Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH DI KECAMATAN LAMAKNEN SELATAN, KOTA ATAMBUA

View through CrossRef
Abstrak The population of Lamaknen District, Atambua City, is 1,12,510 people. Based on current conditions, this sub-district has the following clean water supply system: 13 villages and sub-districts. Eight urban communities and five villages (eighty percent) currently have access to clean water; Benteng Village and Lamaknen Village (20%) do not have access to clean water, this is because residents in these two sub-districts still rely on dug wells which cannot necessarily provide clean water. Ensure clean water needs. The challenge that is still faced by every sub-district in Indonesia, including Lamaknen Sub-district, in this case is providing clean water for the community. To achieve this, it is necessary to create a drinking water network design that is suitable for all community needs over the next decade. The aim of this research is to provide a basis for the design of clean water management in Lamaknen District, which aims to preserve public facilities and meet community needs. Therefore, the conclusion of this estimate shows that the people of Nusaniwe District will need 289 lt/s of clean water until 2028. Clean water supply for residential areas must be provided according to the hours when clean water distribution is carried out every day. Planning the water network with the help of the EPANET program, the clean water network can reach two existing settlements with a maximum speed of 5.58 meters per second (pressure 90.59 meters). Keywords: Water network planning, water resources   Abstrak Jumlah penduduk Kecamatan Lamaknen, Kota Atambua, adalah 1.12.510 jiwa. Berdasarkan kondisi saat ini, Kecamatan ini memiliki sistem penyediaan air bersih sebagai berikut: 13 desa dan kelurahan Delapan komunitas perkotaan dan lima desa (delapan puluh persen) saat ini telah memiliki akses terhadap air bersih; Desa Benteng dan Desa Lamaknen (20%) belum memiliki akses air bersih, hal ini disebabkan karena penduduk di kedua kelurahan tersebut masih mengandalkan sumur gali yang belum tentu dapat menyediakan air bersih.  Memastikan  kebutuhan air bersih. Tantangan yang masih dihadapi setiap kecamatan di Indonesia, termasuk Kecamatan Lamaknen, dalam hal ini adalah penyediaan air bersih bagi masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, maka perlu dibuat suatu Desain jaringan air minum yang sesuai untuk semua kebutuhan masyarakat dalam kurun waktu dekade berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjadi landasan bagi desain pengelolaan air bersih di Kecamatan Lamaknen, yang bertujuan untuk melestarikan fasilitas umum dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Kesimpulan dari estimasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Nusaniwe akan membutuhkan 289 lt/dt air bersih hingga tahun 2028. Pasokan air bersih untuk daerah pemukiman harus disediakan sesuai dengan jam distribusi air bersih dilakukan setiap hari. Merencanakan jaringan air dengan bantuan program EPANET, jaringan air bersih dapat menjangkau dua pemukiman yang ada dengan kecepatan maksimum 5,58 meter per detik (tekanan 90,59 meter). Kata kunci: Perencanaan jaringan air, sumber daya air
Title: PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH DI KECAMATAN LAMAKNEN SELATAN, KOTA ATAMBUA
Description:
Abstrak The population of Lamaknen District, Atambua City, is 1,12,510 people.
Based on current conditions, this sub-district has the following clean water supply system: 13 villages and sub-districts.
Eight urban communities and five villages (eighty percent) currently have access to clean water; Benteng Village and Lamaknen Village (20%) do not have access to clean water, this is because residents in these two sub-districts still rely on dug wells which cannot necessarily provide clean water.
Ensure clean water needs.
The challenge that is still faced by every sub-district in Indonesia, including Lamaknen Sub-district, in this case is providing clean water for the community.
To achieve this, it is necessary to create a drinking water network design that is suitable for all community needs over the next decade.
The aim of this research is to provide a basis for the design of clean water management in Lamaknen District, which aims to preserve public facilities and meet community needs.
Therefore, the conclusion of this estimate shows that the people of Nusaniwe District will need 289 lt/s of clean water until 2028.
Clean water supply for residential areas must be provided according to the hours when clean water distribution is carried out every day.
Planning the water network with the help of the EPANET program, the clean water network can reach two existing settlements with a maximum speed of 5.
58 meters per second (pressure 90.
59 meters).
Keywords: Water network planning, water resources   Abstrak Jumlah penduduk Kecamatan Lamaknen, Kota Atambua, adalah 1.
