, Indonesia is the second country with the highest TB cases in the world. One of the problems that threaten TB control is anti-tuberculosis drug resistanceNon-adherence in undergoing treatment is one of the factors that may increase resistance and ultimately reduce the success of TB treatment.This study aims to determine the level of adherence to the intensive phase of treatment based on the characteristics of TB patients at the Rancasalak Garut Health Center. This observational study useddata on the TB01 form. The research subjects were pulmonary tuberculosis patients at the Rancasalak Garut Health Center during the period January 2019-October 2022. Of 108 subjects, there were 88 people (81.48%) who adhered to treatment and 20 people (18.51%) who did not adhere to treatment. Patients who adhered to treatment had characterstics: 53 people (60.23%) were male86 people (97.73%) had constant weight, and had mean of age 37 years old. a study conducted by Heldiastri said that the level of treatment adherence was more in men, a study conducted by Friskilla that patients who were compliant in treatment were aged 25-49 years, and a study conducted by Farrah Bintang stated that in patients undergoing treatment TB obediently experienced improvements in measures of nutritional status. Abstrak. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang bisa disebabkan karena adanya infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis). ada tahun 2019 Indonesia menjadi negara kedua dengan kasus TB tertinggi di dunia. Salah satu masalah yang mengancam pengendalian TB adalah resistensi obat anti TB (OAT). Ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan resistensi dan pada akhirnya dapat menurunkan keberhasilan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan fase intensif berdasarkan karakteristik pasien TB di Puskesmas Rancasalak Garut. Penelitian observasi analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional menggunakan data pada formulir TB01. Subjek penelitian adalah pasien TB paru di Puskesmas Rancasalak Garut periode Januari 2019 - Oktober 2021. Hasil penelitian didapatkan dari total 108 orang, terdapat 88 orang (81,48%) patuh pengobatan dan 20 orang (18,51%) tidak patuh pengobatan. Pasien patuh pengobatan memiliki karakteristik laki-laki sebanyak 53 orang (60,23%)  berat badan tetap 86 orang (97,73%) dan usia rata-rata 37 tahun. Simpulan penelitian ini pasien patuh adalah Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, rata-rata berusia 37 tahun dan memiliki berat badan tetap paska pengobatan fase intensif. penelitian yang dilakukan oleh Heldiastri yang mengatakan bahwa tingkat kepatuhan pengobatan lebih banyak pada laki-laki, penelitian yang dilakukan oleh Friskilla bahwa pasien yang patuh dalam pengobatan adalah berumur 25-49 tahun dan penelitian yang dilakukan oleh Farroh Bintang yang menyatakan bahwa pada pasien yang menjalani pengobatan TB dengan patuh mengalami perbaikan dalam ukuran status gizi.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Fase Intensif Berdasarkan Karakteristik Pasien TB di Puskesmas Rancasalak
Description:
Abstract.
Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis (M.
tuberculosis).
2019, Indonesia is the second country with the highest TB cases in the world.
One of the problems that threaten TB control is anti-tuberculosis drug resistanceNon-adherence in undergoing treatment is one of the factors that may increase resistance and ultimately reduce the success of TB treatment.
This study aims to determine the level of adherence to the intensive phase of treatment based on the characteristics of TB patients at the Rancasalak Garut Health Center.
This observational study useddata on the TB01 form.
The research subjects were pulmonary tuberculosis patients at the Rancasalak Garut Health Center during the period January 2019-October 2022.
Of 108 subjects, there were 88 people (81.
48%) who adhered to treatment and 20 people (18.
51%) who did not adhere to treatment.
Patients who adhered to treatment had characterstics: 53 people (60.
23%) were male86 people (97.
73%) had constant weight, and had mean of age 37 years old.
a study conducted by Heldiastri said that the level of treatment adherence was more in men, a study conducted by Friskilla that patients who were compliant in treatment were aged 25-49 years, and a study conducted by Farrah Bintang stated that in patients undergoing treatment TB obediently experienced improvements in measures of nutritional status.
Abstrak.
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang bisa disebabkan karena adanya infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (M.
tuberculosis).
ada tahun 2019 Indonesia menjadi negara kedua dengan kasus TB tertinggi di dunia.
Salah satu masalah yang mengancam pengendalian TB adalah resistensi obat anti TB (OAT).
Ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan resistensi dan pada akhirnya dapat menurunkan keberhasilan pengobatan TB.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan fase intensif berdasarkan karakteristik pasien TB di Puskesmas Rancasalak Garut.
Penelitian observasi analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional menggunakan data pada formulir TB01.
Subjek penelitian adalah pasien TB paru di Puskesmas Rancasalak Garut periode Januari 2019 - Oktober 2021.
Hasil penelitian didapatkan dari total 108 orang, terdapat 88 orang (81,48%) patuh pengobatan dan 20 orang (18,51%) tidak patuh pengobatan.
Pasien patuh pengobatan memiliki karakteristik laki-laki sebanyak 53 orang (60,23%)  berat badan tetap 86 orang (97,73%) dan usia rata-rata 37 tahun.
Simpulan penelitian ini pasien patuh adalah Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, rata-rata berusia 37 tahun dan memiliki berat badan tetap paska pengobatan fase intensif.
penelitian yang dilakukan oleh Heldiastri yang mengatakan bahwa tingkat kepatuhan pengobatan lebih banyak pada laki-laki, penelitian yang dilakukan oleh Friskilla bahwa pasien yang patuh dalam pengobatan adalah berumur 25-49 tahun dan penelitian yang dilakukan oleh Farroh Bintang yang menyatakan bahwa pada pasien yang menjalani pengobatan TB dengan patuh mengalami perbaikan dalam ukuran status gizi.

