Javascript must be enabled to continue!
Korelasi Mean Arterial Pressure terhadap Renal Resistive Index, Serum Kreatinin, dan Produksi Urin pada Pasien Operasi Tulang Belakang yang Dilakukan Pembiusan Umum dengan Teknik Hipotensi Terkendali di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah
View through CrossRef
Latar Belakang: Teknik hipotensi terkendali dilakukan pada beberapa operasi mayor termasuk pada operasi tulang belakang. Perlu untuk mengetahui rentang mean arterial pressure (MAP) pada hipotensi terkendali yang dapat mempertahankan laju filtrasi glomerulus dengan mengevaluasi renal resistive index (RRI), serum kreatinin, dan produksi urin.
Metode : Penelitian analitik korelatif ini dilakukan selama empat bulan. Semua pasien yang memenuhi kriteria eligibilitas dan memberikan persetujuan dimasukkan dalam studi. Data primer dikumpulkan saat pasien berada di ruang rawat inap, meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), produksi urin, serum kreatinin, dan nilai RRI. Selama operasi, dicatat nilai rentang dan rerata MAP selama anestesi umum dengan teknik hipotensi terkendali. Pemeriksaan RRI, serum kreatinin, dan produksi urin diulang pascaoperasi.
Hasil: Terdapat korelasi negatif kuat antara rerata MAP dan RRI, dengan koefisien korelasi (r) -0,625 (p < 0,001), yang menunjukkan bahwa semakin rendah rerata MAP, semakin tinggi nilai RRI, dan sebaliknya. Korelasi positif sedang ditemukan antara rerata MAP dan produksi urin (r = 0,433; p <0,001), serta korelasi negatif rendah antara MAP terendah dan serum kreatinin (r = -0,243; p = 0,040). Analisis kurva ROC menunjukkan AUC sebesar 0,916. Cut-off MAP optimal untuk mempertahankan nilai RRI normal adalah ≥ 52,5 mmHg (sensitivitas 0,955 dan 1-spesifisitas 0,560).
Simpulan : Terdapat korelasi negatif kuat yang signifikan antara rerata MAP dan RRI, korelasi negatif rendah yang signifikan antara rerata MAP dan serum kreatinin, serta korelasi positif sedang yang signifikan antara rerata MAP dan produksi urin pada pasien yang menjalani operasi tulang belakang.
The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy
Title: Korelasi Mean Arterial Pressure terhadap Renal Resistive Index, Serum Kreatinin, dan Produksi Urin pada Pasien Operasi Tulang Belakang yang Dilakukan Pembiusan Umum dengan Teknik Hipotensi Terkendali di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah
Description:
Latar Belakang: Teknik hipotensi terkendali dilakukan pada beberapa operasi mayor termasuk pada operasi tulang belakang.
Perlu untuk mengetahui rentang mean arterial pressure (MAP) pada hipotensi terkendali yang dapat mempertahankan laju filtrasi glomerulus dengan mengevaluasi renal resistive index (RRI), serum kreatinin, dan produksi urin.
Metode : Penelitian analitik korelatif ini dilakukan selama empat bulan.
Semua pasien yang memenuhi kriteria eligibilitas dan memberikan persetujuan dimasukkan dalam studi.
Data primer dikumpulkan saat pasien berada di ruang rawat inap, meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), produksi urin, serum kreatinin, dan nilai RRI.
Selama operasi, dicatat nilai rentang dan rerata MAP selama anestesi umum dengan teknik hipotensi terkendali.
Pemeriksaan RRI, serum kreatinin, dan produksi urin diulang pascaoperasi.
Hasil: Terdapat korelasi negatif kuat antara rerata MAP dan RRI, dengan koefisien korelasi (r) -0,625 (p < 0,001), yang menunjukkan bahwa semakin rendah rerata MAP, semakin tinggi nilai RRI, dan sebaliknya.
Korelasi positif sedang ditemukan antara rerata MAP dan produksi urin (r = 0,433; p <0,001), serta korelasi negatif rendah antara MAP terendah dan serum kreatinin (r = -0,243; p = 0,040).
Analisis kurva ROC menunjukkan AUC sebesar 0,916.
Cut-off MAP optimal untuk mempertahankan nilai RRI normal adalah ≥ 52,5 mmHg (sensitivitas 0,955 dan 1-spesifisitas 0,560).
Simpulan : Terdapat korelasi negatif kuat yang signifikan antara rerata MAP dan RRI, korelasi negatif rendah yang signifikan antara rerata MAP dan serum kreatinin, serta korelasi positif sedang yang signifikan antara rerata MAP dan produksi urin pada pasien yang menjalani operasi tulang belakang.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan antara SNP rs3761863 terhadap kejadian reaksi reversal pada pasien MH tipe borderline di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah
Hubungan antara SNP rs3761863 terhadap kejadian reaksi reversal pada pasien MH tipe borderline di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah
Introduction: Reversal reaction (RR) is one of the morbidity burdens for Hansen's disease (MH) patients undergoing multi-drug therapy. Some risk factors for RR include age, stress,...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Profil klinikopatologi karsinoma prostat di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar periode tahun 2017-2020
Profil klinikopatologi karsinoma prostat di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar periode tahun 2017-2020
Background: Prostate cancer or prostate carcinoma is a malignancy that occurs in the cells of the prostate gland and is associated with chronic problems with sexual function, urina...
Pengaruh Pupuk Cair Urine Sapi Potong Terhadap Tinggi Tanaman dan Produksi Tanaman Bayam (Amaranthus Sp) Umur 25 Hari
Pengaruh Pupuk Cair Urine Sapi Potong Terhadap Tinggi Tanaman dan Produksi Tanaman Bayam (Amaranthus Sp) Umur 25 Hari
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk cair dari urin sapi terhadap tinggi tanaman dan hasil panen bayam (Amaranthus sp) umur 25 hari dan menentukan ...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Korelasi Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien Anemia dI RSU Duta Mulya Majenang
Korelasi Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien Anemia dI RSU Duta Mulya Majenang
Anemia yang disebabkan kekurangan eritropoietin dapat terjadi pada pasien penyakit ginjal kronik. Fungsi ginjal menolak untuk memproduksi eritro-poietin dengan seimbang, sebagai ha...

