Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peranan dan Kedudukan Platform Digital dalam Pertanggungjawaban Pencemaran Nama Baik

View through CrossRef
Abstract. The development of digital technology has increased the role of digital platforms in people's lives, but has also given rise to legal challenges, particularly regarding defamation. This study aims to analyze the accountability of digital platforms in defamation cases under Law Number 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions (UU ITE) and legal protection for victims. A normative juridical approach is used by analyzing the cases of Baiq Nuril and Haris Azhar-Fatia Maulidiyanti. The results show that digital platforms have a responsibility to moderate content, provide reporting mechanisms, and cooperate with law enforcement in accordance with Articles 15 and 40 of the ITE Law. However, the application of the articles of the ITE Law is often open to multiple interpretations, potentially leading to criminalization of victims or restrictions on freedom of expression. Legal protection for victims includes criminal sanctions, restitution, and reputation restoration, but challenges such as low awareness of reporting and the potential for abuse of flexible articles require clearer and more balanced regulatory reforms. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan peran platform digital dalam kehidupan masyarakat, namun juga memunculkan tantangan hukum, khususnya terkait pencemaran nama baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban platform digital dalam kasus pencemaran nama baik berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta perlindungan hukum bagi korban. Pendekatan yuridis normatif digunakan dengan menganalisis kasus Baiq Nuril dan Haris Azhar-Fatia Maulidiyanti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital memiliki tanggung jawab untuk memoderasi konten, menyediakan mekanisme pelaporan, dan bekerja sama dengan penegak hukum sesuai Pasal 15 dan Pasal 40 UU ITE. Namun, penerapan pasal-pasal UU ITE sering kali multitafsir, menyebabkan potensi kriminalisasi terhadap korban atau pembatasan kebebasan berekspresi. Perlindungan hukum bagi korban mencakup sanksi pidana, restitusi, dan pemulihan reputasi, tetapi tantangan seperti rendahnya kesadaran melapor dan potensi penyalahgunaan pasal karet memerlukan reformasi regulasi yang lebih jelas dan seimbang.
Title: Peranan dan Kedudukan Platform Digital dalam Pertanggungjawaban Pencemaran Nama Baik
Description:
Abstract.
The development of digital technology has increased the role of digital platforms in people's lives, but has also given rise to legal challenges, particularly regarding defamation.
This study aims to analyze the accountability of digital platforms in defamation cases under Law Number 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions (UU ITE) and legal protection for victims.
A normative juridical approach is used by analyzing the cases of Baiq Nuril and Haris Azhar-Fatia Maulidiyanti.
The results show that digital platforms have a responsibility to moderate content, provide reporting mechanisms, and cooperate with law enforcement in accordance with Articles 15 and 40 of the ITE Law.
However, the application of the articles of the ITE Law is often open to multiple interpretations, potentially leading to criminalization of victims or restrictions on freedom of expression.
Legal protection for victims includes criminal sanctions, restitution, and reputation restoration, but challenges such as low awareness of reporting and the potential for abuse of flexible articles require clearer and more balanced regulatory reforms.
Abstrak.
Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan peran platform digital dalam kehidupan masyarakat, namun juga memunculkan tantangan hukum, khususnya terkait pencemaran nama baik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban platform digital dalam kasus pencemaran nama baik berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta perlindungan hukum bagi korban.
Pendekatan yuridis normatif digunakan dengan menganalisis kasus Baiq Nuril dan Haris Azhar-Fatia Maulidiyanti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital memiliki tanggung jawab untuk memoderasi konten, menyediakan mekanisme pelaporan, dan bekerja sama dengan penegak hukum sesuai Pasal 15 dan Pasal 40 UU ITE.
Namun, penerapan pasal-pasal UU ITE sering kali multitafsir, menyebabkan potensi kriminalisasi terhadap korban atau pembatasan kebebasan berekspresi.
Perlindungan hukum bagi korban mencakup sanksi pidana, restitusi, dan pemulihan reputasi, tetapi tantangan seperti rendahnya kesadaran melapor dan potensi penyalahgunaan pasal karet memerlukan reformasi regulasi yang lebih jelas dan seimbang.

Related Results

PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
Perseteruan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada awal tahun 2022 cukup menyita perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indon...
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA ELEKTRONIK DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA ELEKTRONIK DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA
Perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan tantangan baru dalam penegakan hukum pidana, salah satunya terkait dengan maraknya kasus pencemaran nama baik yang terjadi melal...
MAKNA NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA
MAKNA NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA
Penelitian ini dilakukan sebagai lanjutan atas hasil penelitian sebelumnya tentang bentuk-bentuk nama haji pada etnik Madura yang cenderung berupa nama-nama Nabi dalam Islam (Idris...
Harapan Orang tua Memberi Nama Anak di Daerah Mandailing
Harapan Orang tua Memberi Nama Anak di Daerah Mandailing
Abstrak Nama merupakan identitas yang sangat penting karena nama merupakan atribut yang sangat pribadi, yang memiliki fungsi sebagai identifikasi seseorang. Oleh karena itu, bagi o...
Pergeseran ekoleksikon nama orang Bali: Studi kasus kajian ekolinguistik
Pergeseran ekoleksikon nama orang Bali: Studi kasus kajian ekolinguistik
Sistem penamaan manusia memiliki hubungan yang erat dengan budaya dan kebiasaan. Budaya masyarakat akan memengaruhi sistem penamaan manusia dari masa ke masa. Penelitian ini bertuj...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...

Back to Top