12.
510 jiwa.
Berdasarkan kondisi saat ini, Kecamatan ini memiliki sistem penyediaan air bersih sebagai berikut: 13 desa dan kelurahan Delapan komunitas perkotaan dan lima desa (delapan puluh persen) saat ini telah memiliki akses terhadap air bersih; Desa Benteng dan Desa Lamaknen (20%) belum memiliki akses air bersih, hal ini disebabkan karena penduduk di kedua kelurahan tersebut masih mengandalkan sumur gali yang belum tentu dapat menyediakan air bersih.
  Memastikan  kebutuhan air bersih.
Tantangan yang masih dihadapi setiap kecamatan di Indonesia, termasuk Kecamatan Lamaknen, dalam hal ini adalah penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Untuk mencapai hal tersebut, maka perlu dibuat suatu Desain jaringan air minum yang sesuai untuk semua kebutuhan masyarakat dalam kurun waktu dekade berikutnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjadi landasan bagi desain pengelolaan air bersih di Kecamatan Lamaknen, yang bertujuan untuk melestarikan fasilitas umum dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, Kesimpulan dari estimasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Nusaniwe akan membutuhkan 289 lt/dt air bersih hingga tahun 2028.
Pasokan air bersih untuk daerah pemukiman harus disediakan sesuai dengan jam distribusi air bersih dilakukan setiap hari.
Merencanakan jaringan air dengan bantuan program EPANET, jaringan air bersih dapat menjangkau dua pemukiman yang ada dengan kecepatan maksimum 5,58 meter per detik (tekanan 90,59 meter).
Kata kunci: Perencanaan jaringan air, sumber daya air.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Interaksi Masyarakat Terminal Motabuik Kota Atambua
Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Interaksi Masyarakat Terminal Motabuik Kota Atambua
This research aims to describe the use of language in community interactions at the Motabuik terminal, Atambua City. The use of language in question is the form and function of cod...
STUDI KEBUTUHAN NYATA AIR BERSIH PER KAPITA PADA KOTA BANDAR LAMPUNG
STUDI KEBUTUHAN NYATA AIR BERSIH PER KAPITA PADA KOTA BANDAR LAMPUNG
Sebagaimana telah diketahui bahwa seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka jumlah kebutuhan akan air bersih yang harus terpenuhi juga besar. Tujuan dari penelitian ini ada...
Evaluasi Kinerja Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih Menggunakan Aplikasi Epanet (Studi Kasus Perumnas Wekkee Kota Pare-Pare)
Evaluasi Kinerja Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih Menggunakan Aplikasi Epanet (Studi Kasus Perumnas Wekkee Kota Pare-Pare)
Air bersih merupakan salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi semua manusia dan mahluk hidup, karena segala aktivitas masyarakat di berbagai aspek kehidupan memerlukan air bersi...
Evalusai Ketersediaan Air Bersih Pada Masyarakat Desa Tutukembong Kecamatan Nirunmas Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Evalusai Ketersediaan Air Bersih Pada Masyarakat Desa Tutukembong Kecamatan Nirunmas Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Kebutuhan air bersih yaitu banyaknya air yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air dalam kegiatan sehari-hari seperti mandi, mencuci, memmasak, menyiram tanaman dan lain sebagai...
STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DISTRIBUSI AIR MINUM DI KECAMATAN MELAK, KABUPATEN KUTAI BARAT
STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DISTRIBUSI AIR MINUM DI KECAMATAN MELAK, KABUPATEN KUTAI BARAT
Penyediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. PDAM Kabupaten Kuta...
EDUKASI DAN DONASI AIR BERSIH SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN AIR BERSIH DI DESA ALASOMBO, WERU, SUKOHARJO
EDUKASI DAN DONASI AIR BERSIH SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN AIR BERSIH DI DESA ALASOMBO, WERU, SUKOHARJO
Air bersih merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari – hari. Ketersediaan air bersih wajib diperhatikan, karena sangat bermanfaat dan penting dalam kelangsungan hidup. Warg...
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Bersih Apartemen Royal Paradise Bandung
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Bersih Apartemen Royal Paradise Bandung
AbstrakJumlah penduduk Kota Bandung yang diperkirakan akan mencapai 4,1 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 0.8 % pada tahun 2031 telah melampaui daya dukung Kota Bandung se...

Back to Top