Related Results

KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PAIEN TB PARU
KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PAIEN TB PARU
AbstactDrug Compliance Drugs in Pulmonary TB Patients in the Work Area of Kunti Puskesmas and Puskesmas Kauman Kabupaten PonorogoBy: Malik Fajar RozaqiThe level of adherence in tre...
Kepatuhan Pengobatan Pasien Geriatri dalam Pengobatan Hipertensi di Puskesmas Cicantayan Sukabumi
Kepatuhan Pengobatan Pasien Geriatri dalam Pengobatan Hipertensi di Puskesmas Cicantayan Sukabumi
Abstract. The prevalence of hypertension continues to increase with age. Hypertension can cause morbidity and mortality caused due to poor blood pressure control which can be cause...
ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WARUNGGUNUNG DAN PUSKESMAS BAROS TAHUN 2023
ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WARUNGGUNUNG DAN PUSKESMAS BAROS TAHUN 2023
Salah satu indikator utama pemantauan kualitas pelayanan adalah kepuasan pelanggan, ini berasal dari fakta bahwa harapan pelanggan telah dipenuhi oleh layanan yang mereka terima. P...
Perilaku pencarian dan pengobatan pasien tuberculosis di Kota Bengkulu
Perilaku pencarian dan pengobatan pasien tuberculosis di Kota Bengkulu
Latar Belakang: Penemuan kasus yang tidak efisien menjadikan batu sandungan dalam keberhasilan penemuan kasus TB khususnya dalam hal pola pencarian pengobatan dimana beberapa terja...
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS
Kepatuhan merupakan masalah yang sering dialami pasien hemodialisis dan dapat berdampak terhadap berbagai aspek perawatan pasien,termasuk obat-obatan dan rejimen pengobatan serta p...
Gambaran Faktor Penyebab Rujukan Di Puskesmas Kota Depok
Gambaran Faktor Penyebab Rujukan Di Puskesmas Kota Depok
Referral System for Individual Health Services states that health services are conducted in stages according to medical needs, starting from basic, second, and then third level hea...
PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN KOTA CIMAHI JAWA BARAT INDONESIA
PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN KOTA CIMAHI JAWA BARAT INDONESIA
Terkait dengan penatalaksanaan pandemi Corona virus disesase-19 (Covid-19), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memberikan pedoman bagi tenaga kesehatan tentang pengelom...
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan
Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah hasil penilaian pasien terhadap pel...

Back to Top