Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SEJARAH DESA TALAGA BESAR KECAMATAN TALAGA RAYA KABUPATEN BUTON TENGAH (1977-2017)

View through CrossRef
ABSTRAK: Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Apa latar belakang terbentuknya Desa Talaga Besar Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah? (2) Bagaimana berkembangan Desa Talaga Besar Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah Tahun 1977-2017? Metode sejarah tersebut adalah: (a) Pemilihan topik (b) Heuristik (Pengumpulan Data) (c) Verifikasi (Kritik Sejarah) (d) Interpretasi (e) Historiografi (kritik sejarah). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Desa Talaga Besar awalnya hanya dijadikan tempat untuk berkebun atau bercocok tanam, misalnya menanam jagung dan ubi kayu sebagai makanan pokok masyarakat setempat dan pada umumnya masyarakat Buton. Karena seiring berjalannya waktu dan peradaban serta jumlah penduduk semakin bertambah banyak. Pemerintah daerah berinisiatif memekarkan desa Talaga Besar menjadi desa definitif. Faktor-faktor yang mendukung terbentuknya Desa Talaga Besar ini ialah: (a) Adanya peranan pemimpin yang selalu memberikan motivasi kepada warga untuk aktif dalam setiap kegiatan yang sifatnya membangun. (b) Faktor pendukung diantaranya faktor geografis (wilayah), faktor demografi (penduduk), dan faktor ekonomi. (2) Perkembangan Desa Talaga Besar dalam bidang ekonomi, sebagian besar masyarakat Talaga Besar menggantungkan hidupnya di bidang pertanian dan perdagangan yang telah dilakukan dan dikembangkan secara turun temurun. Di bidang sosial, hubungan sosial kemasyarakatan antara warga Desa Talaga Besar cukup harmonis. Di bidang pendidikan, perkembangan pendidikan di Desa Talaga Besar pada khususnya dan Kecamatan Talaga Raya pada umumnya mengalami perkembangan pendidikan yang boleh dikatakan sudah cukup baik dan infrastruktur lebih baik bila dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. Kata Kunci: Sejarah, Desa, Talaga BesarABSTRACT: The main problems in this study are: (1) What is the background of the formation of Talaga Besar Village, Talaga Raya District, Buton Tengah Regency? (2) How did the development of Talaga Besar Village, Talaga Raya District, Buton Tengah Regecy Year 1977-2017? The historical methods are: (a) Selection of topics (b) Heuristics (Data Collection) (c) Verification (Historical Criticism) (d) Interpretation (e) Historiography (historical criticism). The results of this study indicate that: (1) Talaga Besar Village was originally only used as a place for gardening or farming, for example planting corn and cassava as a staple food for the local community and in general the Buton people. Because over time and civilization as well as the population increases. The regional government took the initiative to split the village of Talaga Besar into a definitive village. The factors that support the formation of the Talaga Besar Village are: (a) There is a role of leaders who always motivate citizens to be active in any constructive activity. (b) Supporting factors include geographical factors (region), demographic factors (population), and economic factors. (2) The development of Talaga Besar Village in the economic field, most of the Talaga Besar people depend their lives on agriculture and trade which have been carried out and developed for generations. In the social field, social relations between the people of Talaga Besar Village are quite harmonious. In the field of education, the development of education in the village of Talaga Besar in particular and the Talaga Raya sub-district in general experienced a development of education which was arguably quite good and the infrastructure was better when compared to the previous situation. Keywords: History, Village, Great Talaga
Title: SEJARAH DESA TALAGA BESAR KECAMATAN TALAGA RAYA KABUPATEN BUTON TENGAH (1977-2017)
Description:
ABSTRAK: Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Apa latar belakang terbentuknya Desa Talaga Besar Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah? (2) Bagaimana berkembangan Desa Talaga Besar Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah Tahun 1977-2017? Metode sejarah tersebut adalah: (a) Pemilihan topik (b) Heuristik (Pengumpulan Data) (c) Verifikasi (Kritik Sejarah) (d) Interpretasi (e) Historiografi (kritik sejarah).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Desa Talaga Besar awalnya hanya dijadikan tempat untuk berkebun atau bercocok tanam, misalnya menanam jagung dan ubi kayu sebagai makanan pokok masyarakat setempat dan pada umumnya masyarakat Buton.
Karena seiring berjalannya waktu dan peradaban serta jumlah penduduk semakin bertambah banyak.
Pemerintah daerah berinisiatif memekarkan desa Talaga Besar menjadi desa definitif.
Faktor-faktor yang mendukung terbentuknya Desa Talaga Besar ini ialah: (a) Adanya peranan pemimpin yang selalu memberikan motivasi kepada warga untuk aktif dalam setiap kegiatan yang sifatnya membangun.
(b) Faktor pendukung diantaranya faktor geografis (wilayah), faktor demografi (penduduk), dan faktor ekonomi.
(2) Perkembangan Desa Talaga Besar dalam bidang ekonomi, sebagian besar masyarakat Talaga Besar menggantungkan hidupnya di bidang pertanian dan perdagangan yang telah dilakukan dan dikembangkan secara turun temurun.
Di bidang sosial, hubungan sosial kemasyarakatan antara warga Desa Talaga Besar cukup harmonis.
Di bidang pendidikan, perkembangan pendidikan di Desa Talaga Besar pada khususnya dan Kecamatan Talaga Raya pada umumnya mengalami perkembangan pendidikan yang boleh dikatakan sudah cukup baik dan infrastruktur lebih baik bila dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.
 Kata Kunci: Sejarah, Desa, Talaga BesarABSTRACT: The main problems in this study are: (1) What is the background of the formation of Talaga Besar Village, Talaga Raya District, Buton Tengah Regency? (2) How did the development of Talaga Besar Village, Talaga Raya District, Buton Tengah Regecy Year 1977-2017? The historical methods are: (a) Selection of topics (b) Heuristics (Data Collection) (c) Verification (Historical Criticism) (d) Interpretation (e) Historiography (historical criticism).
The results of this study indicate that: (1) Talaga Besar Village was originally only used as a place for gardening or farming, for example planting corn and cassava as a staple food for the local community and in general the Buton people.
Because over time and civilization as well as the population increases.
The regional government took the initiative to split the village of Talaga Besar into a definitive village.
The factors that support the formation of the Talaga Besar Village are: (a) There is a role of leaders who always motivate citizens to be active in any constructive activity.
(b) Supporting factors include geographical factors (region), demographic factors (population), and economic factors.
(2) The development of Talaga Besar Village in the economic field, most of the Talaga Besar people depend their lives on agriculture and trade which have been carried out and developed for generations.
In the social field, social relations between the people of Talaga Besar Village are quite harmonious.
In the field of education, the development of education in the village of Talaga Besar in particular and the Talaga Raya sub-district in general experienced a development of education which was arguably quite good and the infrastructure was better when compared to the previous situation.
 Keywords: History, Village, Great Talaga.

Related Results

BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
PREPOSISI BAHASA CIACIA DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON
PREPOSISI BAHASA CIACIA DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk preposisi bahasa Ciacia di Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah me...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...

Back to Top