Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REHABILITASI MEDIK PADA HEMOFILIA

View through CrossRef
Abstract: Haemophilia is an inherited disorder of blood coagulation with sex-linked recessive and autosomal recessive characteristics. It may manifest itself by prolonged bleeding (internal or external) and clotting formation disturbances that need a multidiciplinary management. This disease is initiated at the  neonatal stage. The diagnosis is based on anamnesis, physical examination, and other supporting examinations, such as homeostasis functions. The most common complications are found in the musculoskeletal system and auto-antibody (inhibitor) reaction against clotting factors VIII or IX. A pharmacological approach to haemophilia depends on the clinical signs, but medical rehabilitation’s approach is focused on all life aspects of the patient. This approach has to be done as early as possible to avoid threatening disabilities and handicaps affecting the musculoskeletal system. Team work is needed to achieve a minimalization of musculoskeletal complications and to realize a more promising better prognosis. Keywords: haemophilia, complications, bleeding, musculoskeletal, rehabilitation.   Abstrak: Hemofilia adalah kelainan pembekuan darah dengan karakteristik sex-linked resesif dan autosomal resesif, disertai masalah perdarahan dan kelainan pembekuan yang memerlukan penanganan multidisipliner. Gejala yang paling sering terjadi ialah perdarahan, baik di dalam tubuh (internal bleeding) maupun di luar tubuh (external bleeding). Perjalanan penyakitnya sendiri sudah dimulai dari masa neonatal. Diagnosis dapat ditegakkan dari  anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan fungsi homeostasis. Komplikasi yang paling sering ditemukan ialah komplikasi muskuloskeletal dan reaksi auto-antibodi (inhibitor) terhadap faktor pembekuan darah sendiri baik terhadap faktor VIII atau faktor IX. Pendekatan farmakologik pada hemofilia tergantung dari gejala klinis yang muncul namun pendekatan rehabilitasi medik pada hemofilia tidak tergantung gejala klinis yang muncul karena pendekatan ini lebih difokuskan ke seluruh aspek kehidupan pasien hemofilia. Pendekatan ini sudah harus dilakukan sejak dini mengingat komplikasi yang mungkin ditimbulkan, yang dapat menyebabkan disabilitas dan handicap, tersering akibat komplikasi muskuloskeletal. Dengan penanganan rehabilitasi medik yang berbasis pendekatan tim, diharapkan komplikasi muskuloskeletal dapat diminimalisasikan dan prognosis pasien hemofilia dapat lebih baik. Kata kunci: hemofilia, komplikasi, perdarahan, muskuloskeletal, rehabilitasi.
Title: REHABILITASI MEDIK PADA HEMOFILIA
Description:
Abstract: Haemophilia is an inherited disorder of blood coagulation with sex-linked recessive and autosomal recessive characteristics.
It may manifest itself by prolonged bleeding (internal or external) and clotting formation disturbances that need a multidiciplinary management.
This disease is initiated at the  neonatal stage.
The diagnosis is based on anamnesis, physical examination, and other supporting examinations, such as homeostasis functions.
The most common complications are found in the musculoskeletal system and auto-antibody (inhibitor) reaction against clotting factors VIII or IX.
A pharmacological approach to haemophilia depends on the clinical signs, but medical rehabilitation’s approach is focused on all life aspects of the patient.
This approach has to be done as early as possible to avoid threatening disabilities and handicaps affecting the musculoskeletal system.
Team work is needed to achieve a minimalization of musculoskeletal complications and to realize a more promising better prognosis.
Keywords: haemophilia, complications, bleeding, musculoskeletal, rehabilitation.
   Abstrak: Hemofilia adalah kelainan pembekuan darah dengan karakteristik sex-linked resesif dan autosomal resesif, disertai masalah perdarahan dan kelainan pembekuan yang memerlukan penanganan multidisipliner.
Gejala yang paling sering terjadi ialah perdarahan, baik di dalam tubuh (internal bleeding) maupun di luar tubuh (external bleeding).
Perjalanan penyakitnya sendiri sudah dimulai dari masa neonatal.
Diagnosis dapat ditegakkan dari  anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan fungsi homeostasis.
Komplikasi yang paling sering ditemukan ialah komplikasi muskuloskeletal dan reaksi auto-antibodi (inhibitor) terhadap faktor pembekuan darah sendiri baik terhadap faktor VIII atau faktor IX.
Pendekatan farmakologik pada hemofilia tergantung dari gejala klinis yang muncul namun pendekatan rehabilitasi medik pada hemofilia tidak tergantung gejala klinis yang muncul karena pendekatan ini lebih difokuskan ke seluruh aspek kehidupan pasien hemofilia.
Pendekatan ini sudah harus dilakukan sejak dini mengingat komplikasi yang mungkin ditimbulkan, yang dapat menyebabkan disabilitas dan handicap, tersering akibat komplikasi muskuloskeletal.
Dengan penanganan rehabilitasi medik yang berbasis pendekatan tim, diharapkan komplikasi muskuloskeletal dapat diminimalisasikan dan prognosis pasien hemofilia dapat lebih baik.
Kata kunci: hemofilia, komplikasi, perdarahan, muskuloskeletal, rehabilitasi.

Related Results

Karakteristik Pasien Hemofilia pada Anak
Karakteristik Pasien Hemofilia pada Anak
Hemofilia merupakan penyakit gangguan pembekuan darah herediter yang diturunkan secara x-linked recessive dengan frekuensi sekitar satu kasus dari 10.000 kelahiran, hemofilia diseb...
Hemofilia
Hemofilia
Hemofilia merupakan penyakit turunan yang ditandai adanya pendarahan berat. Penyakit ini muncul sebagai perdarahan pasca trauma minor atau perdarahan spontan. Hemofilia disebabkan ...
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu
Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu
Osteoarthritis merupakan jenis penyakit arthritis yang bersifat degeneratif dan sering terjadi pada lansia. Osteoarthritis genu adalah gangguan pada sendi lutut yang disebabkan kar...
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA KLIEN REHABILITASI SOSIAL NARKOBA DI YAYASAN GENNESA BANYUWANGI
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA KLIEN REHABILITASI SOSIAL NARKOBA DI YAYASAN GENNESA BANYUWANGI
Drugs are a massive problem and difficult to eradicate. One of the government's efforts related to the handling of drug rehabilitation in Indonesia is to synergize with the communi...
Perfil epidemiológico de pacientes com Hemofilia A e doenças associadas ao uso do fator VIII/recombinante
Perfil epidemiológico de pacientes com Hemofilia A e doenças associadas ao uso do fator VIII/recombinante
Introdução: o Brasil é o quarto país em casos de Hemofilia A. O tratamento é infundir o fator de coagulação ausente. Reações ao uso do fator podem incluir manifestações alérgicas, ...
Tidak Diterapkannya Rehabilitasi Medis dan Sosial olehHakim bagi Anak sebagai Penyalahguna Narkotika
Tidak Diterapkannya Rehabilitasi Medis dan Sosial olehHakim bagi Anak sebagai Penyalahguna Narkotika
<strong>Abstrak:</strong> Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pertimbangan hukum hakim yang tidak melaksanakan rehabilitasi medis atau sosial bagi ...
Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali
Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali
Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove ...
Diversitas Dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia Di Estuari Perancak, Bali
Diversitas Dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia Di Estuari Perancak, Bali
Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove ...

Back to Top