Javascript must be enabled to continue!
Representasi Budaya Termarginalisasi dalam Game
View through CrossRef
Games as a form of mass communication carry messages for the audience. One of the games called marginalization was Player Unknown's Battlegrounds (PUBG). This study aims to identify the existence of marginalization in minority cultures in the PUBG game. The PUBG game is a survival game against 100 people where the players are placed on an island. How to survive is done by killing opposing players using the weapons that have been provided. This game can be done alone or in groups of four. The research method used by researchers is qualitative research methods. The research technique used is the Semiotic analysis of Roland Barthes. The data collection technique used was the observation technique. Observations made by researchers include how the characters in this game are made and how the forms of communication performed by the players while playing so that the marginalization of the minority culture appears. This study found that in an online game it has the potential to bring bad things to the intercultural society which is described by Roland Barthes that a bad habit will become a habit that is tolerated.Permainan atau game sebagai bentuk komunikasi massa membawa pesan bagi audiens. Salah satu game yang disebut melakukan marginalisasi adalah game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Penelitian ini ingin mengidentifikasi adanya marginalisasi pada budaya minoritas dalam game PUBG. Permainan PUBG merupakan permainan bertahan hidup dengan melawan 100 orang di mana para pemainnya ditempatkan di sebuah pulau. Cara bertahan hidup dilakukan dengan membunuh pemain lawan menggunakan senjata yang sudah disediakan. Permainan ini dapat dilakukan sendiri atau berkelompok dengan anggota empat orang. Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah metode penelitian kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah analisis Semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi. Pengamatan yang dilakukan peneliti meliputi bagaimana karakter dalam game ini dibuat dan bagaimana bentuk komunikasi yang dilakukan para pemain pada saat bermain sehingga muncul marginalisasi budaya minoritas tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa di dalam sebuah game online memiliki potensi memunculkan hal buruk untuk masyarakat antar budaya yang digambarkan menurut Roland Barthes bahwa sebuah kebiasaan buruk akan menjadi suatu kebiasaan yang ditoleransi.
Title: Representasi Budaya Termarginalisasi dalam Game
Description:
Games as a form of mass communication carry messages for the audience.
One of the games called marginalization was Player Unknown's Battlegrounds (PUBG).
This study aims to identify the existence of marginalization in minority cultures in the PUBG game.
The PUBG game is a survival game against 100 people where the players are placed on an island.
How to survive is done by killing opposing players using the weapons that have been provided.
This game can be done alone or in groups of four.
The research method used by researchers is qualitative research methods.
The research technique used is the Semiotic analysis of Roland Barthes.
The data collection technique used was the observation technique.
Observations made by researchers include how the characters in this game are made and how the forms of communication performed by the players while playing so that the marginalization of the minority culture appears.
This study found that in an online game it has the potential to bring bad things to the intercultural society which is described by Roland Barthes that a bad habit will become a habit that is tolerated.
Permainan atau game sebagai bentuk komunikasi massa membawa pesan bagi audiens.
Salah satu game yang disebut melakukan marginalisasi adalah game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG).
Penelitian ini ingin mengidentifikasi adanya marginalisasi pada budaya minoritas dalam game PUBG.
Permainan PUBG merupakan permainan bertahan hidup dengan melawan 100 orang di mana para pemainnya ditempatkan di sebuah pulau.
Cara bertahan hidup dilakukan dengan membunuh pemain lawan menggunakan senjata yang sudah disediakan.
Permainan ini dapat dilakukan sendiri atau berkelompok dengan anggota empat orang.
Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah metode penelitian kualitatif.
Teknik penelitian yang digunakan adalah analisis Semiotika Roland Barthes.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi.
Pengamatan yang dilakukan peneliti meliputi bagaimana karakter dalam game ini dibuat dan bagaimana bentuk komunikasi yang dilakukan para pemain pada saat bermain sehingga muncul marginalisasi budaya minoritas tersebut.
Penelitian ini menemukan bahwa di dalam sebuah game online memiliki potensi memunculkan hal buruk untuk masyarakat antar budaya yang digambarkan menurut Roland Barthes bahwa sebuah kebiasaan buruk akan menjadi suatu kebiasaan yang ditoleransi.
Related Results
Schule und Spiel – mehr als reine Wissensvermittlung
Schule und Spiel – mehr als reine Wissensvermittlung
Die öffentliche Schule Quest to learn in New York City ist eine Modell-Schule, die in ihren Lehrmethoden auf spielbasiertes Lernen, Game Design und den Game Design Prozess setzt. I...
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi adalah bentuk interpretasi pemikiran siswa yang digunakan untuk menemukan solusi dari suatu masalah. Adapun representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah dipen...
VIDEO GAME SEBAGAI REPRESENTASI ARSITEKTUR DAN PERSILANGANNYA DENGAN SEJARAH DALAM SERI ASSASSIN’S CREED
VIDEO GAME SEBAGAI REPRESENTASI ARSITEKTUR DAN PERSILANGANNYA DENGAN SEJARAH DALAM SERI ASSASSIN’S CREED
Abstract: Throughout its history, abstract ideas in architecture are conveyed through representational media such as writing and drawings. Video games are among the newest medium o...
Representasi Budaya Batak Dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap” Karya Bene Dion Rajagukguk
Representasi Budaya Batak Dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap” Karya Bene Dion Rajagukguk
Film tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat tetapi film juga banyak mengangkat dan menyajikan tentang isu-isu sosial yang berada dimasyarakat. Film menyampaikan realita sosial...
Perancangan Ulang Game Edukasi Bahasa Inggris menggunakan Digital Game Based Learning Method
Perancangan Ulang Game Edukasi Bahasa Inggris menggunakan Digital Game Based Learning Method
Game edukasi adalah game yang didesain untuk merangsang kecerdasan anak. Game edukasi bertujuan untuk belajar dan menarik perhatian siswa. Game edukasi adalah gabungan dari konten ...
Game Theory in Business Ethics: Bad Ideology or Bad Press?
Game Theory in Business Ethics: Bad Ideology or Bad Press?
Solomon’s article and Binmore’s response exemplify a standard exchange between the game theorist and those critical of applying game theory to ethics. The critic of game theory lis...
Representasi Unsur Budaya Jepang Dalam Game Persona 5
Representasi Unsur Budaya Jepang Dalam Game Persona 5
Game merupakan sesuatu yang dapat dimainkan yang terdiri atas beberapa aturan sehingga terdapat pihak yang menang dan kalah. Pada zaman sekarang, game dapat digunakan sebagai alat ...
Generating game immersion features for immersive game selection
Generating game immersion features for immersive game selection
The immersion is an essential component of the modern digital game. Currently, immersion is the required component which should be included in the digital game. The modern game whi...

