Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Anak-Anak Imam Eli (I Samuel 2-3) Dan Refleksinya Bagi Anak-Anak Hamba Tuhan

View through CrossRef
Pengalaman anak-anak Imam Eli bisa jadi dialami oleh anak-anak hamba Tuhan. Anak-anak hamba Tuhan memiliki pergumulan khusus, yang bisa berimbas negatif tapi juga bisa berimbas positif. Hasil wawancara informal, ditemukan bahwa ada yang menanggapi negatif, misalnya merasa tertekan, dituntut terlalu banyak, tidak sebebas anak-anak lain, dibayang-bayangi oleh status orangtuanya. Namun ada yang menanggapinya secara positif, misalnya bersyukur dan bangga akan status sebagai anak-anak hamba Tuhan, karena bisa mendapat pendidikan dan keteladanan rohani yang sangat baik dari orangtua, bisa turut melayani bersama orangtua. Anak-anak imam Eli, di tengah umat Israel, ternyata menanggapi secara negatif, yaitu dengan perilaku yang sangat tidak menjadi berkat, dan menjadi perhatian Tuhan. Pembahasan penelitian ini, kiranya dapat memberikan kontribusi bagi anak-anak hamba Tuhan agar tidak memiliki kecenderungan seperti halnya anak-anak imam Eli, dan penting juga bagi para hamba Tuhan supaya tidak mengalami kegagalan seperti imam Eli. Metode penelitian yang penulis pakai adalah kualitatif, dengan mewawancarai 13 mahasiswa Institut Injil Indonesia yang orangtuanya (ayah atau ibunya) adalah hamba Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% informan kecewa menjadi anak hamba Tuhan, 46% informan  pernah minder menjadi anak hamba Tuhan, dan  informan berpendapat bahwa jika anak-anak hamba Tuhan tidak mengaktualisasikan Firman Tuhan secara benar maka akan menjadi batu sandungan bagi jemaat, merusak pekerjaan Tuhan, nama baik orangtua tercemar, dan wibawa orangtua hilang.
Title: Anak-Anak Imam Eli (I Samuel 2-3) Dan Refleksinya Bagi Anak-Anak Hamba Tuhan
Description:
Pengalaman anak-anak Imam Eli bisa jadi dialami oleh anak-anak hamba Tuhan.
Anak-anak hamba Tuhan memiliki pergumulan khusus, yang bisa berimbas negatif tapi juga bisa berimbas positif.
Hasil wawancara informal, ditemukan bahwa ada yang menanggapi negatif, misalnya merasa tertekan, dituntut terlalu banyak, tidak sebebas anak-anak lain, dibayang-bayangi oleh status orangtuanya.
Namun ada yang menanggapinya secara positif, misalnya bersyukur dan bangga akan status sebagai anak-anak hamba Tuhan, karena bisa mendapat pendidikan dan keteladanan rohani yang sangat baik dari orangtua, bisa turut melayani bersama orangtua.
Anak-anak imam Eli, di tengah umat Israel, ternyata menanggapi secara negatif, yaitu dengan perilaku yang sangat tidak menjadi berkat, dan menjadi perhatian Tuhan.
Pembahasan penelitian ini, kiranya dapat memberikan kontribusi bagi anak-anak hamba Tuhan agar tidak memiliki kecenderungan seperti halnya anak-anak imam Eli, dan penting juga bagi para hamba Tuhan supaya tidak mengalami kegagalan seperti imam Eli.
Metode penelitian yang penulis pakai adalah kualitatif, dengan mewawancarai 13 mahasiswa Institut Injil Indonesia yang orangtuanya (ayah atau ibunya) adalah hamba Tuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% informan kecewa menjadi anak hamba Tuhan, 46% informan  pernah minder menjadi anak hamba Tuhan, dan  informan berpendapat bahwa jika anak-anak hamba Tuhan tidak mengaktualisasikan Firman Tuhan secara benar maka akan menjadi batu sandungan bagi jemaat, merusak pekerjaan Tuhan, nama baik orangtua tercemar, dan wibawa orangtua hilang.

Related Results

herlina OSF 2
herlina OSF 2
Penelitian ini dilakukan untuk bertujuan mengkaji apa saja alasan yang mendasari diri seorang hamba Tuhan itu dalam bergaya hidup rendah hati. Sebagai seorang hamba Tuhan dalam jem...
Saadahnoor2018@gmail.com Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Blora
Saadahnoor2018@gmail.com Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Blora
Senam anak sholih merupakan salah satu bentuk dari senam irama yang dilakukan dengan mengikuti irama musik atau nyanyian serta melatih jasmani yang sistematis, teratur dan terencan...
MENGKAJI PANGGILAN DAN PELAYANAN NABI YEREMIA DALAM KONTEKS KITAB YEREMIA DAN IMPLEMENTASINYA BAGI PELAYANAN HAMBA TUHAN MASA KINI
MENGKAJI PANGGILAN DAN PELAYANAN NABI YEREMIA DALAM KONTEKS KITAB YEREMIA DAN IMPLEMENTASINYA BAGI PELAYANAN HAMBA TUHAN MASA KINI
Menjadi seorang hamba Tuhan yang siap melayani dalam kondisi apapun bukanlah perkara yang mudah. Hamba Tuhan harus mempunyai komitmen yang benar sehingga tidak lari dari panggilann...
İmam Hatip Lisesi Öğrencilerinin İmam Hatip Lisesi, Meslek Dersi Öğretmeni ve İdarecilerine İlişkin Metaforik Algıları
İmam Hatip Lisesi Öğrencilerinin İmam Hatip Lisesi, Meslek Dersi Öğretmeni ve İdarecilerine İlişkin Metaforik Algıları
Bu çalışmanın amacı, İmam Hatip Lisesi öğrencilerinin İmam Hatip Lisesi, İmam Hatip Lisesi meslek dersi öğretmeni ve İmam Hatip Lisesi idaresine ilişkin algılarını metaforlar yoluy...
Budaya Struktur Pemerintahan Republik Islam Iran
Budaya Struktur Pemerintahan Republik Islam Iran
<p><em>Abstrak</em> - <strong>Kelahiran Republik Islam Iran tidak lepas dari peran Ayatollah Imam Khomeini, pemimpin spiritual ulama, sekaligus pemimpin pol...
Istidlal Batalnya Wudlu (Perspektif Imam Hanafi dan Imam Syafi’i)
Istidlal Batalnya Wudlu (Perspektif Imam Hanafi dan Imam Syafi’i)
<p><em>This study aims to determine 1) How is Istidlal (the process of searching for and using arguments) to invalidate ablution according to Imam Hanafi and Imam Syafi...
Mengintegrasikan Bisnis dan Pelayanan
Mengintegrasikan Bisnis dan Pelayanan
The concept of a servant of God doing business and serving is an important intersection of faith and entrepreneurship. A servant of God should be able to effectively integrate spir...
Kekuasaan Dan Kedaulatan Tuhan (Yeremia 18: 1-17)
Kekuasaan Dan Kedaulatan Tuhan (Yeremia 18: 1-17)
Yeremia di suruh TUHAN untuk pergi kerumah tukang periuk. Sebenarnya apa tujuan dan maksud TUHAN menyuruh nabi Yeremia ke rumah tukang periuk? Ada apa dengan tukang periuk? Tujuan ...

Back to Top