Javascript must be enabled to continue!
Nilai Taksonomi Ciri Morfologi Daun Tumbuhan Berdaun Saputangan dalam Caesalpiniaceae
View through CrossRef
Spesimen daun muda tumbuhan umumnya jarang ditemukan pada koleksi herbarium sehingga tidak pernah diteliti nilai taksonominya sebagai pengenal keanekaragaman jenis. Caesalpiniaceae merupakan suku tumbuhan yang beberapa marganya memiliki karakteristik pemoposan daun (leaf flushing) yang dikenal dengan sebutan“daun saputangan”. Untuk itu, enam belas jenis dari suku Caesalpiniaceae berdaun saputangan diamati spesimen hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enambelas jenis yang tergolong dalam lima marga Caesalpiniaceae berdaun saputangan dapat dibedakan berdasarkan ciri morfologi pemoposan daunnya seperti: keberadaan perula, bentuk kuncup daun dorman, dan kuncup daun tumbuh, warna daun saat pemoposan, tipe indumentum kuncup daun tumbuh, variasi bentuk daun selama proses pemoposan, jumlah dan ukuran daun. Kunci identifikasi lima marga beserta jenis-jenisnya disediakan berdasarkan ciri pemoposan daun tersebut.
Title: Nilai Taksonomi Ciri Morfologi Daun Tumbuhan Berdaun Saputangan dalam Caesalpiniaceae
Description:
Spesimen daun muda tumbuhan umumnya jarang ditemukan pada koleksi herbarium sehingga tidak pernah diteliti nilai taksonominya sebagai pengenal keanekaragaman jenis.
Caesalpiniaceae merupakan suku tumbuhan yang beberapa marganya memiliki karakteristik pemoposan daun (leaf flushing) yang dikenal dengan sebutan“daun saputangan”.
Untuk itu, enam belas jenis dari suku Caesalpiniaceae berdaun saputangan diamati spesimen hidupnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa enambelas jenis yang tergolong dalam lima marga Caesalpiniaceae berdaun saputangan dapat dibedakan berdasarkan ciri morfologi pemoposan daunnya seperti: keberadaan perula, bentuk kuncup daun dorman, dan kuncup daun tumbuh, warna daun saat pemoposan, tipe indumentum kuncup daun tumbuh, variasi bentuk daun selama proses pemoposan, jumlah dan ukuran daun.
Kunci identifikasi lima marga beserta jenis-jenisnya disediakan berdasarkan ciri pemoposan daun tersebut.
Related Results
Penentuan Kadar Flavonoid Total Daun Saputangan (Maniltoa Grandiflora (A.Gray) Scheff) dan Kemampuannya sebagai Antioksidan
Penentuan Kadar Flavonoid Total Daun Saputangan (Maniltoa Grandiflora (A.Gray) Scheff) dan Kemampuannya sebagai Antioksidan
Pendahuluan: Tumbuhan Saputangan biasanya hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Kenyataannya, daun saputangan mengandung senyawa flavonoid berdasarkan hasil skrining fitokimia y...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kina (Cinchona) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki kandungan alkaloid, kinin sulfat, dan saponin yang baik untuk kesehatan manusia. Untuk mera...
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Penggunaan daun cemangi oleh masyarakat Pammana kabupatenWajo sebagai tradisi turun - temurun yang dipercayai masyarakat sebagai pengobatan. Etnomedicine penggunaan daun cemangi da...
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Daun jati merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan pewarna alami dan tumbuhan yang dianggap sebagai limbah karena pemanfaatannya yang masih kurang oleh masyaraka...
Comparative Leaf Anatomy and Micromorphology of Thunbergia erecta (Benth.) T. Anderson and Thunbergia laurifolia Lindl. in Peninsular Malaysia
Comparative Leaf Anatomy and Micromorphology of Thunbergia erecta (Benth.) T. Anderson and Thunbergia laurifolia Lindl. in Peninsular Malaysia
Comparative leaf anatomy and micromorphology study was carried out on two selected species from the genus Thunbergia Retz. of Acanthaceae subfamily Thunbergioideae. These two inves...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...

