Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENERAPAN TEKNOLOGI PROLIGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KEMANDIRIAN PETANI CABAI DI KELOMPOK TANI TUNAS MUDA SULAWESI SELATAN

View through CrossRef
Chili is one of Indonesia's primary horticultural commodities, with increasing demand annually for both domestic consumption and export. However, its productivity remains low in several regions, including South Sulawesi, due to limited adoption of modern cultivation technologies and suboptimal agricultural practices. To address these challenges, the Double Production Program (Proliga) was designed to significantly boost chili productivity among the Tunas Muda farmer group in Parangmata Village, Takalar Regency. Proliga is an innovative technology package comprising healthy seedling preparation, the use of superior varieties, zigzag planting systems, precise nutrient, soil, and water management, and eco-friendly pest and disease control methods to double chili yields during both the main growing season (on-season) and the off-season. The implementation methods included socialization, outreach, technical training, technology implementation assistance, and participatory evaluation. The program achieved several key outcomes: 1) the development of appropriate technological products, such as biochar from corn cobs, liquid organic fertilizer, and plant growth regulators from fermented young coconut water; 2) an increase in chili productivity by up to 30% on farmers' fields; and 3) dissemination through scientific publications in SINTA-indexed journals and various online media platforms.This program supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in combating poverty and hunger, by improving chili productivity and farmer income. The modern technology approach applied has significant potential for sustainability and replication in other regions.   ---   Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura utama di Indonesia dengan permintaan yang terus meningkat setiap tahun, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor. Namun, produktivitasnya masih rendah di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, akibat keterbatasan adopsi teknologi budidaya modern dan praktik pertanian yang kurang optimal. Untuk mengatasi tantangan ini, program pendampingan penerapan teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) dirancang untuk meningkatkan produktivitas cabai secara signifikan pada kelompok tani Tunas Muda di Desa Parangmata, Kabupaten Takalar. Proliga merupakan paket teknologi inovatif yang mencakup pesemaian sehat, penggunaan varietas unggul, sistem tanam zigzag, pengelolaan hara, tanah, dan air yang presisi, serta pengendalian hama dan penyakit berbasis ramah lingkungan untuk melipatgandakan hasil produksi cabai, baik pada musim tanam utama (on-season) maupun di luar musim tanam (off-season). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis, pendampingan implementasi teknologi, dan evaluasi hasil secara partisipatif. Program ini berhasil mencapai beberapa hasil utama, yaitu: 1) pengembangan produk teknologi tepat guna, seperti biochar dari jenggel jagung, pupuk organik cair, dan zat pengatur tumbuh dari air kelapa muda fermentasi; 2) peningkatan produktivitas cabai hingga 30% pada lahan petani; dan 3) publikasi ilmiah di jurnal terindeks Sinta serta penyebarluasan informasi melalui berbagai media online. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan, melalui peningkatan produktivitas cabai dan pendapatan petani. Pendekatan teknologi modern yang diterapkan memiliki potensi besar untuk keberlanjutan dan replikasi di daerah lain.
Title: PENERAPAN TEKNOLOGI PROLIGA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KEMANDIRIAN PETANI CABAI DI KELOMPOK TANI TUNAS MUDA SULAWESI SELATAN
Description:
Chili is one of Indonesia's primary horticultural commodities, with increasing demand annually for both domestic consumption and export.
However, its productivity remains low in several regions, including South Sulawesi, due to limited adoption of modern cultivation technologies and suboptimal agricultural practices.
To address these challenges, the Double Production Program (Proliga) was designed to significantly boost chili productivity among the Tunas Muda farmer group in Parangmata Village, Takalar Regency.
Proliga is an innovative technology package comprising healthy seedling preparation, the use of superior varieties, zigzag planting systems, precise nutrient, soil, and water management, and eco-friendly pest and disease control methods to double chili yields during both the main growing season (on-season) and the off-season.
The implementation methods included socialization, outreach, technical training, technology implementation assistance, and participatory evaluation.
The program achieved several key outcomes: 1) the development of appropriate technological products, such as biochar from corn cobs, liquid organic fertilizer, and plant growth regulators from fermented young coconut water; 2) an increase in chili productivity by up to 30% on farmers' fields; and 3) dissemination through scientific publications in SINTA-indexed journals and various online media platforms.
This program supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in combating poverty and hunger, by improving chili productivity and farmer income.
The modern technology approach applied has significant potential for sustainability and replication in other regions.
   ---   Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura utama di Indonesia dengan permintaan yang terus meningkat setiap tahun, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
Namun, produktivitasnya masih rendah di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, akibat keterbatasan adopsi teknologi budidaya modern dan praktik pertanian yang kurang optimal.
Untuk mengatasi tantangan ini, program pendampingan penerapan teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) dirancang untuk meningkatkan produktivitas cabai secara signifikan pada kelompok tani Tunas Muda di Desa Parangmata, Kabupaten Takalar.
Proliga merupakan paket teknologi inovatif yang mencakup pesemaian sehat, penggunaan varietas unggul, sistem tanam zigzag, pengelolaan hara, tanah, dan air yang presisi, serta pengendalian hama dan penyakit berbasis ramah lingkungan untuk melipatgandakan hasil produksi cabai, baik pada musim tanam utama (on-season) maupun di luar musim tanam (off-season).
Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis, pendampingan implementasi teknologi, dan evaluasi hasil secara partisipatif.
Program ini berhasil mencapai beberapa hasil utama, yaitu: 1) pengembangan produk teknologi tepat guna, seperti biochar dari jenggel jagung, pupuk organik cair, dan zat pengatur tumbuh dari air kelapa muda fermentasi; 2) peningkatan produktivitas cabai hingga 30% pada lahan petani; dan 3) publikasi ilmiah di jurnal terindeks Sinta serta penyebarluasan informasi melalui berbagai media online.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan, melalui peningkatan produktivitas cabai dan pendapatan petani.
Pendekatan teknologi modern yang diterapkan memiliki potensi besar untuk keberlanjutan dan replikasi di daerah lain.

Related Results

Pemberdayaan Petani Lewat Pemakaian Pupuk Organik Cair pada Tumbuhan Cabai di Wilayah Desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung
Pemberdayaan Petani Lewat Pemakaian Pupuk Organik Cair pada Tumbuhan Cabai di Wilayah Desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung
Kabupaten Tulungagung memiliki jumlah petani yang cukup banyak dengan komoditas yang ditanam adalah cabai. Hal tersebut dapat dilihat dari demografi yang ada dalam bahwa muncul lah...
Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur
Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur
Permasalahan agribisnis cabai di Kabupaten Kolaka Timur dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti fluktuatifnya harga cabai, belum terintegrasinya hubungan antar pelaku, rantai pe...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
KARAKTERISTIK PETANI PADI PROVINSI RIAU : ANALISIS CLUSTER DAN BIPLOT
KARAKTERISTIK PETANI PADI PROVINSI RIAU : ANALISIS CLUSTER DAN BIPLOT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik profil petani padi pengguna pupuk subsidi dengan analisis cluster dan biplot. Dengan mengetahui kluster karakteristik ini ...
Penyuluhan Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) untuk Peningkatan Produksi Cabai
Penyuluhan Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) untuk Peningkatan Produksi Cabai
Cabai merupakan bumbu yang sangat disukai masyarakat. Pengembangan cabai bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai dalam memenuhi permintaan konsumen yang terus meni...
Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili solanaceae yang banyak dibudidayakan secara komersial di Indonesia khususnya di Sulaw...

Back to Top